Dapur Umum, TRC, dan Brimob Masih Stanbay Dilapangan

Kerugian Desa Pentagen, Akan Dihitung

Jumat, 03 Agustus 2018 - 09:56:27 - Dibaca: 1506 kali

Google Plus Stumbleupon


JAGA: Anggota Brimob  dan masyarakat masih berjaga.
JAGA: Anggota Brimob  dan masyarakat masih berjaga. / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Hingga Kamis (02/08) kemarin, sudah memasuki hari ke tiga kejadian penyerangan terhadap Desa Pentagen yang dilakukan Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci yang disebabkan perkelahian antar pelajar.

Sebagai jaminan keamanan terhadap masyarakat Desa Pendung Talang Genting, Polres Kerinci akan menempatkan BKO personil Brimob, Polres Kerinci dan Kodim 0417 Kerinci serta Pol PP Kerinci di lokasi kejadian. Apabila terjadi kejadian pidana di kemudian hari, maka perwakilan dari masing-masing pihak bersedia membantu menyerahkan pelaku kejahatan dan mendukung Polri dalam menegakan hukum terhadap para pelaku.

Atas kepekatan perdamaian, untuk membantu warga Pentagen, saat ini Pemkab Kerinci segera melakukan penghitungan kerugian di Desa Pentagen pasca penyerangan. ‘’Untuk rumah rusak berat, karena terbakar berjumlah delapan unit. Sementara rusak ringan seperti kaca pecah dan lainnya berjumlah 39 unit, 12 motor dan satu mobil dibakar," ujar Kepala BPBD Kerinci, Darifus.

Saat ini, guna untuk membantu memenuhi kebutuhan makan warga, BPBD Kerinci telah menurunkan satu unit mobil dapur umum. Selain satu unit mobil dapur umum, BPBD Kerinci juga menurunkan anggota TRC untuk membantu memenuhi kebutuhan warga salah satunya mempersiapkan kebutuhan makan bagi warga.

Tim TRC dan Mobil Dapur umum, lanjutnya memiliki tugas sebagai sarana dan membantu warga memasak makanan yang diberikan bagi warga yang ada di Pentagen, terutama yang ada di pengungsian. "Kita juga telah mendirikan tenda untuk pengungsi, yang dibangun sesaat setelah bentrok guna membantu warga. Dapur umum dan anggota sambung Darifus, akan tetap di lapangan (Desa Pentagen, red) hingga Sabtu (05/08) nantinya. Jika nantinya masih dibutuhkan, maka pihaknya akan memperpanjang untuk persediaan dapur umum dan anggota dilapangan," ucapnya.

Sementara Rinaldi, tokoh masyarakat Desa Pentagen, dikonfirmasi via telfon mengatakan hingga Rabu (02/08) kemarin, warga Pentagen masih mengungsi di dalam masjid, dikarenakan masih trauma. "Namun sebagian warga, juga sudah ada yang mulai pulang kerumah membersihkan puing-puing pasc penyerangan," singkat Rinaldi.

Saat ini simpati dari sejumlah warga hingga mahasiswa Kabupaten Kerinci, bahkan sejumlah warga hingga Mahasiswa melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bentrok antar dua desa tersebut. "Kami berkeliling menggalang dana membantu meringankan beban warga Pentagen," ungkap Malsi Zain, warga Desa Cupak.

Sejumlah organisasi dan komunitas yang ada dalam Kerinci dan Kota sungai Penuh Lakukan Penggalangan dana, salah satunya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang mana mereka lakukan gelar aksi penggalangan dana membatu korban bentrok Dua desa tersebut, Rabu (1/8).

"Hasil aksi penggelangan dana ini, kami akan serahkan berupa uang, pakaian dan sembako. Korban yang tertimpa musibah dapat meringankan sedikit kebutuhannya," ujar Even Satria, Mantan Ketum PMII Kerinci saat melakukan penggalangan dana siang kemarin.

(adi)