Masa Tenang, Rawan Dimanfaatkan, Kandidat Pilih Jalankan Tugas dan Penguatan Internal

Senin, 25 Juni 2018 - 13:33:52 - Dibaca: 901 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci, Merangin dan Kota jambi tinggal menghitung hari. Bahkan, aktivitas pesta demokrasi lima tahunan itu sudah memasuki masa tenang kampanye yang dimulai, Minggu (24/6) kemarin.

 

"Meski tenang, justu masa tenang ini cukup rawan. Perubahan bisa terjadi secara mendadak dengan adanya kejadian luar biasa", Jafar Akhmad - Pengamat Politik

 

Ketua Tim partai koalisi Abdullah Sani-Kemas Alfarizi, M. Fauzi mengatakan jika tidak ada kegiatan berat yang dilakukan jagoannya. Menghadapi minggu tenang, Abdullah Sani-Kemas Alfarizi hanya menerima tamu di kediaman masing-masing. "Tidak ada kegiatan, pak Sani dan Izi hanya di rumah. Kita ingin minggu tenang memang fokus untuk 27 nanti," ujarnya.

Fauzi menyebutkan jika beberapa undangan warga di kawasan mayang harus di batalkan agar tidak lagi melakukan aktivitas kampanye. "Tapi alhamdulilah warga bisa memahami. Karena ini sudah memasuki masa tenang," katanya.

Mengenai kesiapan pemenangan, dalam beberapa hari kedepan pemantapan saksi terus dilakukan. Termasuk memberikan pembekalan agar bisa be tugas dengan baik pada pemungutan suara. "Semuanya sudah siap, termasuk saksi. Tinggal pembekalan saja agar lebih mantap," ucapnya.

Soal target, Fauzi tetap optimis kemenangan ada di pihaknya. Meski tidak ada target, dirinya yakin bisa merebut suara terbesar dan menjadi pemenangan. "Kita lihat saja hasilnya. Kita juga sudah bentuk tim Ciber jika ada money politik," bebernya.

Direktur Pemenangan Fasha-Maulana, H. Rahman Dila mengaku menghadapi masa tenang pihaknya ikut secara bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Tidak ada lagi aktivitas kampanye dari tim maupun pasangan calon Fasha-Maulana. “Kita fokus diitenrnal saja. Tidak ada kegiatan diluar, temasuk untuk pasnagan calon,”  katanya.

Rahman Dila menyebutkan, sejuah ini pematangan diinternal tetap dilakukan agar bisa memenangkan pertarungan. Sehingga pihaknya memilih untuk menjaga wilayah suara masing-masing. “Untuk saksi semuanya sudah kita bekali, terkahir semua kita kumpulkan agar mendapatkan pemahaman yang sama,” ucapnya.

Terkait adanya klaim dukungan arus bawah dari pasangan Sani-Izi, Rahman Dila mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi. Menurutnya, masyatakat sudah menyadari dan melihat pembangunan Kota Jambi, buah tangan dari Sy Fasha.

“Silakan saja kalau mau klaim, kita yakin masyarakat tau siapa yang bekerja. Insya Allah kita unggul 65-70 persen di Pilwako nanti,” bebernya.

Sementara Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, sebagai kandidat calon Wali Kota 2018-2022, saat ini dirinya tengah memasuki minggu tenang. Menjelang 27 Juni pesta demokrasi pemilihan Wali Kota Jambi 2018, banyak agenda Wali Kota yang sudah disusun Protokol dibatalkannya.

"Ini minggu tenang. Jangan sampai nanti kegiatan sebagai Wali Kota disalah artikan. Makanya ada beberapa kegiatan yang dibatalkan," kata Fasha, usai serah terima nota pelaksanaan tugas dari Pjs Wali Kota Jambi di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Fasha mengungkapan, pada hari pertama (Hari ini, red) ia kembali masuk, hanya ada beberpa kegiatan saja yang dilakukan. "Besok (hari ini, red) hanya Apel, Halal Bihalal. Sianggnya mau rapat koordinasi bersama Forkompimda. Kita mau tau bagaimana pengamanan Pilkada dari Polresta juga," imbuhnya.

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, pada hari pelakasaan pencoblosan nanti, pihaknya akan melakukan Sidak. Ada tiga tim yang dibuat. "Setelah mencoblos, saya akan keliling. 3 tim nanti. Saya, Wawako dan Plt Gubernur," terangnya.

Disamping itu, di Pilkada Merangin pasangan Ahmad Fauzi Ansori melakukan kegiatan penguatan internal tim untuk menghadapi hari pencoblosan. Ini untuk memastikan agar dukungan bisa diperoleh pada pemungutan suara.

"Yang jelas tidak ada lagi proses kampanye karena sudah memasuki masa tenang, tinggal lagi kami akan memperkuat internal tim untuk menghadapi hari pencoblosan nanti," ujar Muchlisin, Ketua Media Center Fauzi Ansori-Sujarmin.

