Pinjam Dana Rp 400 Miliar ke PT SMI

Aktivkan Pasar 24 Jam

Sabtu, 02 November 2019 - 10:24:19 - Dibaca: 578 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Pemerintah Kota Jambi akan membenahi kawasan Pasar Kota Jambi. Nantinya di kawasan pasar tersebut akan dibangun gedung parkir 6 lantai dari eks Istana ank-anak dan  pembenahan terminal rawasari. Tergetnya dari pembangunan itu bisa menjadikan kawasan pasar Kota Jambi itu aktif 24 jam.

Rencana tersebut segera direalisasikan. Meskipun sebelumnya wacana ini pernah ditolak oleh DPRD Kota Jambi, namun rencana tersebut kembali digarap untuk direalisasikan 2020 mendatang.

Plt Kepala Bappeda Kota Jambi, Fahmi menyampaikan, terkait dengan rencana pembangunan kawasan pasar Kota Jambi kini Pemerintah Kota Jambi sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga.

Dikatakan Fahmi, pihak ketiga yang akan digandeng pemerintah Kota Jambi adalah perusahaan pembiayaan infrastruktur sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan 100% kepemilikan saham oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Pemerintah kota Jambi sebut Fahmi, telah melakukan penjajakan dengan perusahaan tersebut dan juga Bappenas terkait dengan rencana pembangunan parkir di gedung eks istana anak-anak. Kata Fahmi pemerintah pusat mengapresiasi rencana pembangunan gedung parkir tersebut.

"Kita sudah melakukan penjajakan seperti instruksi dari Walikota dan rencana kita bukan hanya membangun gedung parkir tetapi kita bangun juga kawasan sekitarnya,” imbuhnya.

Fahmi mengatakan pembangunan kawasan Pasar nantinya meliputi  pedestrian yang akan dilebarkan lebih luas, pemasangan lampu penerangan, pembangunan terminal rawasari, dan pembangunan istana anak-anak. Nanti juga akan merekayasa lalu lintasnya. Semua mobil dan kendaraan parkir di dalam gedung parkir tersebut, sehingga dalam kawasan pasar orang lebih nyaman untuk berjalan kaki.

Sebelumnya Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan pembangunan gedung parkir tersebut diyakini akan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pasar Kota Jambi.

“Ini rencana kita kedepan, namun tentunya untuk pembangunan tersebut kita butuh dukungan dari semua pihak termasuk DPRD Kota Jambi,” katanya.

Fasha juga mengatakan dengan pembangunan tersebut juga akan menambah PAD Kota Jambi dari retribusi parkir. Juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan pedagang dari gedung yang rencananya akan dibangun 6 lantai tersebut.

“Kemacetan yang sering terjadi akan terurai. Jadi jalan tidak ada lagi kendaraan yang parkir,” katanya

Kata Fasha, nantinya kawasan pasar akan diaktifkan 24 jam, sehingga harus ditata terlebih dahulu.

“Kalau gedung parkirnya sudah jadi, tidak ada lagi mobil yang masuk. Melainkan para pejalan kaki,” katanya.

Berdasarkan konsep awal pembangunan Eks Istana anak-anak itu akan dijadikan gedung parkir setinggi 6 lantai. Dimana pada lantai dasarnya akan di pusatkan untuk penjualan oleh-oleh dan pusat souvenir.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun mengatakan untuk rencana tersebut nantinya pihak pemerintah akan lebih dulu melakukan presentasi di DPRD Kota Jambi. Menurutnya, sejauh hal itu dapat mendongkrak PAD Kota Jambi dan dibutuhkan masyarakat, maka DPRD Kota Jambi akan mendukung.

“Tentu kami berharap hal itu sudah ada  kajian-kajian dari pemerintah, dan sejauh ini kita belum tahu berapa dana yang disetujui dari rencana pinjaman itu,” kata Junedi.

Kata dia, pemerintah berencana meminjam dana sebesar Rp400 miliar ke PT SMI yang merupakan salah satu BUMN di bawah kementrian keuangan. Nantinya akan ada 12 item pembangunan yang dibiayai dari dana pinjaman itu.

“Setahu kami ada 12 item pembangunan yang diajukan, diantaranya adalah pembangunan gedung parkir di Eks Istana Anak-anak, Sport Center, Rumah Sakit dan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui berapa jumlah dana pinjaman yang disetujui. “Nanti akan ada penilaian dari perusahaan itu, proyek-proyek mana saja yang disetujui, dan tentunya akan disesuaikan dengan kemampuan bayar pemerintah daerah,” katanya.

Dia menambahkan pada prinsipnya DPRD Kota Jambi akan mendukung rencana tersebut. “Kalau yang pembangunan gedung parkir itu memang sudah menjadi keharusan. Karena terjadi kemacetan dan semrawutan diwilayah itu. Sehingga perlu ditata. Dan itu tidak mungkin pembangunannya dibiayai oleh APBD, karena biayanya terlalu besar, dan jika pakai system multi years akan butuh waktu lama,” pungkasnya. (hfz)