Pedagang Keluhkan Drainase Pasar Tradisional Modern Bungo

Senin, 24 September 2018 - 11:20:14 - Dibaca: 2114 kali

Google Plus Stumbleupon


DRAINASE: Pedagang di dalam Pasar Tradisional Modern (PTM) Muara Bungo, berharap pengerjaan drainase segera selesai.
DRAINASE: Pedagang di dalam Pasar Tradisional Modern (PTM) Muara Bungo, berharap pengerjaan drainase segera selesai. / Jambi Ekspres Online

MUARA BUNGO - Pengerjaan drainase di dalam Pasar Tradisional Modern (PTM) Muara Bungo dikeluhkan oleh para pedagang. Meskipun sudah memasuki bulan ke dua pengerjaannya, drainase ini belum juga selesai.

‘’Akibat pengerjaan ini membuat para pembeli malas untuk masuk ke dalam PTM. Para pembeli lebih memilih untuk berbelanja diluar PTM. Para pedagang dan juga pembeli sangat terganggu dengan drainase ini. Karena drainase ini digali pada setiap gang yang yang dilalui oleh para pembeli. Para pembeli jadi sudah untuk berbelanja," ucap Fery seorang pedagang PTM Muaro Bungo.

Dampak dari pembangunan drainase ini sangat berpengaruh pada penjualan pedagang. Sepinya pembeli terkadang membuat pedagang harus menanggung kerugian. "Jangankan untuk mendapat keuntungan, untuk balik modal saja susah. Sementara mau jualan di luar PTM kami tidak memiliki tempat. Kami terpaksa berjualan di dalam PTM yang sepi ini," sebutnya.

Disampaikannya, selain pembangunan drainase, listrik yang sering padam terkadang juga persoalan yang dihadapi oleh para pedagang dalam PTM. Listrik ini kadang padam bisa dari pagi sampai sore hari.

"Pembeli itu ramai kadang pada hari Sabtu dan Minggu, terkadang listrik pada hari itu mati seharian. Kalai listrik mati pasar menjadi gelap, para pembeli juga malas untuk masuk ke dalam PTM," jelasnya.

Dengan adanya persoalan ini ia berharap Pemerintah Kabupaten Bungo dapat menindaklanjutinya. Menurutnya pengerjaan drainase ini bisa saja dipercepat dengan penambahan pekerja proyek.

"Kami berharap keluhan kami ini didengar oleh pemerintah. Jika pemerintah menekan pihak kontraktor untuk menyelesaikan pengerjaan drainase ini saya yakin bisa. Karena ini menyangkut hidup orang banyak," tutupnya.

(ptm)