Dua Harimau Terus Teror Warga, Bukit Kerman dan Gunung Raya

Selasa, 03 Juli 2018 - 08:29:15 - Dibaca: 469 kali

Google Plus Stumbleupon


CARI HARIMAU: Tim Mitigasi Konflik Satwa melakukan investigasi dan mencari jejak harimau di Kerinci yang terus terror warga.  
CARI HARIMAU: Tim Mitigasi Konflik Satwa melakukan investigasi dan mencari jejak harimau di Kerinci yang terus terror warga.   / Jambi Ekspres Online

KERINCI – Warga Bukit Kerman dan Gunung Raya tiga hari terakhir takut untuk melakukan aktivitas di kebun karena merasa diteror dua harimau. Beberapa desa di Bukit Kerman dan Gunung Raya sempat mengumumkan agar masyarakat berhati-hati.

 Kondisi ini membuat masyarakat resah, bahkan masyarakat dua Kecamatan yang sebagian besar berprofesi sebagai petani memilih enggan untuk datang ke kebunnya, karena takut diserang harimau.

“Masyarakat Talang kemuning ada yang melihat, jangan-jangan itu harimau yang menyerang sapi di Tanjung Syam beberapa hari lalu," ungkap Tarmizi, warga setempat.

Tidak hanya masyarakat Talang Kemuning, masyarakat desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya dan masyarakat desa Selampaung juga memilih tidak ke kebun kebunnya. "Hari ini (kemarin,red) kami juga tidak ke ladang, karena ada salah seorang warga yang mengaku melihat dua ekor harimau melewati lahan perkebunan warga, kami takut diserangnya," terang Jeki, warga Selampaung.

Atas kondisi ini, selaku masyarakat Kerinci, Dia berharap BBTNKS Kerinci bergerak cepat untuk segera menangkap harimau itu. "Agar tidak ada korban nyawa akibat serangan harimau, kami minta semua pihak yang bertanggungjawab bisa segera bertindak," pintanya.

Sementara itu, Kepala KPHP Kerinci Unit 1, Neneng, mengatakan, sejak adanya informasi penampakan harimau, Tim Mitigasi Konflik Satwa terdiri dari KPHP Kerinci Unit I, BKSDA Jambi, BBTNKS, PHS-KS dan FFI sudah turun ke hutan Bukit Kerman dan Gunung Raya, bahkan tim bermalam di beberapa lokasi yang berbeda guna menggali informasi akan keberadaan dari Harimau tersebut.

"Tim kita sudah turun sejak adanya informasi, penampakan harimau di Bukit Kerman dan Gunung sudah diinformasikan sejak tiga hari yang lalu. Bahkan beberapa desa sudah membuat pengumuman di masjid agar masyarakat jangan ke kebun dulu," ungkap Neneng.

Sejauh hasil patroli, lanjutnya tim Mitigasi Konflik Satwa mendapati sejumlah jejak di sejumlah hutan desa, beberapa diantaranya di Tanjung Syam dan beberapa lokasi lainnya.

"Untuk jejak di lokasi desa lempur dan sekitarnya tim masih melakukan investigasi, tim masing dilapangan," sebutnya.

(adi)