Wujudkan Kota Jambi Terkini, Implementasikan Smart City

Selasa, 08 Januari 2019 - 11:28:19 - Dibaca: 1486 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online
JAMBI - Duet kepemimpinan Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, bersama wakilnya Dr. dr. H. Maulana, MKM dalam membangun dan mengimplementasikan Kota Pintar (smart city) di Kota Jambi benar-benar komit.
 
Sejak dilantik dipenghujung 2018, Walikota Jambi Syarif Fasha bersama Wakil Walikota Maulana mulai tancap gas untuk mewujudkan Kota Jambi tertib, ekonomi maju, rakyat sejahtera, konfetitif, inovatif, nyaman dan iman (Terkini).
 
Kota Jambi merupakan daerah di Sumetera yang pertama memiliki ruang City Operation Centre yang diberi nama Jambi City Operation Centre (JCOC). Ruang tersebut merupakan ruang kendali Kota Jambi yang memantau aktivitas yang terjadi di Kota Jambi, termasuk memiliki fungsi memantau lalu lintas dengan mengimplementasikan aplikasi Area Trafict Control System (ATCS). Selain juga menampilkan informasi kota, JCOC juga memantau pengaduan masyarakat melalui aplikasi SIKESAL. Untuk mendukung implementasi JCOC, hampir setiap persimpangan di Kota Jambi sudah terpasang CCTV. 
 
Yang sangat membanggakan dari implementasi Smart City Kota Jambi tersebut, adalah dengan diterapkannya Electronic Trafict Law Enformence (E-TLE) atau yang disebut dengan tilang elektronik. Kota Jambi merupakan daerah kedua yang menerapkan E-TLE di Indonesia setelah DKI Jakarta. Sementara saat ini telah mulai diikuti Kota Makassar, Bandung dan Surabaya. 
 
Penerapan E-TLE yang bekerjasama dengan Polresta Jambi itu diyakini dapat memantau dengan cepat, efektif dan efisien terhadap pelanggar lalu lintas di Kota Jambi.
 
Atas wujud itu, Pemerintah Kota Jambi mendapat apresiasi dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo Republik Indonesia sebagai sebagai salah satu dari 25 daerah percontohan (pilot project) impelementasi Smart City di Indonesia, 
 
Selain itu Pemerintah Kota Jambi juga mendapat apresiasi dari salah satu majalah nasional terkemuka yang bergerak dalam bidang IT dan telekomunikasi, IT Works, yang menginisiasi Event TOP IT & TELCO 2018. Kota Jambi berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu Top Leader on IT Leadership 2018 dan Top IT Improvement 2018.
 
Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Kota Jambi memang telah bertransformasi sebagai kota yang mengimplementasikan konsep smart city dengan baik di Indonesia. Berbagai kegiatan pemerintah dan pelayanan publik telah diimplementasikan dalam bentuk aplikasi pelayanan berbasis teknologi informasi. 
 
Pemkot Jambi saat ini telah meluncurkan 14 aplikasi guna menunjang kinerja Pemerintah Kota Jambi dan pelayanan publik. Aplikasi tersebut diantaranya E-TLE, Si Kesal (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat Online), Dishub Sign On, Dishub Smart, Si Raja Koja (Sistem Informasi Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Kota Jambi), Aplikasi Perizinan, Info PBB Online, Aplikasi Kota Jambi (Informasi seputar Kota Jambi), Digitalisasi Arsip Kepegawaian, Aplikasi Kliping Digital, dan Aplikasi PPID (Permohonan Informasi Publik).
 
Dengan hadirnya berbagai aplikasi pelayanan masyarakat tersebut, Pemkot Jambi berharap pelayanan pemerintah kepada masyarakat dapat berjalan dengan efektif dan optimal, serta dapat menjawab tantangan masyarakat kekinian akan kebutuhan sistem pelayanan yang cepat, terpadu, murah dan efisien.
 
Apresiasi Smart City Kota Jambi juga mendapat apresiasi penuh Universitas Indonesia (UI). Setidaknya apresiasi dari kalangan dunia akademis itu ditunjukkan dengan diundangnya Wali Kota Jambi Syarif Fasha sebagai pembicara utama
pada Talk Show Nasional yang bertajuk Universitas Indonesia (UI) Industry and Government (I-GOV) Expo 2018, yang berlangsung di Balairung Kampus UI Depok. 
 
