Perang Bintang ke Senayan, Para Tokoh ‘Beken’ Bermunculan

Senin, 09 Juli 2018 - 10:29:59 - Dibaca: 644 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Persaingan untuk duduk di kursi  DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang tampaknya akan semakin sengit.

Pasalnya, sejumlah wajah baru, namun merupakan tokoh politik ternama di Provinsi Jambi akan ikut bertarung pada kontestasi Pileg 2019 itu.

Seperti mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) yang merupakan Gubernur Jambi periode 2010-2015. HBA diyakini bisa meraup jumlah suara maksimal di Jambi.

Kemudian ada nama Dipo Ilham dan Mahili yang sama-sama dari PAN dan memiliki basis masing-masing. Ada juga nama Doddi Sularso yang notabenenya sudah dikenal masyarakat karena pernah ikut bertarung 5 tahun lalu, kini maju dari PPP.

Cornelis Buston, Ketua DPRD Provinsi Jambi yang mengadu peruntungan ke senayan melalui Demokrat. Ia akan bersaing dengan anggota DPRD Provinsi Jambi lainnya yakni Zainal Abidin yang juga dari DEmokrat.  Ada lagi nama mantan Kadis Pendidikan Provinsi Jambi Rahmad Derita yang juga cukup percaya diri. Istri mantan Bupati Tanjab Barat dua periode Usman Ermulan, Esrita Usman juga kembali maju ke DPR RI melalui perauh PKS.

Di luar nama-nama beken itu, masih ada banyak lagi para tokoh Jambi yang siap merebut hati rakyat.

Para penantang ini tentu akan bersaing dengan para petahana, mereka adalah Sutan Adil Hendra (Gerindra), Saniatul Latifa (Golkar),  H Bakri (PAN), Ikhsan Yunus (PDIP), Zulfikar Achmad (Demorkat) dan Handayani (PKB), minus Elviana (PPP) yang kini maju untuk anggota DPD RI Dapil Jambi.

Pengamat Politik Indo Barometer, Hadi Suprapto, mengatakan, pertarungan Pileg 2019 untuk  Dapil Jambi kali ini akan semakin seru. Terutama munculnya sejumlah nama baru seperti HBA di partai Golkar.

‘‘Kalau berkaca dari kemaren, setiap partai hanya dapat masing-masing satu kursi. Namun sekarang, ada penambahan satu kursi untuk Dapil Jambi, artinya ada kemungkinan satu partai nanti yang bisa dapat dua kursi,’‘ katanya.

Dirinya memprediksi, kemungkinan besar partai politik yang bisa mendapat dua kursi di DPR RI itu yakni partai Golkar, jika dilihat dari calon-calon yang mereka usung.

‘‘Munculnya nama HBA ini saya rasa akan cukup berpengaruh di Golkar. Kalau partai yang lain sepertinya masih tetap satu kursi,’‘ bebernya.

Selain itu, lanjut Hadi, bergabungnya Doddi Sularso di PPP juga membuat pesta demokrasi ini semakin menarik. Menurutnya, jika PPP masih tetap ingin mempertahakan 1 kursi di DPR RI, Dodi Sularso harus berjuang keras untuk meraih suara.

‘‘Kalau Demokrat saya rasa untuk dua kursi agak berat. Itupun jika Zulfikar yang punya basis bulat di Muaro Bungo masih tetap maju. Tapi kalau yang basisnya di kota Jambi seperti Cornelis Buston dan Zainal Abidin, sepertinya agak berat. Karena di kota itu biasanya mencair,’‘ tambannya lagi.

Sementara calon incumbent seperti Bakri, Sutan Adil Hendra, Ikhsan Yunus, Hadi menilai, mereka masih tetap berpeluang mempertahankan kursi mereka di DPR Ri itu.

‘‘Karena mereka punya konsituen di berbagai daerah. Basisnya bisa dibilang merata,’‘ ujarnya.

Sedangkan untuk menentukan jumlah kursi yang akan dipartai, kata Hadi, masih tetap dihitung dari suara terbanyak. Tapi, saat ini akan dihitung dengan system saint lague murni.

‘‘Saint lague murni ini sistemnya kalau suara partai besar, maka bisa kemungkinan dapat dua kursi,’‘ tuturnya.

