Kabut Asap, Pemkot Bagikan 4 Ribu Masker

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:42:02 - Dibaca: 707 kali

Google Plus Stumbleupon


PEMBAGIAN MASKER : Wawako, Maulana bersama OPD membagikan masker kepada masyarakat yang ada di Kota Jambi.
PEMBAGIAN MASKER : Wawako, Maulana bersama OPD membagikan masker kepada masyarakat yang ada di Kota Jambi. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Kabut asap yang tak kunjung menghilang bahkan semakin pekat di Kota Jambi dan sekitarnya akhir-akhir ini, telah membuat semua orang tidak nyaman. Salah satu dampaknya ialah gangguan pernafasan yang dialami, sehubungan dengan kotornya udara.

Hal itu mendorong Wakil Walikota Jambi, Maulana secara mendadak memerintahkan pembagian masker kepada masyarakat. Dimana  ketika ia baru saja memimpin upacara HUR RI ke 74. Pembagian masker dilakukan di Jalan Mayor Abd. Kartawirana RT 15, Kelurahan Budiman, Kecamatan Jambi Timur atau tepat di depan Lippo Plaza Jambi, Sabtu (17/8).

Lebih dari 4 ribu masker dibagi-bagikan kepada warga masyarakat, para pengendera sepeda motor, penumpang angkot dan kendaraan pribadi. Sebelumnya juga dilakukan hal yang sama dengan lokasi di sekitaran Tugu Keris Siginjai.

Wakil Walikota Jambi Maulana sendiri turun tangan langsung dalam aksi pembagian masker itu.

Selain Wakil Walikota, yang turut membagikan masker di antaranya ialah, Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag Humas Setda Kota Jambi, dibantu oleh petugas-petugas dari Puskesmas dan juga PMI Kota Jambi, Pramuka dan Bujang Gadis.

“Ini wujud kepedulian kami. Agar anak-anak dan pengendara motor menggunakan masker. Karena ISPU kita memang masih sedang. Tapi untuk indeks PM25 menunjukkan hal yang berbahaya, karena bisa masuk sampai ke saluran pernapasan. Sehingga dianjurkan pakai masker,” katanya.

Maulana mengatakan, anak-anak sekolah agar saat pergi ke sekolah juga menggunakan masker. “Sudah sampai sekolah harus di dalam gedung. Tidak boleh main keluar gedung kecuali upacara seperti pagi, upara tadi tetap dilakukan karena itu penting, namun unyuk siswa kelas 1 dan 2 libur,” katanya.

Dampak adanya particular PM25 ini kata Maulana, bisa terbang bersama angin. Jika terhisap bisa menimbulkan iritasi saluran pernapasan.

“Bisa terjadi ISPA terutama untuk kelompok balita, dan orang tua, juga anak-anak. Selain itu juga orang yang berisiko atau memiliki sensitifitas yang tinggi,” akunya.

Jika kondisi terus seperti ini, pihaknya menginstruksikan untuk dibuat  ruangan khusus dilengkapi dengan AC, dan ada oksigen. Nantinya akan di siapkan titik-titiknya mulai dari perkantoran, layanan kesehatan, dan lainnya.

“Jadi kalau ada masyarakat yang tiba-tiba asmanya kambuh bisa langsung menuju ruangan itu. Hari ini kita rapatkan dan akan kita tentukan titiknya dimana saja,” bebernya. (hfz)