Menpan dan RB Pelajari Kebutuhan CPNS

1.990 Formasi untuk Jambi

Senin, 28 Oktober 2019 - 10:47:09 - Dibaca: 1206 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI-11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi dipastikan akan membuka penerimaan CPNS tahun ini. Bahkan, usulan formasi pun sudah disetujui oleh Menpan RB dan sudah dikirimkan ke masing-masing daerah.

Khusus Provinsi Jambi, hanya Pemprov Jambi yang tidak menerima CPBS tahun ini. Sedangkan untuk keseluruhan jumlah formasi se Provinsi Jambi adalah sebanyak 1.990 formasi (Selengkapnya lihat grafis, red).

Data yang berhasil dihimpun Jambi Ekspres, dari 11 kabupaten/kota, jumlah formasi terbanyak adalah Pemkab Merangin dengan rincian Tenaga Kependidikan sebanyak 186 formasi, Tenaga Kesehatan 17  formasi dan  Tenaga Teknis 30 formasi dengan total formasi 243 Formasi.

Sementara Pemkab dengan jumlah formasi paling sedikit adalah Pemkab Muaro Jambi yang hanya menerima 53 formasi. Masing-masing, formasi Tenaga Kesehatan sebanyak 33 orang dan penyuluh 20 orang.

Namun sayangnya, para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk diangkat menjadi CPNS di Provinsi Jambi harus bersabar. Pasalnya, belum ada penerimaan untuk PPPK tahun ini.

 “Jadi yang kita terima untuk tahun ini hanya CPNS saja. Dari jumlah kuota yang diberikan pemerintah pusat tersebut memang belum menutupi kekurangan ASN di Kota Jambi, tapi paling tidak sudah bisa membantu,” ujar Sekretaris BKPSDM kota Jambi Nur Hamid Hadi.

Menurutnya, pihaknya sudah mengusulkan PPPK. Hanya saja regulasi terkait gaji belum diturunkan oleh pemerintah pusat sehingga harus dibatalkan untuk tahun ini.

Pendaftaran CPNS itu, sendiri, katanya, akan segera dimulai pada akhir 2019 ini, namun belum dapat dipastikan tanggal dan bulannya. Namun secara penyelenggaraan tes akan dimulai pada awal 2020.

“Anggaran untuk penerimaan CPNS ini sebagaian besar dibiayai oleh BKN pusat, sebagian lagi dari pemkot Jambi,” ujarnya.

Secara persiapan BKPSDM kota Jambi sudah menyiapkan  SDM untuk tenaga administrasi dan pengawasan. Namun secara perangkat lunak dan  perangkat keras disiapkan oleh BKN  pusat.

Terkait dengan sistem pelaksanaan tes CPNS Nur Hamid belum merincikan secara jelas teknis pelaksanaannya. Namun menurutnya berdasarkan informasi akan dilaksankan sama seperti tahun sebelumnya.

“Untuk mencetak ASN yang unggul pasti nanti akan ada tes kompetensi dasar, bidang, dan lainnya,” katanya.

Waldi Bakri, Kepala BKPSDM Sarolangun saat dikonfirmasi via Whatsapp mengatakan, pola penerimaan CPNS sama seperti tahun 2018 lalu. "Untuk pola seleksi dan tehnik penerimaan sama seperti tahun 2018 yang lalu, yaitu Seleksi berbasis CAT (Computer Assisted Test). Hal tersebut sesuai arahan kepala BKN, bahwa schedul pelaksanaan  lebih kurang pengumuman pendaftaran, yakni akhir bulan Oktober sampai awal Nopember mendatang," katanya.

Untuk pengumuman hasil selekai administrasi katanya, yakni bulan Desember 2019 mendatang. Dan pengumuman seleksi SKD pada bulan Januari 2020, sementara untuk pelaksanaan SKD pada februari 2020 dan hasil SKD serta pelaksanaan SKD pada maret 2020.

