Jelang Pilkada, Persaingan Diinternal PAN Mulai Terasa

Hafiz Dan Mahdan Tak Sejalan

Jumat, 06 September 2019 - 10:18:39 - Dibaca: 846 kali

Google Plus Stumbleupon


Muhammad Hafiz
Muhammad Hafiz / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Aroma persaingan diinternal Partai Amanat Nasional (PAN) mulai terasa jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batanghari. Ini karena dua pentolan partai berlambang matahari biru, Muhammad Hafiz dan M. Mahdan bersaing dalam perebutan BH 1 Batanghari. 

Bahkan kedua politisi partai besutan Zulkifli Hasan (Zulhas) tampak sudah tidak sejalan. Ini di perkuat ketika keduanya sama-sama mendaftar dan mengikuti penjaringan DPC PDI Perjuangan Batanghari beberapa hari lalu. 

Hafiz yang tidak lain merupakan putra mantan Bupati Batanghari, almarhum Abdul Fattah, memilih bergerak cepat mendatangi PDI Perjuangan dengan mendahuli kandidat lainnya. Sedangkan M. Mahdan yang juga mengincar dukungan partai berlambang juga resmi mendaftar setelah sebelumnya secara diam-diam mengambil formulir penjaringan.

Persaingan keduanya sejak awal memang sudah santer terdengar di publik. Termasuk dalam upaya menyakinkan petinggi PAN, partai dimana keduanya bernaung saat ini.

Dukungan PAN sangat penting bagi keduanya agar memuluskan langkah dalam pemenangan kontestasi Pilkada yang tidak lama lagi ditabuh. Apalagi PAN merupakan pemilik kursi terbanyak dan pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kemarin.

Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, M. Husaini mengatakan, jika partainya belum menentukan arah dukungan di Pilkada, termasuk di Batanghari. "Sampai saat ini belum ada keputusan dari partai dalam menetapkan dukungan," katanya.

Politisi senior PAN ini pun menyampaikan, jika partainya memberikan kesempatan yang sama kepada semua kader yang berniat untuk berkompetisi. Begitu juga dengan Hafiz dan Mahdan yang bertarung di Kabupaten Batanghari. "Silakan saja bersosialisasi ditengah masyarakat dan juga berkomunikasi dengan partai politik lain," jelasnya.

Menurutnya, Hafiz maupun Mahdan merupakan kader terbaik PAN. Keduanya punya kesempatan untuk ikut bertarung dan berkonstribusi untuk pembangunan daerah "Nanti kita lihat surveinya, siapa yang diinginkan masyarakat. Tidak mesti harus kita paksakan mendukung yang tidak didukung masyarakat," katanya.

          Sementara itu, usai mendaftar di PDI Perjuangan, Mahdan mengaku sudah mendapatkan izin dari Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H. Bakri untuk mengikuti penjaringan PDI Perjuangan. Karena itu Mahdan berani menggunakan jaket kebesaran PAN untuk mengembalikan formulir dan secara resmi mendaftarkan diri sebagai balon Bupati Batanghari, Kamis (5/9) kemarin. “Iya, saya mengembalikan dan secara otomatis saya sudah daftar sebagai bacalon Bupati Batanghari,” katannya.

          Mahdan menepis jika dirinya tidak sejalan dan akan berbenturan dengan Hafiz. Mantan Ketua DPRD Batanghari ini mengaku, jika keputusan dirinya dan Hafiz maju sah-sah saja secara politik. ”Tidak jadi masalah jika dua kader PAN maju di Pilkada, sah-sah saja,” ucapnya.

Mahdan menegaskan, keputusannya maju di Pilkada Batanghari hanya untuk mensejahterakan dan memakmurkan rakyat. Meskipun dirinya juga tidak menampik adanya dorongan dari para tokoh masyarakat.  “Saya maju di Pilkada Batanghari tujuan besarnya adalah untuk mewujudkan pembangunan daerah dan mensejahterakan rakyat Batanghari,” bebernya.

Sebelumnya, Hafiz menegaskan juga telah menegaskan jika keputusan mengikuti penjaringan karena telah menyatakan sikap untuk maju di Pilkada Batanghari. "Kami mendengar DPC PDI Perjuangan Batanghari telah membuka pendaftaran, tentunya kami menyatakan sikap kesungguhan kami untuk bertarung di Pilkada nanti," katanya.

Mantan Ketua DPD PAN Batanghari ini mengaku telah mengambil formulir pendaftaran dan akan melengkapi persyaratan sampai batas waktu yang telah ditentukan. “Kami akan segera melengkapi persyaratan, soal terknis kedepan kita serahkan sepenuhnya kepada partai. Kami berharap PDI Perjuangan dapat berjuang bersama dalam memenangkan Pilkada nanti," tukasnya. (wan/rza)