Guru Harus Rela Jatuh Bangun Demi Mengajar, Berharap Perhatian Pemintah Perbaiki Jembatan

Kamis, 23 Agustus 2018 - 10:33:54 - Dibaca: 5402 kali

Google Plus Stumbleupon


MELINTASI JEMBATAN: Seorang guru bersama warga dan murid terpaksa melintasi setiap hari jembatan yang terbuat dari sususuan kayu balok demi mau mengajar di SD 185. Mereka berharap ada perhatian pemerintah untuk membuat jalan di desa mereka.
MELINTASI JEMBATAN: Seorang guru bersama warga dan murid terpaksa melintasi setiap hari jembatan yang terbuat dari sususuan kayu balok demi mau mengajar di SD 185. Mereka berharap ada perhatian pemerintah untuk membuat jalan di desa mereka. / Jambi Ekspres Online

BATANGHARI - Persoalan pendidikan dibatanghari sepertinya harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah kabupaten batanghari, jika ingin pendidikan di kabupaten batanghari berkualitas, tidak hanya dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memumpuni, tetapi penunjang sarana maupun prasarana juga harus memadai.

Tapi justru hal tersebut tidak dirasakan oleh anak anak peserta didik di Desa Muaro Singoan, betapa tidak Jalan menuju SD Negeri 185/I tidak tersentuh pembangunan beberapa tahun terakhir, Padahal banyak furu dan siswa yang berlalu lalang menuju SD yang terletak di Dusun Sialang Pungguk, Desa Muaro Singoan Kecamatan Muarabulian ini.

Susunan Balok kayu yang sangat mengerikan tak luput mebuat para pejuang pendidikan tetap menempuhinya. Padahal, sudah kerap kali terjadi kecelakaan kecil, namun tidak menyurutkan semangat Guru dan siswa. Paling menyedihkan lagi sepanjang 1,5 kilometer jalan menuju sekolah ini rusak parah.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut, dikatannya untuk mengajar di sana butuh perjuangan yang amat berat. "Bukan rusak parah lagi, sudah semacam payo (sawah) bisa menanam padi," ujar Guru yang tidak ingin namanya dituliskan.

Diceritakannya bahwa, dari 1,5 Km itu ada lima titik poros jalan yang memang tenaga pendidik kesulitan melewatinya. Ia juga menyebutkan, hingga saat ini tidak ada perhatian sedikitpun dari pemerintah maupun pihak perusahaan. "Perusahaan adolah, cuma selamo 8 tahun ini dak ado bantu perbaikan jalannyo, yang ado tu perusahaan lain yang bantu," sebutnya.

Parahnya lagi,saat ini berdasarkan data dari pusat dusun sialang pungguk ini tidak termasuk desa tertinggal. Selain itu, pembangunan jalan ini sebenarnya sudah sering di usulkan, baik pada musrembang desa, kecamatan maupun kabupaten, namun realisasinya tidak ada sama sekali.

ia menuturkan Guru maupun siswa harus menempuh enam kilometer menuju sekolah. " Kebanyakan memang dari seberang sini, mereka menyebrang sungai Batanghari dulu, dan menempuh perjalanan enam kilometer," ucapnya.

Ia mewakili seluruh Guru, siswa dan masyarakat yang beraktivitas di dusun sialang pungguk mengharapkan agar pemerintah Batanghari melalui Dinas PU dapat mengambil langkah mengatasi persoalan jalan ini. " Sangat berharap banyak, karena sudah lama kami mengharapkan jalan ini dapat dilalui dengan sewajarnya," pungkasnya.

(rza)