Kuota Kemenag Paling Banyak, Waspada Calo CPNS

Honorer Minim Dampak Daerah Enggan Mengusulkan

Rabu, 30 Oktober 2019 - 10:25:12 - Dibaca: 701 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Berdasarkan data yang diterima, Kementerian Agama (Kemenag) menjadi instansi pemerintah dengan jumlah rekrutmen CPNS terbesar. Untuk tahun ini totalnya 5.815 formasi. Sementara kuota untuk honorer terbilang minim akibat pemerintah daerah tidak begitu merespon kondisi yang ada.

BACA JUGA:  Aplikasi Capsule Bus Koja Trans Sudah Didownload Ribuan Masyarakat

Ya, setelah Kemenag, disusul Kejaksaan Agung dengan 5.203 formasi, Kementerian Hukum dan HAM 4.598 formasi, Kementerian Kesehatan 2.205 formasi. Selanjutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (plus Pendidikan Tinggi) 2.196 formasi, dan Sekretariat Mahkamah Agung 2.104 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan, untuk pemerintah daerah yang merekrut CPNS dalam jumlah besar yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta 3.958 formasi, Pemprov Jawa Barat 1.934 formasi, Pemprov Jawa Timur 1.807 formasi, Pemprov Jawa Tengah 1.409 formasi, dan Jogjakarta 718 formasi.

”Saya meminta calon peminat (calon pendaftar, red) benar-benar melihat sisi tekhnis dan syarat-syarat dalam prosedur. Jangan tergiur dengan iming-iming yang mencoba menjamin kelulusan. Pemerintah memastikan, tidak ada kolusi, maupun nepotisme dalam penerimaan. Clear ya, hati-hati jangan tertipu,” tegasnya, kemarin (29/10).

Terpisah, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan kuota pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) dari guru honorer hingga saat ini belum terpenuhi. "Kita sebenarnya sudah ada kuota 156 ribu untuk tahun 2019 ini," kata Muhadjir kemarin.

Mendikbud era Kabinet Kerja itu menjelaskan sudah ada seleksi penyaringan guru honorer itu menjadi ASN dan sudah ditetapkan yang memenuhi syarat. "Cuma memang kuota yang kita usulkan ke Kemenpan-RB tidak bisa dipenuhi oleh guru honorer," katanya.

Ia menyebutkan alasan belum tercapainya kuota itu antara lain beberapa daerah memang tidak mau mengusulkan. "Selain itu ada dari mereka yang ikut tes tidak semuanya lulus, karena memang semuanya harus ikut tes," kata Muhadjir tanpa menyebutkan berapa yang sudah lolos dan berapa kekurangannya dari kuota yang ditetapkan.

Muhadjir juga menyebutkan pemerintah tetap mengupayakan adanya pengangkatan guru honorer menjadi ASN setiap tahunnya. "Kita usahakan tiap tahun, nanti akan ada jatah untuk tes masuk baik melalui jalur CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jadi ASN dua jalur itu kita usahakan terus," katanya.

Terkait kuota tahun 2020, Menko PMK mengatakan hal itu tergantung pembicaraan antara Kemendikbud, Kemenpan-RB, Kemendagri dan Kemenkeu. "Jadi empat pihak itu terutama yang harus duduk bersama ke depan, saya berharap menteri baru akan melanjutkan itu karena sudah merupakan semacam program jangka panjang dari Kemendikbud sampai 2024, kecuali nanti ada solusi lain atau terobosan terobosan baru," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo pada 28 Oktober 2019 telah menandatangani Pengumuman No: B/1069 /M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah tertanggal 28 Oktober 2019.

Ada dua jenis formasi yang dibuka pada penerimaan CPNS tahun 2019 ini, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus, menurut Kepala BKN itu, meliputi cumlaude, diaspora, dan disabilitas pada Instansi Pusat dan Daerah, serta formasi khusus putra-putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis pada Instansi Pusat.

Sedangkan formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya. Pemerintah tidak membuka formasi tenaga administrasi karena jumlahnya sudah hampir separuh dari total di Indonesia. (fin/ful)