Dukun Cabul Gerayangi 4 Perempuan, Istri Bule Diperkosa Preman Kampung

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:24:26 - Dibaca: 1947 kali

Google Plus Stumbleupon


ASUSILA: Pelaku pemerkosaan dan pencabulan yang berhasil diamankan anggota Ditreskrimum Polda Jambi, saat diekspose di Mapolda Jambi, kemarin (8/8).
ASUSILA: Pelaku pemerkosaan dan pencabulan yang berhasil diamankan anggota Ditreskrimum Polda Jambi, saat diekspose di Mapolda Jambi, kemarin (8/8). [M. Ridwan / JE]

JAMBI – Seorang dukun cabul dengan modus menggandakan uang diamankan anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi. Dia adalah BH (38) warga Kabupaten Muarojambi. Kini Dia mendekam di balik jeruji besi.

Tidak hanya satu. Korbannya sudah mencapai empat perempuan yang rata-rata ibu muda dengan usia 20 sampai 27 tahun.

Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Benedictus Anies Purnawan, saat pres release di Mapolda Jambi, kemarin (8/8) mengatakan, sejauh ini sudah ada empat korban yang merupakan ibu muda yang melapor.

diduga sudah belasan orang yang menjadi korban BH. Disebutkan Anies, korban rata-rata berusia 20-27 tahun, dan kebanyakan merupakan orang Jambi.

“Korban merupakan ibu rumah tangga. Dia bukan dukun. (Sebutan dukun, red) itu buat menipu saja,” ujar Kombes Pol Anies Purnawan, kemarin (8/8).

Menurutnya, para korban kenal dengan pelaku dari mulut ke mulut. Kasus ini juga masih dalam pengembangan. Atas perbuatannya, Dia dijerat dengan pasal 290 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Terakhir, kata Anies, pelaku menipu seorang perempuan muda berinisial RY (20) warga Kota Jambi. Modusnya sama, pelaku mengaku bisa menggandakan uang dengan syarat harus mengikuti ritual.

Peristiwa ini terjadi 17 Juni 2018 lalu di Perum Griya Indah, Kelurahan Sungai Gelam, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Kejadian bermula saat korban dan pelaku datang ke lokasi kejadian untuk melakukan ritual penggandaan uang. Awalnya, pelaku meminta korban masuk ke dalam kamar agar mengganti pakaian dengan menggunakan baju gamis. Selain itu, pelaku juga meminta korban membuka jilbab.

Selanjutnya, pelaku meminta saksi MS yang juga ada di lokasi kejadian untuk membeli kemenyan dan minuman beralkohol merek Asoka. Oleh pelaku, korban diminta untuk meminum minuman beralkohol tersebut.

Saat korban dalam pengaruh alkohol, pelaku mulai menjalankan ritual. Saat ritual berlangsung pelaku menggerayangi tubuh korban yang masih dalam pengaruh alkohol.

Karena tidak terima dengan perbuatan pelaku, pelaku melapor ke Polda Jambi. Akhirnya, pelaku berhasil diringkus. Kini masih diamankan di Polda Jambi.

Sementara itu, seorang preman kampung berinisial SA alias YN (31) diamankan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi. Warga Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, ini diamankan karena memperkosa Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial DM (39).

Pelaku nekat memperkosa korban yang tinggal di komplek perumahan, Kecamatan Jaluko, itu karena tidak tahan dengan kemolekan tubuhnya. Korban juga diketahui merupakan istri bule.

Informasi yang diterima, Yanto dikenal sebagai preman di kawasan tersebut. Karena sering mondar mandir di perumahan itu, dia pun terlihat DM, yang merupakan istri bule.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Benedictus Anies Purnawan, saat pres release di Mapolda Jambi, kemarin (8/8) menyebutkan, saat ini pelaku sudah diamankan.

“Pelaku ini katakanlah preman di kawasan itu,” kata Kombes Pol Benedictus Anies Purnawan.

Pemerkosaan ini bermula ketika pelaku sering melihat korban di perumahan. Dia pun menyusun rencana untuk bisa menyetubuhi DM. Pada Senin (19/3) lalu sekitar pukul 03.00 WIB, dengan mengendap-endap Yanto pun memanjat pagar belakang rumah. Setelah berhasil mencongkel jendela, Yanto pun masuk ke dalam.

Saat itu, dia sudah tahu kalau di dalam rumah hanya ada DM dan anak-anaknya yang masih kecil. Dia langsung menuju ke kamar tidur.

Di sana, DM dan anak-anaknya sedang tertidur pulas. Yanto yang sudah dikuasai nafsu ini, langsung membekab mulut DM. Seketika korban terbangun.

Yanto pun langsung mengeluarkan pisau, dan mengancam agar DM diam. Di bawah tekanan, korban cuma bisa pasrah dan ketakutan. Sementara Yanto dengan leluasa memperkosanya. Peristiwa ini pun langsung dilaporkan keesokan harinya pada 20 Maret, ke Polda Jambi.

“Pelaku kita amankan Jumat (27/7) lalu di rumah MR di daerah Pematang Gajah,” tandasnya.

(pds)