Nilai Ekspor Jambi Naik

Selasa, 10 September 2019 - 08:01:59 - Dibaca: 992 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Juli 2019 naik sebesar 343,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari US$ 93,00 juta pada bulan Juni 2019 menjadi US$ 41 2,51 juta pada bulan Juli 2019. Sedangkan nilai impor Provinsi Jambi Juli 2019 naik sebesar 69,66 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu dari US$ 5,65 juta pada bulan Juni 2019 menjadi US$ 9,59 juta Pada bulan Juli 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan, menyebutkan BPS menyebutkan, penyebab utama naiknya nilai ekspor Provinsi Jambi bulan Juli 2019 adalah naiknya ekspor komoditi minyak dan gas yang pada bulan sebelumnya tidak ada. Nilai ekspor sampai dengan bulan Juli 2019 yaitu sebesar 1.783, 96 juta. Ekspor Jambi sampai dengan bulan Juli 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 yaitu naik sebesar 5,35 persen. 

Kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi adalah ekspor kelompok pertambangan yaitu sebesar 62,27 persen diikuti kelompok industri sebesar 31,45 persen dan kelompok pertanian sebesar 6,28 persen. "Bila dirinci menurut komoditi, kelompok industri didominasi oleh karet dan olahannya yang memberikan kontribusi mencapai 15,90 persen. Penyumbang kontribusi terbesar dari kelompok pertambangan yaitu minyak dan gas yang mencapai 59,69 persen.  Sedangkan dari kelompok pertanian komoditi pinang memiliki sumbangan 5,22 persen," terangnya.

Nilai ekspor kelompok pertanian bulan Juli 2019 sebesar US$ 19,39 juta naik sebesar 70,16 persen dibanding bulan Juni 2019. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan nilai ekspor pada hampir seluruh komoditi terutama komoditi unggulan yaitu komoditi ikan dan udang komoditi pinang komoditi kopi teh dan rempah.

Ekspor kelompok pertanian sampai dengan bulan Juli 2019 naik sebesar 19,65 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2018. Kenaikan nilai ekspor ini karena naiknya ekspor terutama pada komoditi Pinang dan komoditi kopi, teh dan rempah.

Kelompok industri naik sebesar 1 4,82 persen dari US$ 77,33 juta pada Juni 2019 menjadi US$ 88,79 juta. Pada Juli 2019 kenaikan terjadi pada hampir seluruh komoditi terutama pada komoditi unggulan yaitu minyak nabati komoditi karet dan olahannya komoditi, komoditi arang,  komoditi pulp dan kertas serta komoditi kayu lapis. "Ekspor kelompok industri sampai dengan bulan Juli 2019  bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya turun sebesar 6,54 persen,” jelas Dadang.

Nilai ekspor kelompok pertambangan pada bulan Juli 2019 adalah US$ 304,32 juta terdiri dari komoditi minyak dan gas serta komoditi batubara. Setelah pada bulan sebelumnya tercatat ekspor hanya berasal dari komoditi batu bara. Nilai ekspor kelompok pertambangan sampai dengan bulan Juli 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya naik sebesar 11,16 persen.  Hal ini dipengaruhi naiknya nilai ekspor dalam Migas pada bulan Juli 2019.

Secara umum nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Juli 2019 ke beberapa negara utama mengalami kenaikan. Ekspor yang mengalami kenaikan adalah ke Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, Perancis, Cina, Jepang, India dan Taiwan. Sedangkan pergerakan turunnya nilai ekspor dapat diamati ke negara Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Korea Selatan.

Impor Provinsi Jambi melalui tiga pelabuhan laut utama di Jambi yaitu Pelabuhan Talang Duku Jambi, Muara Sabak dan Kuala Tungkal serta Pelabuhan Udara Bandara Sultan Taha. Nilai impor pada Juli 2019 sebesar US$ 9,59 juta naik dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan impor ini dipicu oleh nilai naiknya nilai impor pada hampir seluruh kelompok komoditi kecuali kelompok bahan kimia dan sejenisnya.

Bila dilihat perannya sampai dengan bulan Juli 2019. Impor kelompok hasil industri dan lainnya memberikan kontribusinya 48,54 persen dari total impor. Diikuti peran kelompok mesin dan alat angkutan yaitu sebesar 23,78 persen dan impor kelompok bahan kimia dan sejenisnya yang memberi kontribusi sebesar 19,71 persen.  Untuk kelompok komoditi makanan dan sejenisnya berperan sebesar 7,52 persen dan kelompok komoditi karet dan sejenisnya hanya berperan 0,45 persen. (azz)