3 Beruntun, 13 Sepanjang Sejarah

Senin, 28 Mei 2018 - 10:29:27 - Dibaca: 577 kali

Google Plus Stumbleupon


SEJARAH BARU: Pemain Real Madrid meluapkan kegembiraan usai mempertahankan trophy Liga Chmapion untuk ketiga kailnya pada laga final di NSC Olympiysky Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB
SEJARAH BARU: Pemain Real Madrid meluapkan kegembiraan usai mempertahankan trophy Liga Chmapion untuk ketiga kailnya pada laga final di NSC Olympiysky Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB / Jambi Ekspres Online

REAL Madrid menasbihkan diri sebagai juara Liga Champions musim 2017/2018 setelah menaklukkan Liverpool 3-1 pada laga final di NSC Olympiysky Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. Ini merupakan gelar ketiga Madrid secara beruntun atau yang ke-13 sepanjang sejarah.

Seperti sudah diprediksi, kedua tim memainkan sepak bola menyerang. Liverpool mendapat peluang emas pertama. Roberto Firmino menguasai bola di kotak penalti lalu melepas tendangan keras yang masih bisa diblok Sergio Ramos.

Bola Rebound disambut Trent Alexander-Arnold dengan sepakan mengarah ke gawang yang masih bisa diamankan Keylor Navas.

Di pertengahan babak pertama, Mohamed Salah mengalami cedera setelah berjibaku dengan Sergio Ramos. Bomber andalan Liverpool itu pun harus diganti Adam Lallana.

Dari kubu Real Madrid, bek sayap Dani Carvajal juga ditarik keluar digantikan Nacho karena cedera.

Sementara itu, Karim Benzema sempat menjebol gawang Liverpool jelang babak pertama berakhir, usai memaksimalkan bola rebound hasil sundulan Cristiano Ronaldo.

Namun gol tersebut dianulir wasit karena Benzema dianggap offside saat Ronaldo menyundul bola.

Di awal babak kedua, Isco hampir saja membuka keunggulan bagi Real Madrid. Sayang sepakannya ke gawang yang sudah kosong hanya mengenai mistar.

Pendukung Los Blancos akhirnya bersorak girang setelah Loris Karius melakukan blunder dan membuat Karim Benzema membuka keunggulan Madrid, pada menit 51.

Gol yang tak terduga. Karius bermaksud melempar bola ke rekannya, tapi dihalangi Benzema. Bola mengenai kaki penyerang asal Prancis itu dan bergulir masuk ke gawang Liverpool. 1-0 untuk El Real.

Tapi keunggulan Madrid tidak bertahan lama. Menit 55, Sadio Mane menyamakan skor setelah menyontek sundulan Lovren di mulut gawang Keylor Navas. 1-1 kedudukan sama kuat.

Pada menit 61, Zidane memasukkan Gareth Bale untuk menggantikan Isco yang sepanjang laga pergerakannya mendapat pressing ketat dari para pemain Liverpool.

Baru tiga menit menginjakkan kakinya di lapangan, Bale langsung memberikan efek positif. Umpan silang Marcelo disambut Bale dengan tendangan salto dan membuat Karius hanya bisa melongo melihat bola masuk ke gawangnya. 2-1 Madrid kembali memimpin.

Liverpool tak mau menyerah begitu saja. Kombinasi Wijnaldum dan Mane diakhiri penyerang Liverpool itu dengan sepakan keras yang hanya mengenai tiang gawang.

Alih-alih menyamakan skor, Liverpool malah kembali kebobolan. Dan lagi-lagi Karius jadi biangnya.

Sepakan Bale dari jarak jauh seharusnya bisa ditangkap kiper Liverpool itu. Apa lacur, tangkapan Karius tak sempurna dan malah bergulir masuk ke gawang sendiri. 3-1 Madrid menggandakan keunggulan.

Upaya Liverpool mencetak gol di sisa waktu yang ada tak membuahkan hasil. Real Madrid mampu menjaga keunggulannya sekaligus memastikan diri sebagai kampiun Liga Champions 2017/18.

Ini merupakan gelar ketiga Real Madrid secara beruntun. Dan merupakan rekor baru di kompetisi ini sejak berganti nama menjadi Liga Champions.

‘‘Tak ada kata (untuk melukiskannya),’‘ kata Zidane usai pertandingan. ‘‘Seperti kata para pemain, kami harus menikmati momen ini. Kami membuat sejarah dan harus menikmati pengalaman ini.’‘

Zidane hanya menempatkan Gareth Bale sebagai cadangan di laga itu. Ternyata pemain Wales itu menjadi penentu kemenangan Madrid dengan dua golnya, termasuk satu gol indah dari tendangan salto.

‘‘Bale masuk dan melakukan apa yang dia lalukan. Apa lagi yang kalian ingin saya katakan,’‘ kata Zidane. ‘‘Ini adalah final semua orang, tapi juga finalnya (Bale).’‘

Real Madrid diuntungkan oleh dua blunder kiper lawan, Loris Karius, yang berbuah gol Karim Benzema dan Bale. ‘‘Itu biasa terjadi dalam pertandingan,’‘ kata Zidane. ‘‘Kami tetap percaya dengan peluang kami, meski mereka sempat menyamakan kedudukan.’‘

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengakui permainan timnya menjadi tak lagi segairah seperti di menit-menit awal. Intensitas tekanan yang dilakukan The Reds diakuinya menurun pasca keluarnya Mohammad Salah.

‘’Tentu itu (cederanya Salah) adalah momen besar dalam pertandingan. Saya tahu jika Anda berkata demikian setelah kalah, Anda terdengar seperti pecundang yang buruk,” kata Klopp seperti dikutip situs resmi klub.

Terkait pelanggaran yang dilakukan Ramos, pelatih asal Jerman itu menilai bahwa apa yang dilakukan kapten Real Madrid itu tergolong pelanggaran kasar. Dia juga menyebut cedera yang dialami Salah sangat serius.

 “Menurut saya itu sebuah pelanggaran yang kasar, sedikit seperti gulat. Sayangnya Mo (Salah) jatuh dengan bahunya lebih dulu. Itu adalah cedera serius, sangat buruk, cedera yang benar-benar serius.”

“Para pemain kami jelas terlihat syok, permainan kami menjad sedikit turun dan Real mencoba memanfaatkannya sebagai momentum (untuk mencetak gol).”

Namun menurut Klopp, penyebab kekalahan timnya bukan semata karena Salah keluar. Ada beberapa faktor lain, termasuk dua gol Real Madrid yang terjadi akibat blunder fatal yang dilakukan oleh kiper Loris Karius.

“Momen menentukan lainnya adalah gol. Gol-golnya cukup aneh, begitulah. Kita semua tahu hasilnya 3-1 untuk Real Madrid dan itulah mengapa kami jelas tidak berada di mood terbaik,” kata Klopp.

(jpg)