CAT Belum Eliminasi Perserta, Mantan Pimpinan Bawaslu Raih Nilai Tertinggi

Senin, 21 Mei 2018 - 11:11:49 - Dibaca: 770 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Calon anggota Bawaslu Provinsi Jambi telah mengikuti Computer Assisted Test di Kampus STIKOM Dinamika Bangsa, Minggu (20/5) kemarin. Tes ini merupakan seleksi pertama setelah dokumen pendaftar dinyatakan memenuhi syarat untuk mengukuti seleksi.

Manariknya, sejumlahwajah lama menjadi peraih nilai tertinggi pada tes CAT tersebut. Mereka adalah Ribut Suwarso diperingkat pertama, disusul Alfadli kedua, Wein Arifin ketiga dan Desy Ariyanto keempat dan kelima Dedi Sastra Putra.

Peringkat berikutnya yakni M Yasin, M Orinaldi, Beri Hermawati, Dani Saputra, Ahmad Solohin, Zamhuri, Raden Saharuddin, Hamdi, Daniel Saputra, Herry Joko Martanto. Ada juga Fachrul Rozi, Riance Juscal, M Huzairi, Zawawi, Jumiral Lestari, A Rahim, Suherman, Yuspianto, Dailami, Khoirina, Mardiyana, Eko Satria Hadi, Bayu Noffirja, Rijaluddin, Jon Hasmika dan Alfian.

Hanya saja, CAT yang dikuti 31 nama ini belum mengeliminasi peserta. Soalnya, nilai CAT akan diganungkan dengan tes psikologi dengan menggandeng Polda Jambi. “Jadi berbeda dengan sebelumnya, kalau dulu CATsudah menyisihkan peserta, sekarang digabung dengen psikologi,” ujar Ketua Timsel, Prof. Dr. Hasbi Umar, MA. Ph.D.

Hasbi menyebtukan sesuai aturan perserta yang mengikuti Computer Assisted Test (CAT) dan tes Psikologi seharunya ada 30 nama. Namun Timsel memutuskan 31 nama dikarenakan beberapa peserta mendapatkan skor sama.  “Ada yang nilainya sama. Dalam ketentuan boleh kita jadikan satu. Dalam ketentuan juga membolehkan,” ujarnya.

Sejak penerimaan berkas, kata Hasbi Umar, ada 44 orang pendaftar yang memasukkan dokumennya di sekretariat Timsel. Setelah dilakukan seleksi sesuai juknis Bawaslu RI, Timsel mengeleminasi 13 orang. “Pendaftarnya ada 44 orang. Sisanya skornya tidak memenuhi standar,” katanya.

        Hasbi menegaskan, beberapa orang yang tidak lolos dikarenakan tidak memenuhi persyaratan seperti belum cukup umur dan beberapa kekurangan dokumen lainnya. “Ada yang tidak melampirkan surat keterangan bebas Nakoba, surat keterangan kesehatan dan sebagainya,” katanya.

        Lalu berapa nama yang akan tersisa? Hasbi mengungkapkan, dari juknis yang diterima pihaknya, 31 nama ini akan menjadi 16 besar. Nama itu akan mengikuti seleksi berikutnya yakni kesehatan. “Dari 31 ini menjadi 16 besar. Petunjuknya seperti itu,” tukasnya.

(aiz)