Sebelum Dilakukan Penilaian Bersama 37 OPD

Dirut RSJ Mundur

Kamis, 12 September 2019 - 09:57:02 - Dibaca: 555 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Penilaian kinerja Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Jambi bakal dilakukan dalam dua hari. Tepatnya pada 16 hingga 17 September mendatang bertempat di Kantor Badan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kota Baru, Kota Jambi.  

Mereka yang harus ikut assesmen adalah pejabat esselon II hasil lelang jabatan tahap I tahun 2017 lalu dengan masa jabatan sudah dua tahun, dan pejabat eselon II bukan hasil lelang yang sudah menjabat selama lebih dari lima tahun dengan posisi yang sama.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Husairi mengatakan, dari 39 pejabat eselon II yang diizinkan Komite Aparatur Sipil negara (KASN) untuk ikut assesmen, ternyata hanya 37 orang. Karena dua lainnya beralasan pensiun dan mundur. Keduanya adalah Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi Asnawi AB yang akan memasuki masa pensiun, serta Hernayawati Dirut Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jambi.

“Pak Asnawi pensiun sebentar lagi. Dirut RSJ mundur, beliau memilih untuk menjadi pejabat fungsional,” sampai Husairi.

Khusus untuk Dirut RSJ Hernayawati, Husairi mengatakan, yang bersangkutan sejak kemarin sudah tidak menjabat sebagai Direktur RSJ lagi. Padahal Hernayawati sudah menjabat di posisi yang sama selama lebih dari lima tahun dan harus diassesmen ulang untuk melihat kinerja selama ini. Namun, yang bersangkutan juga tak dilarang untuk mundur. 

“Kalau tidak salah, beliau mundur kemarin. Sekarang sudah ada Plt Dirut RSJ dari internal RSJ itu. Ibu Hernayawati sekarang menjadi pejabat fungsional, menjadi dokter di sana,” katanya.       

Mekanisme assessment nantinya akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Yakni tanggal 16-17 September ini. Pihaknya tetap menggunakan jasa Asessment Center Riau. Karena instansi tersebut merupakan salah satu yang terbaik. 

“Ada delapan orang yang akan datang ke Jambi dari Assesment Center Riau Senin depan,” katanya.

Proses persiapan untuk ke-37 pejabat tersebut sebelumnya sudah diberikan blanko pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi dan dikumpulkan sebelum tanggal 16 september tersebut.

Setelah assessment, maka ke 37 pejabat itu akan mengikuti sesi wawancara bersama Panitia Seleksi (Pansel), yang terdiri dari internal Pemprov Jambi dan eksternal yakni dari Unja.“Internal Provinsi Jambi itu ada Pak Sekda sebagai ketua, kemudian Pak asisten III. Kemudian yang eksternalnya dari Unja,” katanya..

Sementara itu, ditambahkan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Karir BKD Provinsi, Firman Kurniawan, untuk assessment atau job fit (uji kesesuaian) ini kemungkinan takkan ada penonjoban pejabat. Yang ada nantinya jika adalah mutasi ke jabatan yang setara. “Dari hasil evaluasi nanti akan dilihat apakah pejabat akan dijabatan sekarang atau dimutasi ke jabatan yang setara,” katanya.

Khusus untuk Dirut RSJ Hernayawati mengundurkan diri, Firman membenarkan. Kata Dia, Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 11 September Hernayawati sudah mulai menduduki jabatan barunya sebagai Dokter Madya di RSJ.

"Beliau mengajukan untuk diangkat kembali sebagai dokter, jadi ya harus mundur dulu dari Dirut, karena tidak boleh rangkap jabatan," kata Firman.

Alasan Hernayawati mundur, kata Firman, disertai dengan berbagai alasan dalam laporannya. "Karena beliau sudah menjabat lebih dari 5 tahun, sekitar 9 tahunan sudah terlalu lama," ujarnya.

Kemudian alasan kedua karena tenaga dokter di RSJ masih kurang. "Beliau nanti pensiunnya masih dua tahun lagi karena usia pensiun dokter 60 tahun," ujarnya.

Sementara untuk mengisi lowongnya jabatan Dirut ditunjuk Pelaksana Tugas Dirut. "dr.Fakhrurazi yang akan jabat Plt, sebelumnya Dia Wakil Direktur," ucapnya.

Terpisah , saat dikonfirmasi dr.Hernayawati belum mengkonfirmasi pesan dan panggilan telepon dari Koran ini hingga berita ini diturunkan.(aba)