Romi Di Tanjabtim, Fikar, Zuhelmi, Pusri di Sungai Penuh

Berburu Dukungan Banteng

Kamis, 19 September 2019 - 09:57:35 - Dibaca: 378 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MUARASABAK- Dukungan PDI Perjuangan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menjadi incaran banyak kandidat. Sejak di buka pada awal September lalu, partai berlambang banteng ini ramai di datangi para kandidat di masing-masing Kabupaten/kota maupun Provinsi.

          Rabu (18/9) kemarin, tiga kandidat calon Wali Kota Sungai Penuh yang melamar ke partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut. Mereka adalah Wakil Walikota Sungai Penuh Zuhelmi, Ketua DPC Demokrat Fikar Azami dan mantan Sekda Pusri Amsy.

          Sedangkan di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), rumah perjuangan disambangi  kandidat petahana Romi Hariyanto. Kedatangan Bupati Tanjabtim itu juga bermaksud untuk mendaftarkan diri sekaligus melirik dukungan PDI Perjuangan.

Usai mengambil formulir, Pusri Amsy mengaku sangat optimis bisa diusung PDI Perjuangan. Begitu juga partai lainnya yang akan menjadi perahu pada Pilwako nanti. "Kita sangat optimis diusung partai PDIP. Sekarang kita juga menjalin komunikasi dengan partai lain,” ujarnya.

Komunikasi itu dilakukan karena PDIP memiliki 1 kursi. Sehingga harus berkoalisi karena untuk memenuhi syarat dukungan membutuhkan 5 kursi parlemen.  "Kalau PDIP 5 kursi, kita tidak akan mendaftar ke Partai lain," tegasnya.

Pusri juga menyebutkan jika dirinya juga telah berkoordinasi dengan KPU Kota Sungai Penuh untuk melirik jalur independent. "Jika partai tidak dapat, maka kita akan lakukan jalur independent," ungkapnya.

Pusri menegaskan jika tidak ada mundur dalam kamus hidupnya, meskipun harus melalui jalur independen. Ia mengklaim sudah mengumpulkan 15.200 KTP-e . "Syarat jalur independent cuman 6 ribu, kita sengaja kumpulkan 15 ribu lebih,” tegasnya.

Sementara itu, Romi Romi Hariyanto mengaku jika dirinya memiliki hubungan istimewa dengan PDIP. Apalagi, PDIP dan PAN yang digawanginya selalu berjalan harmonis dengan dibuktikan wujud kerjasama dan keberhasilan membangun Tanjabtim.

"PDIP sudah banyak kontribusinya untuk pembangunan Tanjabtim. Jadi wajar jika saya masuk dan bisa satu barisan di PDIP. Saya berharap PDI P bisa menerima saya," harapnya.

Lalu bagaimana dengan partai lain? Ketua DPD PAN Tanjabtim ini belum memastikan kapan mengambil formulir.  "Yang jelas saat ini baru di PDI,untuk ke partai lain belum," terangnya.

          Terpisah, Ketua DPC PDIP Sungai Penuh, Hardizal mengatakan, penjaringan Balon Walikota harus sesuai dengan mekanisme partai. "Semua Bacalon berpotensi diusung, namun untuk resminya nanti menunggu rekomendasi dari DPP," jelasnya.

Pendaftaran sendiri, kata Hardizal, dilakukan hingga Minggu, 22 Septermber mendatang. Sehingga tidak ada perpanjangan waktu. “Setelah ditutup, nantinya dokumen mereka yang mendaftar i verifikasi ke DPP," tegasnya.

Munardi Munir, ketua tim penjaringan menjelskan, jika hasil penjaringan akan diteruskan ke DPD untuk kemudian bergerak ke DPP. “Semua yang mendaftar punya hak yang sama disini, kita tidak membeda bedakan,” tambahnya.

Ketua DPC PDIP Tanjabtim, Gatot Sumarto menjelaskan jika partainya tidak bisa berdiri sendiri dan harus berkoalisi untuk mengusung calon. "Dari pusat DPC PDI Perjuangan sudah ditugaskan untuk menjaring, dan menyampaikan hasil penjaringan," sebutnya.

Gatot pun mengutarakan, selama ini PDIP dan PAN memiliki hubungan emosional yang baik.  "Jadi mengenai hasilnya nanti DPP PDI Perjuangan yang memiliki kewenangan penuh," tukasnya. (adi/lan)