SMP Terpencil di Kerinci Protes Guru Jarang Masuk

Sabtu, 14 September 2019 - 10:45:22 - Dibaca: 3226 kali

Google Plus Stumbleupon


. / Jambi Ekspres Online

KERINCI - SMP Negeri 38 yang terletak di Desa Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin menuai sorotan public, dikarenakan dengan tanpa alasan yang jelas Kepala Sekolah (kepsek) dan guru sampai jam 10 belum hadir untuk melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara apalagi bukan jam libur.

 

Hal tersebut diketahui, setelah beredarnya video di media sosial, para pelajar yang protes kehadiran majelis guru dan kepsek yang tidak hadir satu orang pun disaat proses jadwal mengajar. Video yang berdurasi kurang lebih 2 .36 menit tersebut berisikan ”Kami butuh belajar dan jangan bedakan kami meski berada di perbatasan Kerinci.”

 

Video tersebut pun viral, dan mendapatkan komentar dari berbagai pihak. Ada yang berpendapat, bahwa sangat disayangkan sekali bila terjadi ASN seperti ini, mereka sudah digaji tambah lagi ada uang sertifikasi, memalukan.

 

Informasi yang berhasil dihimpun, hal ini ada hubungannya dengan mutasi kepsek dan guru di Dinas Pendidikan Kerinci beberapa waktu lalu. Sumber menuturkan, sebelumnya kepsek dijabat Jawaher, warga Desa Seleman beliau rajin dan sering menginap di perumahan sekolah karena jarak tempat tugas jauh, dengan begitu ia juga dapat dengan mudah mengontrol siswa dan kehadiran guru. "Berbeda dengan Kepala Sekolah yang sekarang. Sngat miris sekali, disaat ada kepsek dan guru yang pantas dan rajin dimutasi atau diganti dengan Kepala Sekolah yang Pemalas," ucap sumber.

 

Menanggapi hal ini Kadis Pendidikan Kerinci, Murison, mengatakan memang persoalannya kepsek yang baru dari Koto Majidin saat ini sedang  sakit, jadi jarang kesekolah. "Beliau sakit sering berobat jadi kesekolah jarang, sedangkan PNS dan honorer dikit di situ," katanya.

 

Atas kondisi itu, Dinas Pendidikan Kerinci sedang mencari jalan keluar. Bahkan, Kadis Pendidikan sudah menghubungi Pengawas dan Kabid, untuk melihat langsung kelapangan, untuk mencari solusinya. "Nanti akan dicari solusi, apakah kepsek diminta mengundurkan diri, kemudian kendala saat ini, PNS kurang disitu memang payah nyari yang mau disitu, karna jarak jauh," ujarnya. (adi)