Fasha Presentasi di Forum World Cities Summit 2019

Masuk 74 Pemimpin Kota Terpilih dan Wakili Indonesia

Selasa, 16 Juli 2019 - 10:06:29 - Dibaca: 39 kali

Google Plus Stumbleupon


KOTA TERPILIH: Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, bersama 74 pemimpin kota terpilih yang diundang dalam pertemuan kota-kota dunia
KOTA TERPILIH: Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, bersama 74 pemimpin kota terpilih yang diundang dalam pertemuan kota-kota dunia "World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2019" yang berlangsung di Medellin, Kolombia. [IST FOR JAMBIEKSPRES]

 JAMBI - Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, termasuk dalam 74 pemimpin kota terpilih yang diundang dalam pertemuan kota-kota dunia "World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2019" yang berlangsung di Medellin, Kolombia.

Puncak acara yang berlangsung di Plaza Conventions and Exhibitions, Medellin, Kolombia itu berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Juli 2019.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha selain mengikuti diskusi tentang permasalahan penataan kawasan perkotaan, climate change dan isu global lainnya, juga berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan para pemimpin kota dunia lainnya.

Wali Kota Syarif Fasha juga turut hadir dalam high-level event, yang membahas best practice tentang penataan kawasan kumuh perkotaan yang diubah menjadi kawasan eco wisata dan kawasan terpadu.

"Forum ini, merupakan forum yang sangat penting dan berharga untuk mendapatkan gagasan dari para Pemimpin Kota di seluruh dunia, terkait pemahaman yang lebih baik untuk pembangunan kota yang berkelanjutan, serta melakukan perencanaan dan pengembangan masalah perkotaan," sebut Walikota Fasha, melalui pesan singkat what'sapnya dari Medellin, Kolombia, Jumat (12/7).

Dia juga menambahkan, keikutsertaan kota Jambi dalam forum penting tersebut merupakan sebuah kehormatan dan membanggakan, karena kota Jambi masuk 74 kota penting didunia dalam forum WCSMF tersebut.

"Ini sebuah kehormatan yang membanggakan kita, karena kota Jambi termasuk satu dari 74 pemimpin kota dari seluruh dunia yang diundang dalam pertemuan itu. Dan keikutsertaan kita dalam forum tersebut juga akan turut meningkatkan pengaruh dan posisi kota Jambi diantara kota-kota dunia lainnya," lanjut Fasha.

Walikota Syarif Fasha juga bicara tentang program unggulan dibidang pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, Kampung Bantar dan Bangkit Berdaya yang telah menjadi role model. Program Bangkit Berdaya turut menarik perhatian dunia, karena program prestisius itu telah menjadi role model dunia yang membawa kota Jambi meraih penghargaan Internasional karena sukses menggerakan partisipasi masyarakat perkotaan dalam pembangunan.

Bangkit Berdaya, menarik untuk diangkat dalam forum dunia, karena inovasi Bangkit Berdaya itu diakui mampu menjadi solusi pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan perkotaan. Program inspiratif Walikota Syarif Fasha itu juga telah mendapat pengakuan internasional yang ditandai dengan diterimanya penghargaan IOPD (International Observatory on Participatory Democracy-red) Awards Recognition, yang berlangsung di Montreal Quebec Kanada, 2017 lalu. Penghargaan itu juga sekaligus menempatkan Kota Jambi sebagai 30 besar kota terbaik dari 7000 kabupaten/kota di dunia yang memiliki inovasi sosial inspiratif, yang mengedepankan peran serta dan partisipasi komunitas masyarakat.

Sementara itu, dalam vlognya (video pendek-red) yang juga direlease ke media kemarin, Jumat (12/7), Syarif Fasha menegaskan kehadirannya di World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) Ke-10 di Medellin, Kolombia tersebut membicarakan best practice penataan kawasan-kawasan perkotaan.

