Sepanjang 2017 Kumpulkan Dana Zakat Rp 138 M, Naik Rp 28 Dibanting Periode 2016

Sabtu, 09 Juni 2018 - 10:38:03 - Dibaca: 1081 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Hasil audit keuangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat 2017 sudah resmi keluar. Hasilnya Baznas mendapatkan opini laporan keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP). Selama 2017 Baznas pusat berhasil meningkatkan pengumpulan dana zakat, hingga terkumpul Rp 138 miliar.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan raihan pengumpulan zakat khusus untuk Baznas pusat sebesar Rp 138 miliar itu meningkat dibanding periode sebelumnya. Catatan Baznas sebelumnya menyebutkan, pada periode 2016 mereka berhasil mencatatkan dana pengumpulan zakat sebesar Rp 110 miliar. Artinya ada kenaikan sekitar Rp 28 miliar.

Menurut Bambang ada beberapa faktor yang membuat peningkatan penghimpunan atau pengumpulan dana zakat. Diantara yang paling utama adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat. ’’Audit keuangan seperti ini, tujuannya untuk akuntabilitas dan peningkatan kepercayaan dari masyarakat,’’ katanya di kantor Baznas kemarin (8/6).

Faktor lainnya adalah sejumlah invoasi pengumpulan zakat yang dilakukan oleh Baznas pusat. Diantaranya adalah layanan kemudahan membayar zakat memanfaatkan perkembangan teknologi serta pesatnya kemajuan financial technology (fintech) di Indonesia. Seperti pembayaran zakat dengan mulai melalui pemindaian barcode via aplikasi Go-Pay miliki Go-Jek. Lalu penggalangan zakat melalui kitabisa.com serta layanan sejenis lainnya.

Mantan Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan Nasional itu menjelaskan, ke depan pembayaran zakat yang mudah melalui perkembangan teknologi sangat berperan besar. Saat ini pembayaran zakat memang masih didominasi pembayaran dengan cara konvensional. Tetapi ke depan pembayaran zakat berbasis digital akan terus meningkat.

Pada kesempatan ini Bambang juga mengingatkan sejumlah Baznas daerah yang belum melakukan audit keuangan secara berkala. ’’Alasannya itu adalah anggapan bahwa audit keuangan butuh biaya besar. Padahal tidak,’’ jelasnya.

Bambang menjelaskan audit keuangan perlu dilakukan oleh Baznas pusat maupun daerah. Dia menjelaskan sejumlah Baznas daerah sudah melakukan audit keuangan. Diantaranya adalah Baznas provinsi Riau, Banten, Jawa Barat, dan NTB.

Saat ini audit keuangan Baznas periode 2017 dilakukan oleh kantor akuntan publik AR Utomo. Ahmad Toha, perwakilan dari kantor akuntan publik AR Utomo mengatakan meraih laporan keuangan dengan opini WTP itu tidak muda. ’’Proses auditnya tiga bulan,’’ jelasnya. Dia bersyukur karena selama proses audit kerjasama antara tim dari Baznas dengan tim auditor berjalan dengan baik.

(wan)