Pengamat Politik Jambi lainnya, Jafar Ahmad, menyampaikan, bahwa dirinya  telah melaksanakan survei beberapa kali di beberapa tempat untuk Pemilu 2019 mendatang, terutama di Kota Jambi, dan ini  bisa dijadikan salah satu parameter.

‘‘Untuk di Kota Jambi partai yang unggul itu PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN yang dianggap akan menempati posisi 5 besar partai teratas,’‘ katanya.

Untuk posisi teratas diantara beberapa partai itu nanti, kata Jafar, akan dipengaruhi oleh siapa calon yang muncul. ‘‘Jadi semakin populer dan semakin bagus calon di masing-masing partai itu mungkin akan merubah posisi suara,’‘ tambahnya.

Mahili, Wasekjen DPP PAN, mengaku siap untuk bertarung di pesta demokrasi itu. Bahkah, ia pun sudah melengkapi semua bahan pendaftaran sesuai aturan yang ditetapkan.

‘‘Tinggal lagi pihak partai yang akan mendaftarkan ke KPU. Memang direncanakan pendaftaran dilakukan serentak pada 12 Juli, sesuai dengan nomor urut kita yaitu nomor 12,’‘ katanya.

Sejauh ini, kata Mahili, yang sudah mendaftarkan diri di PAN untuk DPR RI Dapil Jambi, sudah ada 7 nama termasuk dirinya. ‘‘Diantaranya Bakri, Dipo, Rina Rusdi, terakhir itu ada dua perempuan informasinya sudah daftar. Tapi saya tidak tahu pasti namanya,’‘ jelasnya.

Dirinya pun mengaku optimis partai berlambang matahari biru itu akan menjadi peraih suara terbanyak di Pileg 2019 mendatangan.

‘‘Kalau di internal, Bakri basisnya di Timur, saya di tengah dan Dipo di bagian Barat. Artinya sudah kita kepung. Kemudian kita juga punya zonasi masing-masing, kita lebih focus dulu ke basis masing-masing terlebih dahulu. Baru di tempat yang lain,’‘ bebernya.

Mahili pun mengaku tak gentar menghadapi sejumlah tokoh politik ternama di Jambi yang ikut bertarung memperebutkan kursi DPR RI itu. Disebutkannya, bahwa dirinya akan berkompetisi secara sehat saja.

‘‘Semua para calon yang mendaftar sudah mempunyai perhitungan dan basis masing-masing. Tidak masalah dalam hal demokrasi kalah dan menang. Tidak perlu kita takuti, semuanya sudah ada yang menentukan. Yang penting kita berusaha,’‘ tukasnya. 

Pergerakan terus dilakukan oleh para kandidat, salah satunya Dipo Ilham. Pada Sabtu kemarin (7/7), Dipo menghadiri acara halal bi halal yang digelar oleh orang tuanya yang juga unsur pimpinan BPK RI, Rizal Jalil, dikediamannya di Kelurahan Dusun Baru, Kota Sungai Penuh.

Pada kesempatan itu, Dipo dalam sambutanya meminta restu kepada masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci untuk maju sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan. ‘‘Insya Allah saya akan maju untuk menuju Senayan pada 2019 mendatang, jadi saya minta restu dari masyarakat Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci,’‘ sebutnya.

Atas keinginan tersebut, dirinya pun langsung mendapat dukungan penuh dari Dua Kepala Daerah yakni Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri, dan Bupati Kerinci, Adirozal.

Seperti dikatakan Wako AJB, dimana menjawab keinginan dari Dipo Ilham Djalil untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, dirinya mendukung penuh keinginan tersebut.

Hal tersebut dijelaskannya, bahwa tradisi senanyan ini Pertana kali dimulai oleh Rizal Jalil, dengan berhasil 2 periode sacara berturut-turut. Dengan kehadiran Rizal Jalil di senanyan, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merasa sangat terbantu. ‘‘Kemudian setelah itu diselingi oleh Pak Ami Taher juga terbantu, dan sehingga saat ini terputus kita Kerinci Sungai Penuh tidak mempunyai kontak persen yang bisa memperhatikan terhadap daerah kita,’‘ ujar AJB.

