Usai Buat Trailer Film I Love You Sulthan Thaha

Junaidi T Noor Tutup Usia

Rabu, 11 September 2019 - 12:18:58 - Dibaca: 1155 kali

Google Plus Stumbleupon


WAFAT: Prosesi pemakaman sejarahwan jambi di TPU Puncak (10/9) kemarin.
WAFAT: Prosesi pemakaman sejarahwan jambi di TPU Puncak (10/9) kemarin. / Jambi Ekspres Online

JAMBI -  Budayawan tersohor Jambi Junaidi T Noor meninggal dunia pada Selasa (10/9). Almarhum meninggal dunia pada 13.15 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum terjatuh di kamar mandi rumahnya. Dan setelah mendapatkan pertolongan dokter ternyata sang budayawan sudah tiada. Hingga akhirnya dimakamkan di TPU Puncak.

Selain dikenal sebagai budayawan Junaidi juga dikenal sebagai birokrat senior. Dia merupakan mantan pejabat tinggi di lingkungan Pemprov jambi. Tercatat jabatan yang pernah diembannnya, Kepala Bappeda hingga Staf Ahli Gubernur. Tak ayal kepergiannya juga dilepas oleh para pegawai Pemprov yang memenuhi rumah duka di kawasan The hok, Kota Jambi.

Hadir langsung di rumah duka, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M. Dianto. Dia juga diminta menyampaikan kata dari Pemprov sebelum almarhum dishalatkan di Masjid Darul Hikmah sekitar rumah duka. Ketika diwawancarai Dianto menyebut sosok almarhum banyak berkecimpung di pemerintahan. Seperti di Bina Bangda. Dianto mengenang ketika dirinya masih bertugas menjadi Staf di Kota Jambi  selalu berhubungan dengan Biro Bangda yang dipimpin almarhum. “Beliau seingat Saya juga pernah jadi Kadis Pariwisata tapi tak lama sekitaran lima bulan, hingga menjadi Kepala Bappeda dan Staf Ahli Gubernur,” sampainya.

Bahkan, kata Dianto almarhum ketika sudah pensiun juga diminta oleh Gubernur kala itu Zulkifli Nurdin untuk menjadi Staf Ahli di Pemerintahan. Selain itu, yang menjadi ciri almarhum Dianto menyebut kepemimpinannya tidak terlalu kaku. “Beliau humoris ketika membawakan acara, kita yang menjadi peserta tak begitu tegang,” katanya.

Masih kata Dianto, untuk penghargaan dari Pemprov dengan kehadirin banyak jarajaran Pemporv merupakan cara untuk menghormati almarhum. “Kita berharap beliau dapat tempat yang layak di sisinya, kami ucapkan terimakasih budayawan Jambi,” katanya.

Dalam perjalannya, Sekda juga menyebut yang paling membekas dari almarhum yakni almarhum banyak tahu tentang sejarah Jambi. “Bahkan hingga akhir hayat masih mau membuat film, sempat juga beliau menhadap Gubernur Jambi membawa naskah film bersama seorang produser,” kenangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Ujang Hariadi juga memiliki kesan tersendiri. Kata Ujang, Jambi sangat kehingangan tokoh budaya dan dan pemerhati sejarah Jambi. “Terus terang kami kehilangan untuk meminta pendapat beliau karena beliau sabar dan matang dari berbagai hal, kita doa kan semoga beliau khusnul khotiomah agar karya beliau jadi pahala di akhirat,” sampainya.

Terpisah, Ana, Sutradara dari Film I Love You Sulthan Thaha yang jadi film terakhir yang dilakoni Almarhum menyebut sangat kehilangan dengan sosok menginspirasi ini. ”Kita baru buat Trailernya , sudah lima Scene, Film ini bercerita tentang seorang kakek tua yang bercerita kepada cucunya yang dalam hal ini diperankan Pak Junaidi, dan rencanya akan tayang pada HUT Pemprov 2020, dengan berpulangnya beliau scenario akan kita rubah untuk meletakkan dimana scene beliau,”tandasnya.

Rasa duka mendalam juga turut dirasakan oleh jajaran Pemerintah Kota Jambi. Wali Kota Jambi Syarif Fasha dalam perjalanan pulangnya ke Jambi usai berdinas di luar kota, turut menyampaikan rasa belasungkawa atas berpulangnya sejarawan dan budayawan senior Jambi tersebut.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah orang tua kita, tokoh penting Provinsi Jambi, sejarawan sekaligus budayawan senior yang banyak memberikan kontribusi baik karya maupun pemikiran untuk Jambi. Tentunya kita sangat kehilangan beliau, Jambi kehilangan putra terbaiknya," ujar Wali Kota Syarif Fasha.

Fasha juga memiliki cerita tersendiri akan dedikasi almarhum sebagai sejarawan Jambi, dimana beberapa waktu lalu, walaupun dalam kondisi kesehatan yang menurun, Junaidi T. Noor masih menyempatkan undangannya sebagai narasumber saat digelarnya seminar penganugerahan Gelar Pahlawan kepada Pejuang Jambi, Raden Mattaher.

"Saya sangat menggagumi beliau sebagai sosok sejarawan dan budayawan sejati. Beliau begitu bersemangat jika diminta bantuan oleh kami untuk menerangkan informasi terkait sejarah pahlawan dan Kota Jambi, meski beliau dalam kondisi sakit. Terakhir pada saat kami memperjuangkan gelar tanda pahlawan untuk Raden Mattaher, beliau tetap memaksa hadir. Kami sangat mengapresiasi almarhum dan kami merasa sangat kehilangan," beber Fasha.

Kata Fasha, Junaidi T. Noor mendapat tempat khusus di hatinya dan segenap warga Kota Jambi. Junaidi T. Noor banyak memberi informasi penting terkait perkembangan sejarah Jambi dan budaya Melayu Jambi.

"Selamat jalan Bapak Sejarah dan Budaya Jambi, H. Junaidi T. Noor. Semoga amal bakti dan kontribusimu dalam memajukan sejarah dan budaya Jambi, menjadi penyuluh dan amal jariyah yang sangat bermanfaat bagi Provinsi Jambi," pungkas Fasha. (aba/hfz)