Kemudian pasangan Al Haris-Mashuri menyerahkan semuanya ke tim pemenangan. Sejuah ini dirinya ingin fokus kembali mengabdi untuk menjalakan roda Pemerintahan Kabupaten Merangin.

"Semuanya sudah saya serahkan ke tim, yang jelas saat ini saya sudah menjabat kembali menjadi Bupati Merangin maka dari itu saya ingin fokus kembali menjalankan roda Pemerintahan," ujar Al Haris.

Sedangkan pasangan Nalim-Khafidh juga disibukan dengan melakukan penguatan terhadap internal tim demi memastikan kemenangan. "Seluruh tahapan sudah kita lewati, karena saat ini sudah memasuki masa tenang kami akan berusaha semaksimal mungkin memperkuat internal tim dan beberapa usaha lain demi memastikan pasangan Nalim-Khafidh 27 Juni 2018 nanti," kata Selamet Edi Sucipto, tim pemenangan Nalim-Khafid.

          Berikutnya, pada masa tenang Pilkada Kerinci calon Bupati Kerinci nomor urut 2 Adirozal, dan calon Bupati Kerinci nomor urut 3 Zainal Abidin, kembali aktif masuk kantor menjalankan tugas seperti biasanya. Sementara calon Bupati nomor urut 1 Monadi, akan memanfaatkan waktu masa tenang untuk berikhtiar dan doa bersama.

Ketua tim pemenangan paslon nomor urut 1, Sartoni, dikonfirmasi mengatakan bahwa selama masa tenang Pilkada ini, pihaknya akan memanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan berkoordinasi terus dengan tim. "Kita akan terus melakukan evaluasi, agar lebih solid, untuk meraih kemenangan pada Pilkada Kerinci nantinya," ujar Sartoni. "Selanjutnya kami juga akan melakukan doa bersama," tambahnya.

Sedangkan calon Bupati Kerinci, Zainal Abidin mengaku  bahwa dirinya kembali aktif dan mulai masuk kerja menjalankan tugasnya sebagai wakil Bupati Kerinci.

Sementara untuk tim, diakuinya bahwa sudah solid, dan terus berjalan sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk memenangkan paslon nomor urut 3 di Pilkada Kerinci. "Tim sudah solid, dan terus berjalan lancar. Bahkan, masing-masing dari mereka banyak yang berinisiatif melaksanakan shalat hajat agar paslon nomor urut 3 menang, dan juga Pilkada Kerinci damai," katanya.

Begitu juga dengan calon Bupati Kerinci nomor urut 2, Adirozal, yang mengatakan bahwa selama masa tenang Pilkada ini, dirinya mulai masuk kantor menjalankan tugas seperti semula sebagai Bupati Kerinci.

Selain itu, ketika adanya waktu luang, dirinya juga akan memanfaatkan untuk menerima tamu untuk bersilaturrahmi. "Karna sudah mulai masuk kerja seperti semula, kemungkinan pada hari menjelang pencoblosan kita akan memantau TPS agar Pilkada Kerinci berjalan lancar. Saya juga menghimbau kepada masyarakat, agar menciptakan Pilkada Kerinci yang aman dan damai," tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Jafar Ahmad mengatakan fungsi masa tenang agar Pemilu bisa berjalan dan tidak ada aktivitas yang memancing masalah. Hanya saja, masa tenang merupakan masa kritis yang rentan dimanfaatkan para kandidat.

“Meski tenang, justu masa tenang ini cukup rawan. Perubahan bisa terjadi secara mendadak dengan adanya kejadian luar biasa,” katanya.

Salah satunya yakni intervensi dan intimidasi terhadap pemilih bisa terjadi di masa tenang tersebut. Sehingga kemungkinan perubahan kekuatan masih bisa berubah dengan adnaya kejadian luar biasa seperti money politik dan sebagainya. “Jadi ini yang perlu diwaspadai. Beberapa kemungkinan masih bisa berubah meskipun suasan terlihat dingin,” sebutnya.

Namun demikian, jelang pemungutan suara dilakukan para pemilih yang sudah menentukan pilihan juga cukup besar. Pemilih seperti itu sudah tidak bisa dipengaruhi karena memiliki keterikatan kuat dengan para kandidat. “Kalau yang kemungkinan berubah itu sekitar 15 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, dari pengalaman yang terjadi selama ini perubahan pemilih itu terbagi secara profosional ke masing-masing calon. Sehingga tidak ada kadnidat yang mendapatkan dukungan perubahan itu secara signifikan. “Dukungan itu terbagi. Tapi mereka yang sudah menetukan pilihan biasanya menetap,” terangnya.

(aiz/wwn/adi/hfz)