Cerita Rakyat Kerinci dan Sungai Penuh Terancam Punah

Kamis, 23 Agustus 2018 - 10:34:30 - Dibaca: 2589 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Setelah sebelum ini, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh akan menerapkan satu hari berbahasa Kerinci dan belajar Aksara Incung di seluruh sekolah di Sungai Penuh agar tidak menjadi punah.

Kali ini, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, DR hadiyandar, MPd,  juga akan mempelajari untuk kembali menghidupkan cerita rakyat atau di Kerinci dan Sungai Penuh disebut dengan Kunou, yang saat ini hampir punah.

‘’Kunou atau cerita rakyat, dahulunya dituturkan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh pada malam harinya saat mengantarkan anak-anak menuju tempat tidur hingga tidur. Sementara saat ini, sudah hampir bisa dikatakan tidak ditemui lagi seperti itu," ujar mantan Sektretaris PSSI ini.

haduyandara menjelaskan, cerita rakyat berasal dari tradisi yang disampaikan dari generasi ke generasi melalui lisan. Namun ketika banyak hiburan atau banyak perhatian lain bagi masyarakat, cerita lisan perlahan luntur. Secara budaya, menurut dia, itu wajar.

Apalagi konten cerita rakyat tidak sesuai lagi dengan keadaan zaman saat ini, walaupun mengandung nilai kebajikan. Meskipun pemerintah sudah melakukan inventarisasi terhadap banyak cerita lisan, namun minat masyarakat tetap rendah akibat cerita rakyat tak lagi kontekstual.

Menurut Hadi yndra, pentingnya mempertahankan cerita rakyat untuk menggali khasanah budaya yang pernah berkembang di sebuah bangsa. Hal itu sepertinya tidak mengandung apa pun selain kisah cerita, namun dalam kajian antropologi arkeologi sejarah, itu dapat dimanfaatkan untuk menggali data sejarah. "Bukan hanya itu saja, cerita rakyat sangat penting dalam perubahan karakter dan ahklak anak. Apalagi dengan zaman sekarang yang sudah serba canggih, tentunya cerita rakyat sangat lanyak untuk kita hidupkan kembali," ungkapnya.

Untuk itu kedepannya, pihaknya akan menggali sastra daerah untuk dihidupkan kembali. Tentunya, mereka juga meminta bantuan kepada Kemendikbu serta Balai Bahasa.

(adi)