Tunggu Fatwa MUI Pusat, Vaksin MR di Provinsi Jambi

Selasa, 07 Agustus 2018 - 11:28:49 - Dibaca: 814 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Program Pemerintah Pusat melalui Menteri Kesehatan (Menkes) sedang giatnya memberikan Vaksinasi Measles Rubella (MR).

Namun sayangnya, program tersebut mengalami kendala yang kini sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Hingga saat ini, vaksin tersebut belum mendapatkan sertifikat halal dari Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Samsiran Halim mengatakan belum menerima dan masih menunggu surat edaran terkait label halal atau haram suntik MR itu.

“Untuk vaksin itu halal atau haram memang dilabelnya tidak dicantumkan. Sekarang dari kementrian lagi pertemuan dengan MUI. Soal itu nanti dari kementrian akan kita tunjuk, saya belum dapat hasil.” ujarnya.

Hingga saat ini kegitan suntik MR yang merupakan salah satu program nasional masih dilanjutkan. “Masih berlanjut bagi yang mau, tapi kalau ada yang tidak mau ya tidak apa-apa,” jelasnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Jambi, A Tarmizi juga mengatakan pihaknya masih menunggu informasi terkait kehalalan vaksin MR dari MUI pusat.

“Karena kegiatan ini program nasional, jadi harus menunggu dari pusat,’’ katanya.

Tarmizi menanggapi  keresahan dari masyarakat terkait hal itu.  “Jika sudah menerima hasil keputusan MUI pusat mengenai kehalalan vaksin MR akan segera diinformasikan,’’ sambungnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari juga menunda sementara vaksin itu. Hal ini berkaitan dengan belum diajukannya sertifikasi halal vaksin yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII).

Atas persoalan tersebut pihak Dinkes sudah melakukan rapat bersama seluruh kepala Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Batanghari, untuk memberikan instruksi bahwa pelaksanaan kampanye campak dan rubella ditunda hingga ada penjelasan resmi dari Kementerian Kesehatan.

"Iya kita melakukan penundaan sementara, karena banyak penolakan dari masyarakat, terutama sekolah. Mudah-mudahan tidak lama,’’ ungkap dr. Elfie Yenni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari.

Dijelaskan Elfie pihaknya berharap pada tanggal 08 Agustus nanti sudah ada kejelasan dari Kemenkes/MUI.

"Jika ada kejelasan maka akan kita lanjutkan imunisasinya, karena Imunisasi MR sangat penting menyelamatkan anak dari kecacatan/kematian,’’ terang Elfie.

Ditambahkannya bahwa program kampanye imunisasi MR harus terus diupayakan, hal ini bertujuan untuk menyelamatkan anak anak Negeri khusunya Kabupaten Batanghari.

Berbeda dengan Batanghari, Dinkes Kerinci tetap akan melanjutkan program imunisasi campak rubella bagi anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun, sambil menunggu perkembangan fatwa MUI pusat.

Hal tersebut dikatakan langsung Kadis Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hamsal Rabit. Menurut Hamsal Rabit, hal tersebut dilakukan mengingat pelaksanaan program imunisasi itu dilakukan untuk mengeliminasi penyakit campak pada tahun 2020, serta menurunkan kelainan bawaan karena Rubella.

Dijelaskannya bahwa, pada usia 0-6 bulan bayi masih memiliki kekebalan alami. Sehingga imunisasi baru dilakukan tiga bulan berikutnya. “Kenapa usia 15 tahun? Wanita muda subur harus diberi kekebalan terhadap Rubella. Tetapi saat hamil dilarang, supaya tidak terjadi kelainan bawaan,” katanya.

Hamsal Rabit mengaku, pihaknya terus memantau perkembangan kegelisahan yang ada di masyarakat Kerinci, persoalan sertifikat kehalalannya diterbitkan MUI Pusat.

Karena, imunisasi campak rubella merupakan program nasional, maka bagi orang tua yang bersedia anaknya diimunisasi, pihaknya akan melakukan imunisasi dengan pendekatan yang baik di Sekolah.

“Saya menginstruksikan kepada jajaran Kesehatan di wilayah Kabupaten Kerinci, untuk tetap semangat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kerinci," ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa, pihaknya menargetkan terealisasi 90 persen hingga September dari target 27 Ribu lebih imunisasi campak rubella. "Untuk kasus campak dan rubella, selama ini di Kabupaten Kerinci masih nihil. Namun yang mirip campak seperti cacar air, itu memang banyak,"  tandasnya.

(rza/aba/adi/mg1/mg9)