Warga Perbaiki Jembatan Mensao di Sarolangun, Dua Kali Gagal Dibangun

Kamis, 23 Agustus 2018 - 10:32:59 - Dibaca: 1158 kali

Google Plus Stumbleupon


GOTONG ROYONG: Masyarakat Desa Muara Mensao melakukan gotong royong perbaikan jembatan, yang merupakan akses utama masyarakat setempat.
GOTONG ROYONG: Masyarakat Desa Muara Mensao melakukan gotong royong perbaikan jembatan, yang merupakan akses utama masyarakat setempat. / Jambi Ekspres Online

SAROLANGUN - Dua kali gagal diperbaiki melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, jembatan yang ada di Desa Muara Mensao Kecamatan Limun, yang merupakan satu-satunya jembatan akses warga untuk  menuju desa lain, kembali dikeluhkan masyarakat setempat.Pasalnya, jembatan tersebut kondisinya semakin hari semakin parah.

Kades Muaro Mensao, Kecamatan Limun, Idris, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi jembatan tersebut. Maka dari itu, dirinya selaku Kades, mengajak masyarakat untuk memperbaiki sendiri tanpa menunggu bantuan pemerintah. Karna jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat banyak.

"Jembatan ini setiap hari dilalui masyarakat, khususnya warga Desa Muara Mansao menuju Desa Bukit Bulan dan sebaliknya. Dan gotong royong perbaikan jembatan ini adalah hasil musyawarah dan swadaya masyarakat sekitar," ujarnya.

Disampaikannya,bahwa pihak desa sudah mengusulkan perbaikan melalui Musrembang, dan sebenarnya sudah dua kali penganggaran, namun sampai saat ini belum ada terealisasi dari Pemda Sarolangun.

“Saya selaku Kades, mewakili masyarakat sangat kecewa sekali, karna dua tahun dianggarkan tidak ada pelaksaan. Saat ini kami hanya bisa berharap dan tidak bosan bosannya untuk menggusulkan untuk segera diperbaiki. Sebab, jembatan ini bukan untuk pribadi tetapi untuk masyarakat desa, terutama anak sekolah,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Sarolangun Dapil Limun, Hermi,  juga menggungkapkan rasa kekecewanya kepada Pemkab Sarolangun, karena jembatan tersebut  sudah dua kali dianggarkan pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 ini, namun belum juga terealisasi.

“Sampai saat ini belum juga dilaksanakan, informasinya tender pembangunan gagal lagi tahun ini, nah kami tidak mengerti bagaimana pemerintah ini menjalankan roda pembangunan ini," terangnya.

Dirinya mengaku, sudah berulang kali pada rapat paripurna mempertanyakan hal tersebut kepada dinas terkait. Namun dirinya hanya menerima jawaban yang tidak masuk akal. ‘’Kami akan tetap mengajukan untuk dianggarkan, tapi kami tidak punya wilayah untuk  melaksanakannya," pungkasnya.

(hnd)