Sebar APS Di Sarolangun Dan Merangin

Fasha Garap Basis CE dan Haris

Sabtu, 03 Agustus 2019 - 12:29:47 - Dibaca: 277 kali

Google Plus Stumbleupon


SOSIALISASI : Baliho jumbo Walikota Jambi Sy Fasha tampak terpasang di jalan lintas Kabupaten Sarolangun dan Merangin.
SOSIALISASI : Baliho jumbo Walikota Jambi Sy Fasha tampak terpasang di jalan lintas Kabupaten Sarolangun dan Merangin. / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Konstelasi politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mulai panas. Beberapa nama yang digadang-gadang bertarung pada hajatan demokrasi lima tahunan itu mulai gencar bersosialisasi.

Jika sebelumnya ada Asafri Jaya Bakri (AJB), Cek Endra, Al Haris dan Safrial yang menebar atribut, terbaru muncul Sy Fasha. Walikota Jambi dua periode ini mulai masif menggarap simpati masyarakat Jambi wilayah barat, seperti Sarolangun dan Merangin.

Dua daerah ini merupakan basis Cek Endra yang tidak lain merupakan Bupati Sarolangun dan Al Haris Bupati Merangin. Kedua tokoh ini diketahui juga sama-sama mengincar kemenangan menuju BH 1 Provinsi Jambi.

Dari pantauan di lapangan, alat peraga sosialisasi (APS) Sy Fasha berdiri di Sarolangun mencuri perhatian masyarakat. APS bertuliskan bangkit itu keren, membawa kejayaan untuk Provinsi Jambi.

APS berukuran jumbo itu persis dipajang di ruas jalan lintas yang menghubungkan Sarolangun Jambi dan Muratara. Ada juga APS yang berada di depan Bank BNI di jalur lintas Sumatera, Kota Sarolangun. APS ini merupakan ucapan selamat Idul Adha.

Sedangkan di Kabupaten Merangin tidak jauh berbeda. APS Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Jambi ini juga terpampang di depan kantor PDAM Merangin. Tulisannya juga sama, bangkit itu keren, membawa kejayaan untuk Provinsi Jambi.

Pengamat Politik Jambi, Bahren Nurdin menyebutkan, jika langkah yang dilakukan oleh sejumlah kandidat calon Gubernur Jambi ini merupakan upaya untuk mencuri simpati masyarakat. Dalam demokrasi, semua itu boleh saja dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

"Baik itu dipasang relawan maupun kandidat sendiri, itu wajar-wajar saja, karena pergelaran Pilgub Jambi tidak lama lagi," ujarnya, Jum’at (2/8) kemarin.

Dosen UIN STS Jambi ini menjelaskan, tujuan pemasangan APS berbentuk baliho ataupun spanduk dalam rangka sosialisasi. Puncaknya tidak lain untuk menguji popularitas dan elektabilitas di tengah masyarakat.

"Ini untuk menguji seberapa populer seorang tekoh ditengah masyarakat, apakah dikenal atau tidak," bebernya.

Apalagi, kata Bahren, sejumlah partai maupun perorangan akan melakukan survei. Sehingga hasil itu menjadi acuan bagaimana menyingkapi Pilgub yang sudah didepan mata.

"Dalam aturan juga tidak dilarang, karena baliho dan spanduk merupakan upaya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat," tukasnya. (wan)