Jalan Dibangun Di Tengah Pohon Kelapa

Minggu, 22 September 2019 - 20:43:15 - Dibaca: 2939 kali

Google Plus Stumbleupon


JALAN SETAPAK: Jalan setapak yang dibangun di atas pohon kelapa.
JALAN SETAPAK: Jalan setapak yang dibangun di atas pohon kelapa. / Jambi Ekspres Online

SUNGAIPENUH - Beberapa hari terakhir ini, viral dimedia sosial adanya jalan setapak yang dikerjakan, dimana di tengah jalan setapak tersebut terdapat pohon kelapa yang masih kokoh berdiri.

 Kejadian ini ternyata bukan di Desa Pelosok dan terisolir, akan tetapi terletak di Desa Koto Dumu, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

 Informasi yang berhasil dihimpun, jalan setapak yang dibangun Pemerintah Desa Koto Dumu tahun 2019, terdapat pohon kelapa yang berdiri kokoh ditengah-tengah jalan. "Masa jalan dibangun, diatasnya ada pohon kelapa. Kemana aja pihak Pemdes, BPD, dan pendamping Desa dalam melakukan pengawasan," ujar salah seorang warga.

 Dengan adanya kejadian ini, jelas-jelas pendamping Desa, Camat serta Pemdes dinilai gagal mendampingi Desa Koto Dumu dalam melakukan pembangunan.

 Menanggapi hal itu, Hajar, Kades Koto Dumu, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, dikonfirmasi mengakui bahwa dirinya telah membangun jalan setapak didalam Desa Koto Dumu, yang ditengah jalannya terdapat Dua pohon kelapa yang masih kokoh berdiri. "Benar, itu dibangun pada anggaran tahun 2019 ini dengan Dana Desa," ujarnya.

 Diakuinya, kejadian itu bermula saat hendak dilakukan pengerjaan jalan setapak, pemilik tanah yang terdapat pohon kelapa tidak mau memberikan tanah. Sementara, pihaknya dikejar oleh waktu yang memang harus dilakukan pengerjaannya.

 "Dengan lamanya perundingan, dengan pemilik tanah yang ditumbuhi pohon kelapa. Disuatu sisi, waktu berjalan terus dan memang harus segara dilakukan pengecoran jalan. Makanya, kita tetap lanjutkan pengerjaan jalan," bebernya.

 Sebelumnya sambung Kades, dirinya beralasan bahwa sebelum dilakukan pembangunan dirinya telah melakukan musyawarah RAPBD dengan masyarakat dan Pemdes.

 Namun saat ini solusinya, pihaknya masih melakukan upaya pendekatan dengan pemilik tanah yang terdapat Dua pohon kelapa. Agar pohon kelapa itu, bisa tebang sehingga tidak menganggu jalan. "Memang kita dapat teguran dari Inspektorat dan Pemdes, maka akan kita ikuti dan akan kita tebang dengan melakukan perundingan dengan pemilik tanah," ucapnya 

 Diakuinya, bahwa saat ini pekerjaan jalan tersebut sudah selesai. Hanya saja ketika ditanya, berapa panjang jalan dan berapa anggaran yang digunakan, Kades mebegaskan dirinya tidak mengetahui hal itu. "Kalau itu tidak tau, tanya dengan Kaur pembangunan," tandasnya. (adi)