TdS Digeber Hari ini, 108 Pebalap Ambil Bagian

Lintasi Sumbar Hingga Jambi

Sabtu, 02 November 2019 - 10:42:53 - Dibaca: 782 kali

Google Plus Stumbleupon


GUSNADI/JE
APEL PASUKAN: Bupati Kerinci, Adirozal, diwawancarai wartawan usai apel pasukan pengaman Tour de Singkarak di Dermaga Danau Kerinci, kemarin (1/11)
GUSNADI/JE APEL PASUKAN: Bupati Kerinci, Adirozal, diwawancarai wartawan usai apel pasukan pengaman Tour de Singkarak di Dermaga Danau Kerinci, kemarin (1/11) / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Sebanyak 108 pebalap dari 25 negara yang tergabung dalam 18 tim, mulai pagi ini (2/10) bakal uji ketangkasan dan kecepatan di ajang sport tourism Tour de Singkarak (TdS) yang akan memulai etape I dari Pantai Gandoriah, Kota Pariaman menuju Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar.

Persaingan pada TdS kesebelas yang berlangsung pada 2 hingga 10 November ini bakal semakin ketat. Pasalnya, ada tambahan rute baru di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi pada etape VII dan VIII dari sembilan etape yang dipertandingkan. Balapan yang melintasi sejumlah destinasi wisata di Sumbar dan Jambi ini diprediksi memacu adrenalin setiap pebalap.

”Persiapan TdS kesebelas ini sudah matang. Insya Allah pada 2 November besok (hari ini, red) start pada etape 1 di Kota Pariaman akan berjalan lancar sesuai rencana yang telah dibuat oleh race director,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam jumpa pers TdS 2019 di Grand Inna Hotel Padang, Jumat (1/11).
Lebih lanjut Nasrul menyebutkan, TdS tahun ini berbeda dengan 10 kali penyelenggaraan sebelumnya. Bedanya, TdS 2019 memiliki dua etape baru yakni melintasi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi pada etape VII dan VIII.

”Selain itu ada juga etape baru yang akan melintasi kawasan wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan pada etape VIII dan IX dengan start di Mandeh dan finish di Kota Padang,” ungkapnya di dampingi Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung, Chief Commissaire Union Cycliste Internasional (UCI) Jinshan Zhao, Race Director Jamaludin Mahmood.
Menurutnya, tema TdS kali ini yakni Connecting Sumatera yang artinya dengan penyelenggaraan TdS bisa menghubungkan dan menyatukan provinsi-provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Jangka panjang, sektor pariwisata di Pulau Sumatera bisa ikut terpromosikan pada even olahraga wisata internasional ini.

”Walaupun etapenya ada juga berada di luar Sumbar, namun dipastikan TdS akan tetap melalui Danau Singkarak yang menjadi ikon olahraga wisata internasional ini,” tukasnya.

Nasrul menyebutkan, tidak menutup kemungkinan penyelenggaraan TdS tahun depan akan melibatkan beberapa daerah di provinsi lainnya, seperti Bengkulu atau Lampung sehingga tema Connecting Sumatera bisa benar-benar terwujud. ”Sudah ada tawaran dari pemda Pekanbaru, Lampung, dan Kabupaten Muko-Muko Bengkulu untuk berpartisipasi dalam TdS. Tentunya rencana tersebut akan kita bahas pada TdS tahun depan, namun pastinya nama tetap Tour de Singkarak,” tuturnya.
Untuk penambahan rute provinsi lain tersebut, kata mantan Bupati Pesisir Selatan itu, pihaknya mengacu ke UCI atau Persatuan Balap Sepeda Internasional yang akan menentukan bisa atau tidaknya. Karena akan ada sejumlah pertimbangan, termasuk soal rute dan transportasi.
Diharapkannya penyelenggaraan TdS ke-11 ini bisa berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan ekonomi Sumbar, khususnya daerah-daerah yang dilalui pebalap TdS. ”Jadi kita minta kepada masyarakat atau pelaku usaha memanfaatkan momen ini dengan memamerkan produk-produk mereka pada setiap stan atau jalur yang dilintasi pebalap sehingga para wisatawan lokal dan asing bisa mengetahui produk Sumbar,” tukasnya.
Pemprov Sumbar juga akan memantapkan posisi TdS dalam kalender UCI sebagai even balap sepeda unggulan berkelas dunia. Dengan menyajikan perlombaan balap sepeda profesional sehingga dapat mendorong berkembangnya industri wisata berbasis olahraga terutama balap sepeda.
Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana seperti akomodasi, restoran, rental mobil dan toko suvenir serta peningkatan devisa negara, belanja wisatawan dan investasi baru di bidang kepariwisataan dan tumbuhnya usaha ekonomi masyarakat.
Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung menambahkan, pihaknya mengimbau hotel dan restoran di Sumbar turut serta memeriahkan TdS dengan berbagai inovasi masing-masing. Misalnya, memasang spanduk, baliho atau berbagai pajangan lainnya seperti sepeda yang tujuannya mempromosikan TdS dan destinasi wisata di Sumbar. ”Saat ini, Alhamdulillah sudah banyak yang melakukan itu. Artinya, semua pihak terlibat menjadikan TdS ini momen promosi olahraga bersepeda dan wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi. Jika kunjungan meningkat, maka industri hotel dan restoran juga yang akan merasakan dampaknya,” kata Agung.

