Museum Adat Dijadikan Tempat 'Ngelem'

Kamis, 02 Agustus 2018 - 08:54:07 - Dibaca: 829 kali

Google Plus Stumbleupon


BELUM BERFUNGSI: Museum Adat Kota Sungai Penuh yang terletak di Desa Maliki Air, Kecamatan Hamparan Rawang hingga saat ini masih belum difungsikan.
BELUM BERFUNGSI: Museum Adat Kota Sungai Penuh yang terletak di Desa Maliki Air, Kecamatan Hamparan Rawang hingga saat ini masih belum difungsikan. [GUSNADI/JAMBIEKSPRES]

SUNGAIPENUH - Museum Adat Kota Sungai Penuh yang terletak di Desa Maliki Air, Kecamatan Hamparan Rawang hingga saat ini masih belum difungsikan. Mirisnya, museum adat tersebut dijadikan tempat remaja setempat untuk mabuk ngelem (Lem dan Komix).

"Pintu masuk museum tidak dikunci, makanya banyak anak-anak muda yang bebas masuk. Kalau malam-malam, mereka jadikan tempat mabuk lem dan komix. Makanya banyak botol lem dan bungkus komik didalam dan di teras museum," kata Nopi Sutiarno warga setempat.

Camat Hamparan Rawang, Sev Eka Putra, dikonfirmasi mengaku baru mendapat informasi tersebut.  "Saya baru dapat kabar kalau pintu museum terbuka. Makanya orang bebas masuk, dan karena tidak ada dihuni maka difungsikan sebagai tempat maksiat. Kita harap, Dinas terkait untuk segera menutup pintu museum atau memfungsikan museum adat tersebut," harapnya.

Sementara kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Zulwachdi, saat dikonfirmasi mengaku hal itu tidak mesti dilaporkan ke pihaknya. Menurutnya terkait disalahgunakannya museum sebagai tempat maksiat dirinya menyebutkan itu urusan camat. Mirisnya lagi, Zulwachdi malah naik pitam kepada wartawan dan langsung mematikan telpon selulernya.

"Itu bukan urusan kami. Kalau museum itu digunakan sebagai tempat maksiat itu tanggungjawab camat setempat. Terserah kalian watawan mau buat berita apa," ucapnya dengan nada tinggi yang langsung mematikan via ponselnya.

(adi)