Kereta Bandara Minangkabau Diresmikan

Selasa, 22 Mei 2018 - 11:15:24 - Dibaca: 826 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Jumlah kereta bandara di Indonesia kembali bertambah. Hal itu menyusul diresmikannya penggunaan kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Sumatera Barat oleh Presiden Joko Widodo, kemarin (21/5). Kereta BIM merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia.

Seperti diketahui, sebelum bandara BIM, ada dua kereta bandara yang yang sudah memiliki kereta. Yakni KA Bandara Kualanamu Sumatera Utara dan KA Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. KA bandara ini diberi nama KA Minangkabau Ekspres dan sudah beroperasi perdana pada 1 Mei 2018.

Presiden Jokowi mengatakan, dengan adanya kereta bandara ini, diharapkan bisa merubah budaya masyarakat. Di mana masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri menggunakan angkutan masal dibandingkan kendaraan pribadi. Sehingga bisa mengurangi kemacetan, seperti halnya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

”Kenapa kereta dibangun di Jakarta Kota ke Bandara? Karena kita ingin mengurangi mobil pribadi. Kita ingin orang naik transportasi massal, busway, kereta, sebentar lagi ada MRT dan LRT,” ujarnya saat meresmikan

Jokowi menambahkan, tanpa adanya perubahan budaya di masyarakat, cepat atau lambat, jalanan akan terkena macet. “Tanpa itu pasti di seluruh dunia pasti akan macet. Di Sumatra Barat khususnya di Kota Padang, kita ingin hal yang sama (pindah ke angkutan massal)," imbuhnya.

Untuk mendukung penggunaan KA bandara di padang, harga yang dipatok pun dibuat semurah mungkin. Yakni hanya Rp. 10 ribu untuk sekali jalan. Apalagi, lanjutnya, berbeda dengan kereta bandara di Jakarta, kereta bandara di Padang dibiayai dari APBN, bukan swasta.

”Di sini tiket tercantum Rp10 ribu. Artinya apa? Ya sangat murah sekali. Kalau Bapak, Ibu naik mobil ke airport, mungkin 1 jam. Hitung saja bensin berapa,” ucapnya.

Terdapat empat stasiun pemberhentian kereta api bandara ini, yakni Stasiun Padang, Tabing, Duku, dan Bandara Internasional Minangkabau. ”Jadwal keberangkatan mulai pukul 06.15 sampai pukul 16.20 WIB dari Stasiun Padang dan mulai pukul 07.40 sampai pukul 17.55 WIB dari Stasiun BIM,” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin.

Satu rangkaian KA Bandara terdiri dari empat kereta yang dapat mengangkut 348 penumpang. Sarana KA Bandara ini dilengkapi fasilitas yang mengakomodir penumpang berkebutuhan khusus. Budi mengatakan untuk mendukung pengoperasian KA Bandara Internasional Minangkabau, telah disiapkan 1satu trainset Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) produksi PT. INKA.

”Pembangunan KA Bandara Minangkabau Ekspres telah dimulai sejak tahun 2012 sampai akhir tahun 2017. Jalur KA Bandara Internasional Minangkabau (KA BIM) membentang sepanjang  22,7 Km dari Stasiun Padang hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau,” tuturnya.  Pembiayaan pembangunan KA Bandara ini bersumber dari APBN dengan alokasi anggaran sebesar Rp 300 Milyar.

Budi mengatakan Pengoperasian KA Bandara Minangkabau Ekspres ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan jasa transportasi KA yang handal, aman, nyaman, dan terjangkau. ”Melalui integrasi antar moda transportasi yang efisien, akan terbuka peluang besar di sektor perdagangan, industri, pariwisata dan investasi di wilayah Sumatera Barat,” ujar mantan Direktur Angkasa Pura II itu.

Sementara itu President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan untuk mempermudah mobilisasi penumpang dari stasiun KA Bandara menuju terminal, kami menyediakan skybridge. ”Skybridge dengan panjang 202,5 meter ini akan memberikan kenyamanan bagi penumpang untuk berpindah lokasi dari stasiun KA bandara menuju terminal begitupun sebaliknya,” ujarnya.

KA Bandara bukan satu-satunya pengembangan pada Bandara Internasional Minangkabau. ”Kita sedang melakukan pengembangan ultimate pada bandara ini, selanjutnya yang sedang dilakukan adalah penambahan taxiway dan ekspansi kapasitas terminal penumpang kurang lebih 250 persen dari kondisi existing yaitu 2,3 juta penumpang pertahun menjadi 5,7 juta penumpang per-tahun,” ujar Awaluddin.

(lyn/far)