Acara yang di selenggarakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia ini, bertujuan mewujudkan konsep "Pentahelix" yang terdiri dari akademisi, pemerintahan, industri, media massa dan masyarakat. 
 
Dalam presentasinya, Wali Kota Fasha memamparkan implementasi smart city yang diimplementasikan oleh Pemda di seluruh Indonesia, termasuk memaparkan kondisi smart City terkini di Kota Jambi.
 
"Di Indonesia, banyak daerah yang salah kaprah dalam memaknai konsep smart city. Banyak diantaranya yang berpikir bahwa smart city hanya bercerita tentang seputar IT, internet, CCTV, dan lainnya. Smart city konteksnya lebih dari itu. Seperti yang ada di Kota Jambi, smart city adalah sebuah konsep yang menciptakan sebuah kota pintar dalam mengatasi berbagai persoalan dan keterbatasan, kota yang membangun kenyamanan bagi masyarakatnya, dan kota yang memanusiakan masyarakatnya. Kota Jambi dibangun dengan konsep inovasi, karena kami dihadapkan dengan berbagai keterbatasan, baik anggaran, infrastruktur, dan teknologi, namun kami punya potensi SDM, dari poin itu kami memulai smart city itu," papar Fasha dalam talk show tersebut.
 
Fasha menjelaskan bahwa inovasi hadir untuk mengatasi berbagai masalah masyarakat urban perkotaan. Berbagai layanan publik berkualitas, lingkungan hidup dan infrastruktur dapat dipenuhi dengan inovasi. Oleh karenanya menurut Fasha, peran kepala daerah harus ada untuk berinovasi, menyelesaikan permasalahan tersebut.
 
"Kunci sukses dalam membangun konsep smart city adalah komitmen, inovasi dan sustainability. Inovasi yang diciptakan harus sustainable, dalam artian jika kepemimpinan berganti, sistem sudah ada dan handal, serta dinamis mampu menyesuaikan kebutuhan dan perubahan teknologi. Kepala daerah harus punya komitmen dalam membangun smart city, punya konsep dasar yang harus disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya, jangan latah mengadopsi namun tidak dibutuhkan," urai Fasha.
 
Menurut Fasha, implementasi smart city di Kota Jambi, berjalan sejak awal kepemimpinannya, roadmap fondasi smart city telah dirangkai dengan matang. Awal kepemimpinan merupakan periode membangun inovasi dan pada tahun ketiga mulai meranjak pada investasi infrastruktur IT, alhasil pada tahun ke 4 dan ke 5 pemerintahannya, smart city telah impelentatif di Kota Jambi.
 
"Smart city hadir mencakup berbagai aspek, terutama dalam mendukung pelayanan publik, yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan oleh masyarakat. Saat ini kami telah kembangkan berbagai aplikasi pelayanan, kami bangun pusat kendali kota JCOC (Jambi City Operation Center-red.), kami juga libatkan mitra pemerintah, berbagai stakeholder, dari masyarakat sampai dunia usaha untuk berpartisipasi membangun smart city di Kota Jambi. Saat imi kita hidup di era kolaborasi. Antar daerah saling berbagi, maju bersama untuk memajukan Indonesia dari daerah. Kami dengan tangan terbuka merangkul dan mengajak seluruh daerah bersama Kota Jambi bangun Indonesia. Dari Kota Jambi untuk Indonesia," pungkas Fasha.
 
Kebijakan yang melahirkan banyak kreasi dan inovasi, terutama dalam mengembangkan smart city di Kota Jambi itu, turut pula menuai apresiasi akademisi perguruan tinggi ternama di dunia tersebut. Salah satunya adalah dari DR. Suryadi MT, Kepala Sub Direktorat Kerjasama Universitas Indonesia.
 
"Alhamdulillah Kota Jambi telah melakukan inovasi yang sangat berharga yang perlu kita contoh, terutama oleh daerah lain. Bukan berarti langsung diadopsi, namun bisa disesuaikan, karena pemda tidak perlu melakukan riset dari awal, namun apa yang terbaik dari Kota Jambi dapat di replikasi, sesuai kebutuhan," sebutnya.
 
(hfz)