Kantor Dijaga Satpol PP sejak 14 Juni

Direktur PT JII Dipecat, Akibat BUMD Belum Untung

Kamis, 20 Juni 2019 - 14:10:47 - Dibaca: 131 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham penuh BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII), telah menonaktifkan Erwinsyah Elyas dari kursi Direktur dan Komisaris. Ini setalah adanya surat yang diberikan Pemprov beberapa pekan lalu. Ditengarai ini dikarenakan PT JII tak menunjukkan prospek dan masih berkutat dengan kerugian dan belum menguntungkan Pemprov.

Sekretaris Daerah Provisni Jambi M. Dianto mengatakan, Gubernur sebelumnya sudah ninjau, namun karena tak ada kemajuan. “Daripada aset habis maka direksi dinonaktifkan,” ujarnya (19/6). Sementara waktu jabatan pelaksana tugas komisaris merangkap nantinya, kata Sekda dipegang oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Sunaryo. “Sekarang kita percayakan pada pak Agus, untuk mengurus lelang komisaris dan manajemen serta urus peralihan itu,” sebutnya.

Namun, waktu pelelangan jabatan belum dalam waktu dekat. “Sekarang sedang dievaluasi oleh Asisten II, nanti juga ada audit, inspektorat, BPKP. Nanti setelah diaudit baru akan dilihat bagaiamana kelanjutannya,” jelasnya.

Disinggung terkait rencana pembubaran sebelumnya, Sekda menyebut hal itu nampaknya urung terjadi. Karena pertimbangan ada peluang BUMD untuk dikelola daerah pada pengeloaan migas daerah. “Karena nanti sulit untuk bentuk BUMD lagi, kita ada peluang untuk Partipant Interest (PI) Migas Pertamina di daerah kita, yang sayaratnya harus 100 persen saham daerahan itu yang kita usahakan untuk JII berdiri lagi,” tegasnya.

Diharapkan Sekda nantinya BUMD ini bisa memanfaatkan backroud perusahaan milik daerah. Tinggal upaya manajemen untuk lakukan lobi. “Bahkan BUMD ini kita harap bersama stakeholder bisa tingkatkan penyerapan tenaga kerja Jambi,” ucapnya. Dikatakan Sekda, sejak awal pendirian pada 2001 memang Pemprov telah menggelontorkan Rp 13 Miliar dari Rp 25 Miliar yang direncanakan secara bertahap. Namun dihentikan tiga tahun belakangan karena didapati selalu merugi. “Kita ketahui dari Rp 13 M itu menyusut menjadi Rp 5 M saja yang tinggal dikelola,” sampainya.

Terpisah, Saptadyharja yang sebelumnya menjabat Manager operasional PT JII mengakui jika memang terjadi penonaktifan terhadap atasannya tersebut.  “Yang kita dengar direksi yang ada diberhentikan dan ditunjuk direksi sementara Pak Asisten II, kita dapat surat pemberhentian untuk Direktur saja“ujarnya saat dikonfirmasi Jambi Ekspres (19/6).

Dia menjelaskan untuk Direksi PT JII hanya dipegang oleh seorang Direktur, yakni, Erwinsyah Elyas. Sementara untuk pegawai lainnnya, pria yang akrab dipanggil Tedy ini menyebut sudah tidak berkantor sejak 14 Juni lalu. “Kita tak berkantor karena dijaga Satpol PP, jumlah pegawai ada 21 di luar Direktur,” jelasnya.

Untuk kejelasan nasibnya bersama rekan-rekannya, dia menyebut belum jelas. Bahkan terdengar juga kabar akan terjadi PHK besar-besaran. “Kita sayangkan, jika sampai level karyawan di PHK, terlampau jauh pemegang saham intervensi. Pemegang saham kalau UU 40 menurut regulasi yang ada itu sebatas mengangkat dan meberhentikan komisaris dan direksi, kalau kewenangan mengangkat dan memberhentikan pegawai itu hak direksi,” papar pria yang menyebut sudah 17 tahun mengabdi di JII ini.

Terlebih, kata dia , sebenarnya pembekuan perusahaan ini juga dipandang merugikan JII sendiri karena sudah ada City Gas Kota Jambi yang dikelola oleh JII bersama Pertamina. “Sudah ada lebih 4.000 (Pelanggan), jika kantor tutup kan bagaimana pelayanan ke depan,” terangnya. Dia juga menyebut sudah menekan biaya walaupun tetap rugi lima tahun belakangan dengan tujuan Break Event Point (BEP). “Tetapi mereka keburu tidak sabar, yang jelas kita serahkan nasib ke mereka kita ini yang jelas professional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Peovinsi Jambi AR. Syahbandar ketika dimintai tanggapannya menyebutkan, persoalan PT JII ini sudah dibahas berkali-kali. DPRD Provinsi Jambi dan sudah berulang kali pula menyebutkan bahwa PT JII sangat tidak sehat. 

“Evaluasi PT JII ini sudah menjadi permintaan dewan sejak lama. Harus ada kejelasan mengenai PT JII ini,” sebutnya.     

Menurutnya, keputusan untuk mengambil alih PT JII ini sudah tepat. Hanya saja, Pemprov Jambi harus jeli melihat dan menyeleksi siapa pengurus dan manajemen PT JII ke depannya.“Kalau pengurus PT JII itu dilelang, harus dipilih yang memiliki inovasi. Tidak hanya melanjutkan yang sudah ada saja. Karena jika tidak ada inovasi, yang akan sama seperti kemarin-kemarin. Harus jelas inovasi, kemudian program kerja, kebutuhan karyawan, bentuk kerjasama, dan lain sebabaginya,” pungkasnya.

(aba)