5 Pemondokan untuk CJH Jambi, Kloter 6 Terdekat, Kloter 5 Terjauh

Rabu, 06 Juni 2018 - 10:03:43 - Dibaca: 1404 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah melakukan qur’ah atau pengundian pemondokan haji untuk wilayah Mekah 1439 H/2018.

Khusus tahun ini, jarak terdekat pemondokan berkisar 708 meter dari Masjidil Haram. Sedangkan jarak terjauh sekitar 4.300 meter (4,3 km).

Infografis Pemondokan Haji 2018

Berdasarkan data qur’ah yang beredar, jemaah Indonesia akan ditempatkan pada tujuh wilayah pemondokan. Terdekat Rei Bakhsy. Jaraknya, 708 meter hingga 1,9 km dari Masjidilharam. Di wilayah tersebut terdapat 15 hotel. Total kapasitas 13.314 jemaah.

 Lokasi terjauh dari Masjidilharam adalah pemondokan di wilayah Aziziah. Jaraknya 2,6 km sampai 4,3 km. Di sana terdapat 19 hotel. Kapasitas total 23.420 jemaah (Lihat grafis, red).

Bagaimana dengan Jambi? Sedikitnya ada lima pemondokan yang diisi oleh Calon Jemaah Haji (CJH) Jambi. Lima pemondokan ini akan ditempati oleh enam kelompok terbang (kloter), plus satu kloter gabungan dengan CJH asal Batam. 

‘‘Ada kloter CJH Jambi yang menempati pemondokan Rey Bakshy dan Aziziah, artinya terdekat dan terjauh,’‘ ujar Humas Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, M Thoif saat dikonfirmasi koran ini kemarin (5/6).

Artinya jarak yang harus ditempuh CJH asal Jambi adalah 708 meter hingga 4,3 Km menuju Masjidil Haram. Namun untuk pemondokan yang terjauh Thoif menyebut CJH tidak perlu khawatir karena sudah ada bus yang mengantar mereka.

‘‘Untuk yang jauh ada bus , yang paling dekat bisa jalan juga, jadi tidak perlu khawatir,’‘ katanya.

Adapun penyebaran pemondokan untuk enam CJH Jambi yakni yang terdekat ditempati oleh Kloter enam atau dengan nama makhtab BTH 25 akan menempati pemondokan Rei Bakshy. Dengan jarak hanya 708 meter hingga 1,9 Km jarak terjauh dari Masjidil Haram.

Selanjutnya Pemondokan Misfalah yang berjarak 1,3 KM sampai 2,3 KM akan ditempati oleh Kloter 3 dan 4 atau dengan nomor BTH 22 dan 23.

          Sedangkan Kloter 1 dan 2 akan menempati Pemondokan Syisyah dengan jarak 2,4 KM sampai 4,3 KM dari komplek Masjidil Haram. Jarak terjauh akan ditempati oleh kloter 5 BTH 24 pada pemondokan Aziziah yang jarak tempuhnya mencapai 2,6 km hingga 4,3 Km.

‘‘Sedangkan untuk Kloter 7 atau BTH 26 karena gabungan tidak dilakukan Qur’ah, dan ditunjukkan akan menempati pemondokan Jarwal,’‘ ujar Thoif.  

Diketahui kloter ini merupakan gabungan dari Kepulauan Riau dan Provinsi Jambi. Jambi mendominasi dengan menyertakan jamaah dari Sarolangun dan Jambi didalamnya. 

Tercatat dari dari enam kloter ini terdapat jumlah CJH sebanyak 2.700 jamaah. Sedangkan 199 Jamaah akan terbang bersama Jamaah Haji asal Kepulauan Riau.

Sementara untuk Jamaah lansia dan berkursi roda Thoif menyebut belum terdata secara keseluhan dan terbarukan. ‘‘Nanti jelas setelah berbearengan dengan terbitnya Manifest,’‘ ujarnya.

          Mengenai hotel sendiri, CJH asal Jambi kloter 1,2 dan 3 dibagi ditempatkan di dua hotel. Sedangkan tiap Kloter tersisa akan menempati satu hotel pada tiap wilayah pemondokan.

Seperti diketahui untuk CJH Jambi akan melewati rute Embarkasi Haji Antara kemudian Batam. Dengan rute selanjutnya dari Batam menuju Jeddah lalu berangkat ke Medinah.

          Sesuai rencana jadwal perjalanan haji, penerbangan perdana JCH Indonesia dimulai 17 Juli nanti. Artinya, jemaah akan masuk asrama haji mulai 16 Juli. Sedangkan, gelombang kedua fase keberangkatan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 30 Juli sampai dengan 15 Agustus mendatang.

 Sementara fase kepulangan akan dimulai dari tanggal 27 Agustus hingga 25 September. Sementara untuk di Jambi, Kloter pertama akan diberangkatkan pada 7 Agustus , hingga berturut-turut sampai tanggal 13 Agustus untuk kloter selanjutnya. Dan baru menginjakkan kaki kembali ke Indonesia pada 19 hingga 25 September 2018

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Nizar Ali mengatakan meski ada pengundian, JCH yang berangkat pada kloter awal, penempatan pondoknya tidak melewati proses undian.

 Mereka akan ditempatkan di lokasi terdekat dengan Masjidilharam. Tujuannya mengantisipasi masalah transportasi pasca puncak haji. Tahun sebelumnya, jemaah kesulitan dalam hal transportasi. ‘‘Inilah prinsip keadilan dalam konsep qur’ah, dimana tahun ini diharapkan tidak ada lagi kesulitan untuk jemaah,’‘ tandas Nizar.

 Nantinya, jemaah yang berada di dekat Masjidilharam bisa berjalan kaki, tidak harus menunggu bus saat akan menyelesaikan tawaf ifadah dan tawaf wada' menjelang kepulangan.

 Ditambahkan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Sri Ilham Lubis sebagai ketua panitia, pengundian pemondokan merupakan rangkaian kegiatan penyelenggaraan ibadah haji.

 Dilakukannya qur’ah tersebut untuk memastikan penempatan jemaah haji Indonesia di Mekah. Jemaah yang lokasi pemondokannya berjarak lebih dari 1,5 km dari Masjidilharam akan dilayani angkutan bus khusus. Fasilitas itu diberi nama layanan bus sholawat.

 Hasil qur’ah ini, lanjut Sri Ilham, akan disosialisasikan ke jemaah, baik melalui Kanwil Kemenag Provinsi maupun website Kemenag. Proses qur’ah sendiri berlangsung tiga hari, 30 Mei hingga kemarin (1/6). ‘‘Untuk penempatan di Medinah, akan disesuaikan dengan kedatangan jemaah,’‘ katanya.

(aba/jpg)