Ayah Digorok Demi Warisan, Sempat Berduel, Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 - 11:25:21 - Dibaca: 794 kali

Google Plus Stumbleupon


OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan sadis antara anak dan ayah di Tebo kemarin (21/5)
OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan sadis antara anak dan ayah di Tebo kemarin (21/5) / Jambi Ekspres Online

MUARATEBO - Diduga akibat harta warisan, Hendra (35) warga Kelurahan Wiroto Agung Kecamatan Rimbo Bujang Tebo tega menggorok ayah kandungnya Hambali (56) hingga tewas.

Peristiwa naas ini terjadi kemarin pagi (21/5) sekitar pukul 04.30 Wib di . Diawali dengan cekcok masalah harta warisan,  Pelaku dan korban akhirnya terlibat perkelahian mematikan dimana keduanya menggunakan pisau dan saling tusuk menusuk.

Hingga akhirnya korban yang penuh luka tusuk di sekujur tubuh pun berhasil dipegang pelaku dan langsung digorok hingga tewas.

Warga yang melihat kejadian tersebut tak sanggup untuk melerainya,  bahkan setelah berhasil menggorok ayah kandungnya itu, pelaku malah semakin brutal dan menyerang warga yang berusaha melerai dengan mengayun - ayunkan parang dan pisau yang dipegangnya.

Anggota kepolisian yang datang ke lokasi berusaha untuk mendinginkan situasi terhadap pelaku, karena pada saat itu pelaku menyekap korban. Karena tidak mau diajak kompromi malahan menyerang anggota yang berada di TKP, Polisi pun terpaksa melepaskan 3 kali tembakan peringatan namun juga tak dihiraukan oleh pelaku.

Terpaksa Polisi pun melumpuhkan pelaku dengan dua kali tembakan dikarenakan pelaku semakin membahayakan dan mengancam keselamatan orang banyak. Pelaku tewas saat perjalanan ke RSU Tebo akibat pendarahan pada luka tembak di bagian kaki dan perut.

Terkait kejadian teraebut,  Kapolsek Rimbo Bujang Iptu Rezka Anugras saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Pelaku dengan korban benar Ayah dan anak kandung, keduanya tewas," ujar Kapolsek Rezka.

Sementara itu, keterangan dari salah satu tetangga korban, Budi, bahwa pelaku tidak tinggal di Rimbo Bujang. Tetapi tinggal bersama ibunya yang merupakan istri pertama korban di Jawa.

"Pelaku cuma sesekali pulang ke Rimbo Bujang bersama dengan ayahnya yang tinggal bersama istri muda," ujar Budi.

Selain itu, pelaku juga memiliki kelainan mental. Sementara, korban orang tempramental. Pasalnya, seminggu yang lalu juga terlibat pembacokan di salah satu SPBU di Rimbo Bujang.

Korban sendiri kesehariannya menjual minyak bensin eceran di dekat rumahnya. Jadi, permasalahan ini diduga akibat tanah warisan yang di Jawa dijual korban.

"Jadi pelaku marah. Selain itu korban juga tidak peduli dengan anak-anaknya di Jawa. Dia hanya peduli dengan anaknya di Tebo," bebernya.

Karena tanah warisan di Jawa dijual, jadi pelaku marah dan kembali ke Rimbo Bujang. Minggu malam terjadi cek-cok yang berujung ke perkelahian maut. Sang ayah tewas mengenaskan.

(bjg)