"Integrasi SKD dan SKB sekitar april 2020, tahapan ini bagi daerah akan tetap mengikuti dan berdasarkan petunjuk BKN pusat. Untuk rangkaian ini pihak Pemkab Sarolangun sedang mempersiapkan seluruh yang berkaitan dengan rencana seleksi, antara lain SK Bupati sarolangun tentang penetapan formasi dan akan segera menunjuk admin untuk kabupaten," terangnya.

Kemudian kata Waldi, saat ini pihaknya sudah ada undangan untuk persiapan teknis bahwa selasa administrasi Kabupaten akan di lakukan sosialisasi dan pembekalan di BKN mulai tanggal 22 sampai 25 Oktober mendatang. Setelah itu baru tahapan dan dapat kita laksanakan di kabupaten," terangnya.

Maka dari itu, Waldi selaku Kaban BKPSDM menyampaikan, agar masyarakat khususnya Sarolangun yang berminat untuk menjadi PNS di Lingkup Pemkab Sarolangun,  agar segera mempersiapkan diri, yang paling utama adalah segera mengecek kesesuaian data di Dinas Dukcapil agar jangan ada perbedaan data KTP, Ijazah dan lain sebagainya.

"Untuk proses akan cepat dan tidak ada kendala, karena pendaftaran tetap terintegrasi dengan sistem kependudukan nasional dengan cara NIK sebagai pedoman. Dan masih seperti tahun lalu, bahwa penerimaan ini memang murni dengan cara CAT. Jadi jangan ada termakan bujuk rayu untuk bisa meloloskan dengan cara -cara yang lain. Konsepnya hanya orang-orang cerdas dan teliti yang akan mampu bersaing untuk memperoleh jatah kursi PNS," pungkasnya.

Pelajari Kebutuhan CPNS

Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 segera dibuka. Sebanyak 197.111 formasi disiapkan bagi para pelamar. Meski demikian, jumlah kebutuhan tersebut masih akan dipelajari lagi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan dirinya sedang mempelajari lebih dalam lagi terkait rencana pembukaan lowongan CPNS. Terlebih proses tahapan penerimaan CPNS akan segera dibuka mulai akhir Oktober atau awal November 2019.

"Ini sedang saya bahas, ini kami seleksi dulu jangan sampai nanti antara kebutuhan dan droping-nya tidak..., kami ingin tepat," kata mantan Menteri Dalam Negeri tersebut.

Untuk diketahui, total formasi yang akan dibuka dalam rekrutmen tahun 2019 mencapai 197.111. Sebanyak 37.854 formasi dari total tersebut untuk kebutuhan kementerian/lembaga (K/L), sedangkan 159.257 formasi untuk daerah.

Melihat jumlah yang besar, Tjahjo mengatakan rencana tersebut harus dirancang dengan baik dan sesuai kebutuhan.

"Jadi target kami penerimaan pegawai baru jelas," tegasnya.

Dijelaskannya, hingga saat ini jumlah PNS aktif di tanah air masih didominasi oleh pekerja administrasi. Sementara formasi yang dibutuhkan saat ini adalah tenaga kesehatan dan penyuluhan.

"Sekarang banyak pegawai yang administrasi, itu yang akan kita fungsionalkan dengan baik. Jadi penerimaan pegawai akan sesuai kebutuhan, dibutuhkan penyuluh pertanian, dibutuhkan pegawai puskesmas yang bidang itu," jelas dia.

Sebelum itu, Tjahjo juga mengatakan jadwal penerimaan CPNS 2019 tidak akan berubah. Terlebih persiapan penerimaan CPNS sudah dipersiapkan dengan detail MenPAN RB sebelumnya, Syafruddin.

"Terakhir sudah dipersiapkan detail oleh pak Syafruddin untuk persiapan penerimaan CPNS," ungkapnya.

