Tewas Ditikam Teman Sendiri, Ibu dan Adik Juga Jadi Korban

Sabtu, 07 Juli 2018 - 12:03:49 - Dibaca: 655 kali

Google Plus Stumbleupon


TEWAS: Kapolsek Telanaipura, AKP Tegus Patriot saat memperlihatkan pisau yang digunakan Eko menikam korban Wahyu saat ekspose di Mapolsek Telanaipura, kemarin (6/7).
TEWAS: Kapolsek Telanaipura, AKP Tegus Patriot saat memperlihatkan pisau yang digunakan Eko menikam korban Wahyu saat ekspose di Mapolsek Telanaipura, kemarin (6/7). / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Seorang warga RT 14, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, kemarin (6/7) tewas bersimbah darah. Dia adalah Wahyu (27). Dia tewas dihabisi Eko (23) yang merupakan tetangganya.

Tidak hanya Wahyu, ibunya Rohimah (49) dan adiknya Yogi juga menjadi korban keganasan pelaku. Rohimah tersayat pisau Eko di bagian dada, tangan kiri dan perut kanannya. Sedangkan Yogi, luka di bagian bahu kiri. Kini keduanya menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Telanaipura, AKP Teguh Patriot, saat dikonfirmasi di kantornya, kemarin (6/7) menyebutkan, pelaku sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan.

“Sekarang pelaku bersama dengan barang bukti sebilah pisau sudah kita amankan,” ujar AKP Teguh Patriot, kepada wartawan.

Menurutnya, pembunuhan ini terjadi karena perselisihan. Namun demikian pihaknya masih mendalami lagi motif dari pembunuhan yang menggegerkan warga Kota Jambi, ini.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka Eko saat menghabisi korban dalam kondisi mabuk. Namun, belum bisa memastikan apakah itu dipengaruhi obat-obatan terlarang atau minuman keras.

"Tapi dia kita periksa dalam kondisi sadar dan sedikit depresi atas perbuatan yang dilakukannya. Eko diganjar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, ancaman 12 tahun penjara,” jelasnya.

Terpisah, Rohimah, saat ditemui kediamannya bercerita bahwa dirinya tidak mengetahui permasalahan apa yang dialami keduanya. Awalnya dirinya hanya mendengar suara ribut antara pelaku dan anaknya.

"Aku pikir yang bebala abang sama adik. Rupanya anak aku sudah bedarah-darah di kamarnya,” kata Rahimah.

Melihat hal itu, dirinya mencoba untuk melerai. Namun, terkena sabetan pisau tersangka. Setelah itu, Eko mencoba kabur. Tak lama Yogi yang tengah tidur pun terbangun dan keluar dari kamarnya. Eko yang akan keluar rumah pun langsung menusuk pisaunya ke bahu kiri Yogi.

"Aku keluar kamar tu karna dengar ribut-ribu. Di situ aku langsung berpapasan dengan Eko," sebut Yogi.

Warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung mengamankan Eko.

Asep warga sekitar menyebutkan, dirinya baru mengetahui peristiwa itu sekira pukul 08.00 WIB setelah kejadian.

Sebelumnya, pemuda setempat sempat berkumpul semalam. "Eko sama Wahyu ni pulang. Mungkin mereka tidur di rumah Wahyu. Mungkin, paginya mereka sempat cekcok. Si Eko ini pulang. Ternyata dia pulang tu ngambil pisau. Di situlah terjadinya," terang Asep.

Dari kejadian itu, kata Asep, keluarga Eko sudah tak ada lagi di rumah. "Mungkin pergi menyelamatkan diri takut diamuk massa. Padahal adiknya mau nikah siang ni. Bisa jadi batal nikah," jelasnya. 

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 11.00 WIB, warga ramai memadati rumah duka. Korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Singkawang, Broni selepas Salat Jumat.

(pds)