Bagi industri kreatif, juga silakan Agung memasarkan berbagai produk atau suvenir berlogo TdS di stand kawasan start dan finish. ”Silakan rekan-rekan berkoordinasi dengan pemkab dan pemko,” jelasnya.
Sementara itu, Chief Commissaire UCI Jinshan Zhao menyebutkan, meski pertama kali hadir di TdS, dia mengaku sudah mendengar di negaranya gaung TdS sudah dikemas baik. "Sebanyak 19 race lomba dalam 9 hari ini sangat menantang. Sebab, ada jalur mendatar, menanjak. Artinya pebalap tidak hanya bagus dalam tanjakan, tapi juga jago di jalan datar,” ujarnya.
Terpisah, Race Director TdS 2019 Jamaluddin Mahmood menyampaikan perbedaan TdS tahun ini dengan sebelumnya yakni peningkatan satu etape menjadi sembilan etape. "Satu lagi, kalau tahun lalu tidak ada Jambi, tahun ini ada Jambi, di Kerinci dan Sungai Penuh. Ada dua etape di sana dengan menambahkan rute baru yakni kawasan wisata Mandeh di Kabupaten Pessel sehingga akan menantang para pebalap," jelasnya.
Terkait peserta, Jamaluddin menjelaskan, pada perhelatan TdS tahun ini diikuti sebanyak 108 orang dalam 18 tim. “Sebenarnya ada 20 tim, namun tim dari Srilanka yakni Sri Lanka Police tidak mendapatkan izin keluar dari negaranya. Dan, terakhir mundur dari Oliver’s Real Food Racing’s Team dari Australia,” ungkapnya.
Meski demikian, dipastikannya tim yang hadir pada TdS kali ini tidak kalah hebat dari tahun sebelumnya. Salah satunya, ada tim dari Sapura Team, Malaysia yang menempati rangking 2 Asia dan masuk 30 terbaik dunia. "Kemudian tim Trengganu Academy Team usia 23 yang tim seniornya saat ini merupakan peringkat 1 Asia dan masuk 15 besar di dunia. Jadi, TdS kali ini akan menyajikan pertarungan kelas dunia," tuturnya.
Terkait persiapan keamanan dan kondisi jalan yang akan dilalui pada TdS tahun ini, menurutnya sudah baik dan dia sangat mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pemprov Sumbar bersama instansi terkait lainnya seperti pihak kepolisian.
Lalu, soal adanya penyempitan jalan di etape VIII di Kawasan Mandeh, Jamaludin mengatakan, hal itu tidak jadi masalah. "Kondisi jalan dan rute di sana sudah baik dan bagus. Malahan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi pebalap," imbuhnya.
Dia berharap agar pelaksanaan TdS 2019 berjalan sukses dan lancar sehingga tujuan awal dari penyelenggaraan even olahraga wisata internasional ini bisa terwujud.

Personil Gabungan Siaga di 27 Titik

Di bagian lain, ratusan personil gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Pol-PP, Damkar, Dinas Perhubungan, Disparbudpora, Dinas PU, Kominfo dan Kesehatan serta OPD terkait lainnya di Kerinci siap mengamankan event Internasional TdS pada etape VII dan VIII  yang akan melintasi Kabupaten Kerinci pada 8 November 2019 mendatang.

Ratusan personil itu akan mengamankan di 27 titik di sepanjang jalur TdS. Hal tersebut dikatakan Bupati Kerinci, Adirozal, saat memimpin apel gelar pasukan keamanan TdS Jum'at pagi (01/11) di dermaga Danau Kerinci. 

Apel gelar pasukan keamanan dihadiri Sekda Kerinci, Gazdinul Gazam, Kepala Dinas Pariwisata Kerinci, Wakpolres Kerinci, serta diikuti seluruh personil yang terlibat dalam kepanitiaan TdS 2019 Kabupaten Kerinci.

"Ratusan personil ini nantinya akan ditempatkan di 27 titik jalur TdS dan pusat keramaian, seperti garis start di Telun Berasap, Finish di Danau Kerinci dan lokasi Festival Kerinci," ungkapnya. 

Adirozal berharap, seluruh personil yang terlibat dalam kepanitiaan TdS 2019 bekerja maksimal dan bertanggung jawab, sesuai fungsi dan tugas masing-masing.

"Kita ingin penyelenggaraan TdS di Kerinci pada tahun ini bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar," harap Bupati.

Perlu diingat, kata Bupati, TdS merupakan event internasional yang diikuti peserta dari luar negeri. Selain menyangkut nama daerah, kita juga perlu menjaga nama baik bangsa dan negara. "Tanggung jawab ini tidak ringan. Semoga pelaksanaan TdS etape 7 ini, dapat terlaksana sukses dan lancar," kata Bupati.

Bupati Dua Periode ini juga berharap TdS 2019 ini harus disemarakan dengan tingginya antusias masyarakat menyaksikan lansung di pinggir jalan, disepanjang jalur yang dilalui pembalap, mulai dari Telun Berasap sampai dengan Danau Kerinci. "Kita minta kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan TdS di Kerinci," cetusnya.  

Selain aspek keamanan, Mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini juga menekankan pentingnya aspek kebersihan dan kenyamanan bagi para tamu dan pembalap, selama berada di Kabupaten Kerinci. (cr30/adi/jpg)