"Disini kami berdiskusi terkait bagaimana penataan kawasan kumuh yang diubah menjadi kawasan eco wisata maupun kawasan terpadu nantinya. Nah, Kota Jambi menyampaikan kondisi kawasan kumuh yang sudah disulap melalui program Kampung Bantar, Bangkit Berdaya, maupun program Kota Kumuh yang dibantu oleh pemerintah pusat. Kegiatan ini (WCSMF-red) dilaksanakan 2 tahun sekali di kota-kota dunia, dan kota Jambi salah satu kota yang tergabung forum tersebut," tutur Fasha melalui vlognya yang diunggah dari Medellin, Kolombia.

Fasha juga berharap, suatu saat kota Jambi bisa menjadi tuan rumah pertemuan kota-kota dunia tersebut.

"Mudah-mudahan, suatu saat kota Jambi menjadi tuan rumah dalam World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) kedepan nantinya," pungkas Fasha, mengakhiri vlognya.

Fasha juga merelease foto-foto kegiatannya pada forum WCSMF 2019 itu. Dalam salah satu foto, tampak Fasha sedang berbincang dengan Walikota Medellin Federico Gutiérrez. Selain itu, Fasha juga tampak akrab bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga turut hadir dan menjadi pembicara dalam forum WCSMF tersebut. Selain itu juga tampak foto-foto saat Walikota Syarif Fasha diwawancarai sejumlah awak media diantara sesi kegaiatan tersebut. Pada foto lainnya juga tampak Walikota Jambi itu mengkuti sesi foto bersama sejumlah pemimpin kota-kota dunia.

Forum WCSMF ke 10 tahun ini yang berlangsung di Kolombia, merupakan forum tahunan yang dihadiri oleh 74 pemimpin kota terpilih. Dalam acara itu ada presentasi, fokus diskusi dan tinjauan lapangan.

Diharapkan kehadiran kota Jambi dalam forum dunia tersebut, dapat bermanfaat dalam menerapkan solusi penataan kawasan kota Jambi kedepan.

Sebagaimana juga diketahui, keaktifan Wali Kota Jambi Syarif Fasha dalam berbagai forum internasional banyak mendapat apresiasi. Kota Jambi selama ini juga aktif dalam isu iklim global. Keseriusan Kota Jambi itu dibuktikan dengan bergabungnya kota Jambi dalam berbagai forum internasional yang konsen dalam upaya penyelamatan lingkungan, seperti The Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) dan ICLEI.

Selain telah menjadi anggota ICLEI pada September 2016 lalu, Wali Kota Fasha juga terpilih menjadi Representative Council di dua jabatan sekaligus, yaitu General Assemby United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC) dan Representative Council tingkat dunia untuk periode 2016 - 2018.

Berkat komitmen tinggi akan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, kota Jambi telah mendapat bantuan asing untuk pembangunan Emission Reduction in Cities (ERiC) Programme Solid Waste Management di Kota Jambi dengan sistem Sanitary Landfill, bertempat di kawasan TPA Talang Gulo.

Proyek yang merupakan bantuan Pemerintah Jerman melalui German Federal Government (KfW/Kreditanstalt für Wiederaufbau) Bank Pembangunan Jerman senilai 14,2 juta Euro (225 Milyar Rupiah) tersebut diproyeksikan akan beroperasi selama 90 tahun mengolah sampah dengan konsep go green dan ramah lingkungan.

Kota Jambi juga mendapatkan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) senilai 625 milyar Rupiah untuk pembangunan IPAL dengan Sewerage System yang berlokasi di Kecamatan Jambi Timur, serta bantuan yang bersumber dari lembaga PBB UN Habitat untuk penataan kawasan kumuh di Kota Jambi.

Bahkan untuk upaya pemanfaatan sampah menjadi energi, Pemkot Jambi telah menjadi percontohan di Indonesia. Melalui badan PBB UNESCAP, Kota Jambi menjadi kota di Indonesia yang mengadopsi program Waste to Energy atau Integrated Resource Recovery Center (IRRC), dalam menghasilkan energi gas dan listrik ramah lingkungan yang dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh masyarakat sekitar. Bantuan senilai 200 ribu USD itu juga mampu mengurangi sampah langsung dari sumbernya, dan mengefisiensikan alokasi dana pemerintah dalam tata kelola sampah. (hfz)