21 Kendaraan Tabrakan Beruntun

8 Nyawa Melayang di Cipularang

Selasa, 03 September 2019 - 14:32:25 - Dibaca: 1132 kali

Google Plus Stumbleupon


EVAKUASI: Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9 [M IBNUCHAZAR/ANTARA FOTO]


JAKARTA - Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Purbaleunyi arah Bandung menuju Jakarta, tepatnya di KM 91+400, Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan 20 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi, mengatakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut sebanyak 21 kendaraan.
"Ada 20 kendaraan yang terlibat kecelakaan. Beberapa kendaraan hangus terbakar," katanya kepada Wartawan di Purwakarta.
Sedangkan jumlah korban tewas berdasarkan data yang diperoleh adalah delapan orang.
"Enam korban tewas akibat mengalami luka bakar," katanya.
Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pujiyono Dulrachman mengatakan selain delapan tewas, pada kecelakaan tersebut juga mengakibatkan tiga orang luka berat.
"Delapan orang meninggal, tiga luka berat, dan 25 luka ringan," ujar Pujiyono Dulrachman saat menjenguk korban kecelakaan di RS MH Thamrin Purwakarta.
Hingga pukul 20.30 WIB dari delapan korban tewas, emopat diantaranya sudah teridentifikasi. Para korban tersebut adalah, Hendra Tjahjana, warga
Jalan Nusantara IX Blok C Nomor 7, RT 007 RW 017, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua, Ng Endi Budiyanto, 62, warga Jalan Tebet Timur Dalam Nomor 61, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Ketiga, Dedi Hidayat (45), warga Cilincing, Jakarta Utara. Dan keempat Iwan Bin Nsin (34), warga Tanggulun, Tanggerang, Banten.
Untuk penyebab kecelakaan, Irjen Rudy mengatakan dugaan sementara berawal dari mobil dump truk yang terguling di ruas tol tersebut. Akibatnya kendaraan lain yang berada di jalur yang sama berhenti mendadak hingga terjadi tabrakan beruntun.
"Penyebab kecelakaan ini sedang kita selidiki (secara) khusus. Tapi (dilihat di lokasi) di depan kita lihat ada dump truk terguling, dan terguling karena apa. Sehingga kendaraan yang di belakang mengerem mendadak," katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adipratama mengatakan kecelakaan juga dipengaruhi kondisi jalan turun dan menikung. Selain itu, faktor kecepatan di atas 100 km/jam dan pengemudi tak menjaga jarak aman dengan kendaraan lainnya.
"Sampai saat ini, kita masih terus menyelidiki secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. Dan untuk menghindari kejadian serupa, kami mengimbau pengendara di Tol Cipularang agar menjaga jarak aman sekitar minimal 100 meter. Jangan terlalu mepet dengan kendaraan lain karena hal ini sering menyebabkan kecelakaan beruntun," tuturnya.
Dihubungi terpisah, Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, seluruh korban kecelakaan maut itu saat ini telah dievakuasi ke empat rumah sakit berbeda, antara lain RS Bayu Asih, Siloam, M. Thamrin Purwakarta dan RS Bhakti Husada.
Seringnya kecelakaan di ruas tol tersebut membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan evaluasi batas kecepatan kendaraan yang melintas.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan saat ini batas kecepatan kendaraan melaju di jalan tol yakni 60-100 kilometer.
Saat ini teknologi kendaraan semakin bagus, jadi mungkin bisa kita sesuaikan dengan aturan apabila sudah diperlukan, katanya dalam siaran persnya.
Saat ini, lanjut Budi Setiyadi, pengawasan kecepatan laju kendaraan kewenangannya di kepolisian.
Pihaknya juga sudah menurunkan personel untuk mengidentifikasi lokasi kecelakaan, terutama terkait kondisi jalan dan rambu lalu lintas.
Budi menuturkan secara geometrik kondisi jalanan di Tol Cipularang KM 91 arah Jakarta juga turunan dan cekungan, jadi banyak pengendara yang sulit mengendalikan laju kendaraan.
Hasil dari identifikasi awal itu akan ditindaklanjuti dengan kajian agar kejadian kecelakaan maut itu tidak terjadi lagi, mengingat banyak kecelakaan yang terjadi di ruas tol tersebut. (mhf/gw/fin)