Unyuk itu, AJB meminta masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, memahami proses demokrasi. Hari ini, Kerinci dan Sungai Penuh tidak punya wakil di senanyan sebagai tempat mengadu kondisi Kerinci dan Sungai Penuh. Ini persoalan yang minsling, ada rantai yang putus dari proses ini.

‘‘Kita masih tertolong oleh pak Rizal Jalil di BPK, yang selama ini membantu. Tapi kita tidak mempunyai wakil resmi, persoalan ini harus kita hadapi. Kami sebagai tokoh masyarakat Sungai Penuh, Bahwa kita harus mengahadirkan putra daerah di senanyan, secara kebutulan Dipo sudah aktif disana. Komunikasi beliau debgan pusat, dirjen sudah luar biasa,’‘ ucapnya.

‘‘Saya menghimbau sleuruh SKPD, Camat yang hadir, dan masyarakat Sungai Penuh untuk mendorong Dipo. Mari kita dukung, kita beri A plus atas keberanian beliau,’‘ tegas AJB.

Hal senada dikatakan Bupati Kerinci, Adirozal. Dimana, dengan kemampuan dan hubungan yang sudah terjalin bagus dengan pusat selama ini, maka dirinya meyakini Dipo bisa membantu pembangunan Kerinci dan Sungai Penuh.

‘‘Kita mendukung penuh niat Dipo sebagai wakil dari Kerinci dan Sungai Penuh di Senayan, karena telah terbukti selama ini ia mampu membawa beberapa bantuan dari pusat untuk Kerinci dan Sungai Penuh,’‘ singkatnya.

Hal senada juga tegaskan Dodi Sularso, Bacaleg yang akan maju dari perahu PPP. Dia optimis, pada Pileg 2019 ini PPP mampu meraih minimal satu kursi DPR RI.

“Insya Allah peluang cukup besar. Karena mesin partai di PPP ini memang bisa digerakkan. Saya sudah sangat nyaman di PPP,” tegasnya.

Untuk kompisisi Bacaleg yang maju dari PPP untuk DPR RI Dapil Jambi, akan ada 8 nama, yakni Rahmad Derita, Toiyibah, Teguh, Iin Inawawti, Masril Muhammad, Deni Haryati dan Fajri.

“Saya yakin komposisi ini akan mampu meraup suara semaksimal mungkin. Apalagi kita dengan sangat mudah mencari ketrwakilan perempuan 30 persen.

Untuk basis dukungan andalannya, Dodi Sularso, meyakini akan meraup suara bulat dari Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi. “Saya sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Apalagi di Sungai Bahar dan Sungai Gelam,” katanya lagi.

Bahkan, dirinya menarget perolehan suara khusus unutknya yakni diatasi 70 ribu. “PPP ini sangat solid. Sejumlah wakil bupati di sejumlah daerah di Jambi merupakan kader murni PPP. Diharapkan hal itu bisa memberikan kontribusi,” bebernya.

Saat ini, kata Dodi, dirinya kian gencar untuk turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi disela-sela kegiatannya menghadiri undangan warga.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPR RI Dapil Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) justru tidak merasa tersaingi. Ia malah memberikan apresiasi tinggi banyaknya para tokoh yang ingin berjuang membangun Jambi.

‘’Inikan sangat bagus. Berarti banyak tokoh Jambi yang ingin sama-sama berjuang dalam membangun Jambi,’’ ujar SAH.

Menurut SAH, membangun Jambi tidak bisa hanya dengan mengandalkan sumber daya yang ada di daerah saja, akan tetapi butuh perjuangan di tingkat pusat, melalui  wakil-wakil Jambi yang ada di pusat, aspirasi dari daerah tentu semakin bisa diperjuangkan.

‘’Semakin banyak tokoh Jambi di pusat tentu akan semakin bagus. Saya berjuang mati-matian agar ada penambahan jumlah anggota DPR RI dari Dapil Jambi. Alhamdulillah tercapai, dari 7 menjadi 8 orang. Ini tujuannya agar semakin banyak orang jambi yang di DPR RI,’’ sebutnya.

(wan/mg6/adi/jeg)