Digeledah 12 Jam, Nurul Izzah Anggap Jam Razia Tak Tepat  

Mantan PM Malaysia Tak Ditahan

Sabtu, 19 Mei 2018 - 10:36:00 - Dibaca: 962 kali

Google Plus Stumbleupon


DISITA: Polisi Diraja Malaysia membawa troli usai penggeledahan kondominum milik  mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Kuala Lumpur  17 Mei 2018 lalu.
DISITA: Polisi Diraja Malaysia membawa troli usai penggeledahan kondominum milik  mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Kuala Lumpur  17 Mei 2018 lalu. / Jambi Ekspres Online

KUALA LUMPUR - Ayahnya, Anwar Ibrahim, adalah salah satu musuh politik terbesar Najib Razak. Nurul Izzah juga termasuk yang paling keras menyoroti dugaan keterlibatan Najib semasa menjadi perdana menteri Malaysia dalam megakorupsi 1MDB.

Tapi, ketika Najib yang kini telah tumbang diperlakukan secara tidak etis, Nurul tak ragu untuk membela. ”Sebagai mantan korban razia dini hari oleh polisi, saya perlu menekankan ketidaksetujuan saya terhadap operasi yang dilakukan pada jam-jam tidak tepat seperti ini,” cuitnya di akun @n_izzah tersebut.      

Razia dalam kaitan dengan kasus 1MDB tersebut berlangsung sekitar 12 jam. Mulai Rabu jelang tengah malam lalu (16/5) sampai keesokan paginya.

Dimulai sepulang Najib dari salat Tarawih. Sebanyak 16 mobil polisi dan Black Maria, truk pengangkut tahanan, mengepung rumah mewahnya di Kuala Lumpur.

Najib terdepak dari kursi PM setelah Barisan Nasional ditaklukkan Pakatan Harapan yang dikomandoi Mahathir Mohamad dalam pemilu pada Rabu pekan lalu. Mahathir yang dulu pernah 22 tahun memimpin Malaysia kembali jadi PM. Didampingi Wan Azizah Wan Ismail, istri Anwar sekaligus ibunda Nurul, sebagai timbalan alias deputi PM.

Menurut Nurul, polisi tetap harus mengedepankan keadilan dan kebijaksanaan dalam aksi mereka. Seharusnya, razia ataupun investigasi dan pendakwaan bisa dilakukan pada jam-jam yang layak.

Begitu diunggah di Twitter, cuitan Nurul itu itu langsung diretweet sebanyak 13.000 kali. Senada dengan Nurul, para pengguna internet, khususnya para pemilik akun Twitter, menyayangkan razia larut malam tersebut. Apalagi, dilakukan pada hari pertama bulan suci Ramadan.

Kemarin (17/5), sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, razia berakhir. Sekitar 90 menit sebelumnya, tiga mobil polisi meninggalkan kediaman Najib. Tidak ada dokumen yang disita dari rumah mewah tersebut.

”Investigasi kami masih berjalan. Kami baru bisa membagikan informasi kepada publik setelah pencarian berakhir,” kata Amar Singh, direktur penyelidikan kriminal kepolisian, kepada Reuters.

Dari kediaman Najib itu, menurut Malaysian Digest, polisi mengusung sejumlah kotak. Beberapa di antaranya berwarna biru. ”Mereka hanya menyita barang-barang pribadi dari rumah ini. Tidak ada bukti-bukti yang mengarah pada perbuatan kriminal,” ujar Harpal Singh Grewal, pengacara Najib, seperti dilansir Bernama.

Harpal menegaskan, razia itu tidak akan diikuti dengan penangkapan meskipun polisi membawa Black Maria ke kediaman Najib. ”Tidak ada indikasi (polisi) akan melakukan penangkapan,” katanya dalam jumpa pers di halaman rumah Najib pada pukul 04.00 dini hari kemarin.

Dia menambahkan bahwa selama razia berlangsung, Najib dan keluarganya sangat kooperatif. Selain di kediaman Najib itu, polisi juga merazia empat lokasi lain yang semuanya berkaitan dengan suami Rosmah Mansor tersebut. Masing-masing dua properti di Pavilion Residences, kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur serta dua lokasi lain di Putrajaya. Yakni, kediaman resmi PM, Seri Perdana, dan kantor PM, Perdana Putra.

Investigasi skandal 1MDB memang menjadi salah satu prioritas PM Mahathir. Pemimpin berusia 92 tahun itu juga sudah memerintahkan Kejaksaan Agung Malaysia untuk membuka kembali kasus yang jalan di tempat tersebut.

Namun, razia larut malam hingga pagi hari yang menuai kritik publik itu, menurut Mahathir, bukanlah instruksinya. Kemarin, setelah memimpin rapat Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan di Kuala Lumpur, dia menjelaskan bahwa razia tersebut sepenuhnya keputusan kepolisian.

”Polisi punya prosedur operasional yang standar. Saya tidak tahu apa alasan mereka melakukan razia malam-malam,” ujarnya.

Mahathir menambahkan bahwa satu-satunya instruksi yang dia berikan kepada kepolisian terkait skandal 1MDB adalah supaya investigasi dilakukan secara manusiawi. Sebab, politikus yang sejak 10 Mei resmi menjadi PM tertua di dunia itu tidak mau balas dendam lewat 1MDB.

”Instruksi saya jelas, saya tidak mau menyakiti orang lain. Saya ingin semua orang diperlakukan sama,” tegasnya seperti dilansir Free Malaysia Today.

          Tentang Rosmah, Mahathir mengatakan bahwa jika memang ada indikasi terlibat, perempuan 66 tahun itu harus diselidiki. Selasa (15/5) lalu, Malaysia dan Swiss sepakat melanjutkan investigasi kasus 1MDB.

Di era Najib, penyelidikan skandal megakorupsi senilai USD 700 juta (sekitar Rp 9,8 triliun) itu macet di Malaysia. Tapi, investigasi di Singapura, Swiss dan Amerika Serikat (AS) jalan terus.

Mahathir berjanji akan mengembalikan uang rakyat yang disalahgunakan rezim Najib dalam skandal 1MDB itu. Tanpa menyebutkan nilainya, pemimpin kelahiran Alor Setar, Negara Bagian Kedah, itu bersumpah bakal mengembalikan sebanyak mungkin. Imigrasi Malaysia juga sudah mencekal paspor Najib dan sang istri. Sejak Sabtu (12/5), mereka praktis tidak bisa meninggalkan Malaysia.

(hep/ttg)