Batasi CJH yang Bawa Powerbank

Selasa, 07 Agustus 2018 - 11:26:06 - Dibaca: 441 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Hari ini  (7/8) Calon Jamaah Haji (CJH) akan mulai melakukan penimbangan barang yang dilakukan per kelompok terbang (Kloter).

Rencananya, penimbangan perdana dilakukan untuk Kloter 20 dari Kota Jambi di Asrama Haji Kota Baru. Setelah itu, akan langsung masuk asrama.

Plh Kabid Haji dan Umroh Kemenag Provinsi Jambi H. Raden Lukman, dikonfirmasi koran ini, kemarin, mengatakan, pemeriksaan jamaah haji yang paling awal akan dilakukan dengan pemeriksaan barang bawaan serta dokumen berupa passport dan visa.

Untuk barang bawaan CJH, katanya, ketentuannya minimal tiga tas yang terdiri dari satu koper, satu tas jinjing, dan satu tas dokumen dengan kapasitas maksimum 32 kg dengan barang-barang bawaan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Beberapa barang yang dilarang seperti benda-benda tajam serta makanan yang bersifat basah dan menumbuhkan bakteri.

“Barang yang dilarang itu sebenarnya sama saja yang regular itu seperti pisau, gunting, barang-barang yang bisa meledak, gas, ataupun makanan-makanan yang basah, powerbank pun tidak boleh yang diatas 20.000 mah, kalo jamaah haji biasa itu mungkin kalo kelebihan mereka bayar biaya tambahannya sendiri, nah kalo yang regular itu tidak boleh,” ungkapnya.

Adapun menurutnya, pada pemeriksaan di tahun-tahun sebelumnya banyak ditemukan sejumlah benda tajam seperti gunting dan silet serta makanan yang basah dari calon jemaah haji dengan alasan untuk menghemat pengeluaran ketika berada di Mekkah.

‘’Tahun sebelumnya kadang ada gunting, bawa makanan yang basah seperti rending. Kalau yang bawa gunting itu alasannya untuk tahalul jadi gampang tidak beli-beli lagi, padahal disana itu semuanya ada, barang-barang yang dilarang kan sebelumnya sudah diberitahu, jadi kalau kedapatan nanti akan di sita oleh petugas,” sebutnya.

‘’Kalau passport, visa, asrama, sarana dan prasarananya serta dokumen-dokumen itu sudah siap semua, sudah 99%,”  tambahnya.

Bagaimana dengan asrama? Menurutnya, persiapan yang telah dilakukan dimulai dari fasilitas yang diberikan berupa bed-bed tiap kamar serta penyemprotan anti nyamuk di dalam kamar CJH agar terhindar dari gigitan nyamuk.

‘’Kalau di kamar kita sudah fogging, disetiap bak-bak air itu sudah kita siapkan penangkal jentik nyamuk, lalu untuk dikamarnya juga kita pasang jaring agar nyamuk-nyamuk tidak masuk,’’ sebutnya.

(mg2)