Puting Beliung, 7 Rumah Rusak

Senin, 24 September 2018 - 11:45:47 - Dibaca: 5112 kali

Google Plus Stumbleupon


MENGUNGSI: Rumah warga di Desa Pengkolan Dua, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci yang atapnya terlepas akibat hantaman angin puting beliung, Minggu (23/09) kemarin
MENGUNGSI: Rumah warga di Desa Pengkolan Dua, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci yang atapnya terlepas akibat hantaman angin puting beliung, Minggu (23/09) kemarin / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut Provinsi Jambi termasuk 1 dari beberapa provinsi di Indonesia yang berpotensi dihantam hujan badai, ternyata menjadi kenyataan.

Sedikitnya 7 unit rumah warga di Desa Desa Pengkolan Dua, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci, rusak parah akibat dihantam angin puting beliung.

Informasi yang berhasil dihimpun dari warga, pada hari Minggu (23/09) kemarin, sekira pukul 16.00 Wib, cuaca buruk yakni hujan deras disertai angin melanda wilayah Desa Pengkolan Dua.

"Beberapa benit terjadinya hujan deras, tiba-tiba angin mulai kencang. Warga lebih memilih tetap di rumah, karena melihat atap rumah warga mulai berterbangan," ungkap Mbah Tumijan.

Dijelaskannya, hampir 30 Menit angin puting beliung menghantam wilayah desa tersebut. Akibatnya, beberapa atap rumah dan atap gudang sayuran melayang.

"Pada pukul 16.30 Wib masyarakat yang terkena musibah yakni Doni Saputra melaporkan ke Kepala Desa dan Babinsa," ungkapnya.

Pada pukul 17.00 Wib Kepala Desa dan Babinsa langsung turun ke lokasi kejadian dan bersama warga lainnya, membantu membersihkan dan merapikan bekas atap dan sisa sisa reruntuhan bangunan.

Camat Gunung Tujuh, Nezif Ediyanto, dikonfirmasi membenarkan telah terjadinya angin puting beliung yang menyebabkan beberapa rumah warga rusak parah. "Benar, kejadiannya sore, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian di perkirakan sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)," bebernya.

Diakuinya, dalam kejadian tersebut terdapat 6 buah rumah rusak berat, yakni milik Doni Saputra (30,  Tani). Rois Prastio (32, Tani). Asminar (47, IRT). Yusmar (46,  Tani). Yaskadri (45,  Tani) dan Katman (43, Tani). Semua rumah tersebut atapnyas terlepas. Khusus Yusmar, tembok dapurnya juga ambruk.

Dikatakannya, bahwa saat ini warga yang rumahnya rusak berat akibat angin puting beliung memilih menumpang di rumah tetangga.

"Untuk yang rusak ringan, kita masih melakukan pendataan. Kejadian ini, juga telah kita laporkan ke Pemkab Kerinci dan juga melaporkan langsung ke Bupati Kerinci melalui WA," tandasnya.

(adi)