"Pergerakan dalam konteks mendaftar ASN diberbagai hal termasuk masalah Guru, masalah Perawat, kemudian tenaga-tenaga honorer termasuk Satpol PP dari Damkar, termasuk berbagai hal ada yang sudah diputuskan, ada yang secara bertahap sudah diselesaikan oleh pak Syafruddin dan teman-teman yang ada di KemenPANRB ini akan terus kita selesaikan dengan baik," sambung Tjahjo.

Sebelumnya, Mantan MenPAN RB Syafruddin menegaskan seleksi CPNS akan tetap dibuka pada bulan ini.

"Rekrutmen CPNS akan tetap dimulai bulan ini, 2-3 bulan ke depan. Itu sudah on proccess biar tidak salah karena ini juga lebih kecil daripada tahun lalu," kata Syafruddin di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (23/10).

Meski tak banyak berbicara terkait sejauh mana persiapan CPNS yang dimaksud, namun, dia memastikan bahwa semuanya sudah siap.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan menjelaskan, proses penerimaan CPNS 2019 tetap berjalan sesaui jadwal. Saat ini, tengah berlangsung bimbingan teknis mengenai pengisian data ke sistem SSCASN. Sistem ini akan digunakan dalam serangkaian rekrutmen CPNS 2019.

"Sedang berlangsung bimbingan teknis untuk pengisian (data) sejak Selasa yang lalu. Mestinya mereka (instansi) bisa mulai mencicil pekerjaan setting formasi," ujar dia.

Dijelaskannya, setelah pengumuman pengadaan CPNS, proses akan dilanjutkan dengan pembukaan registrasi secara daring (online) pada November 2019.

Hasil seleksi administrasi pelamar dijadwalkan berlangsung pada Desember 2019.

Sesuai jadwal, pada Januari 2020, akan dilakukan pengumuman jadwal dan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Sementara, pelaksanaan SKD dijadwalkan berlangsung Februari 2020.

Hasil SKD tersebut rencananya diumumkan pada Maret 2020, diikuti dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Integrasi hasil seleksi SKD dan SKB dijadwalkan akan berlangsung pada April 2020.

Ridwan juga menjelaskan, pengumuman penerimaan resmi akan dipublikasikan di website dan media sosial instansi penerima formasi dan portal SSCASN. Rekrutmen CPNS 2019 juga akan dilakukan melalui portal SSCASN, sscasn.bkn.go.id.

"Sebelum pengumuman pendaftaran daring dibuka secara resmi pada bulan November, portal SSCASN belum dapat diakses," ujarnya.

Terbaru, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PAN RB merinci, ada lima formasi yang jumlah kebutuhannya telah dirinci. Kelima formasi itu adalah guru dengan kebutuhan 63.324 formasi, dosen 2.194 formasi, pegawai kesehatan 31.756 formasi, pegawai fungsional 28.767 formasi, dan pegawai teknis lainnya 2.194 formasi.

Sementara berdasarkan data BKN, jumlah PNS di kementerian lembaga saat ini sebanyak 4,28 juta orang. Di mana 77,4% PNS berada di instansi daerah dan 22,6% di instansi pusat di mana 50,17?alah jabatan fungsional tertentu, 39,10% jabatan fungsional umum, dan 10,73% jabatan struktural.

Total PNS di pemerintah provinsi DKI Jakarta tercatat paling besar sebanyak 3,5 juta orang, disusul oleh Kementerian Agama sebanyak 239.520 orang, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebanyak 114.180 orang.

Merinci lebih jauh, 70.56% PNS adalah tenaga pendidik, 15,01% tenaga teknis, dan 14,43% tenaga kesehatan. Mayoritas PNS berjenis kelamin wanita dengan persentase 51,29%, sementara pria 48,71%.

Berdasarkan pendidikan, mayoritas PNS adalah lulusan sarjana tingkat I dengan persentase 53,46%, disusul lulusan SMA 19,17%, Diploma III 9,70%, Sarjana tingkat II 9,34%, dan Diploma II 3,63%. Jumlah PNS lulusan SMP sebanyak 1,18%, dan lulusan sekolah dasar 0,64%. (hfz/hnd/tim/fin)