Berhasil Akreditasi S/M Lebih Kuota, BAN-SM Provinsi Jambi Diapresiasi

Rabu, 13 November 2019 - 09:28:20 - Dibaca: 596 kali

Google Plus Stumbleupon


Ketua dan Sekretaris BAN-SM Provinsi Jambi saat memimpin Rakopr BAN-SM Jambi bersama KPA kab/kota se-Provinsi Jambi
Ketua dan Sekretaris BAN-SM Provinsi Jambi saat memimpin Rakopr BAN-SM Jambi bersama KPA kab/kota se-Provinsi Jambi / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM) Provinsi Jambi tuntas melakukan akreditasi 657 sekolah/madrasah se-Provinsi Jambi. Terdiri dari 537 jenjang sekolah dan 115 jenjang madrasah dan sebanyak 5 S/M tidak diakreditasi dengan berbagai alasan.

        Hal ini diakui Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Muhd. Saleh, SPd, MPd bahwa dari 657 S/M yang diakreditasi tahun 2019, sebanyak 5 gagal diakreditasi. Banyak alasan 5 sekolah/madrasah yang gagal diakreditasi pada tahun ini.

        “Ada yang S/M sudah tidak beroperasi lagi, tidak siap diakreditasi dan meminta mundur dan ada salah sasaran. Karena sekolah di Sumsel, tetapi masuk dalam kuota Jambi makanya batal kita akreditasi,” ujar Saleh saat ditemui saat Rakor bersama BAN-SM Provinsi Jambi dan KPA-S/M kab/kota kemarin.

Dikatakannya, dari 11 kab/kota se-Provinsi Jambi 5 kabupaten realisasi akreditasi tidak mencapai target 100 persen yaitu Kerinci (89%), Merangin (98%), Tanjabbar (96 %), Tanjabtim (91%) dan Kota Jambi (97%).

“Sedangkan yang realisasinya mencapai 100 persen lebih yaitu Batanghari (106%), Bungo (101%),  Muaro Jambi (100%), Sarolangun (101%), Tebo (101%) dan Sungai Penuh (100%),” aku Saleh kemarin.

        Pada kesempatan itu juga Saleh menyebutkan bahwa pada tahun ini pihaknya berhasil mengefisien 30 S/M dari total kuota yang diberikan BAN-SM Pusat.

“Kita dijatahi BAN-SM tahun 2019 sebanyak 622 S/M, tetapi kita berhasil mengakreditasi 652 S/M (106,85%). Artinya ada penambahan 30 S/M dari efisiensi dana akreditasi kita dan hal ini sangat membanggakan bagi kita,” bebernya.

Dirinya juga mengakui bahwa pada tahun ini pihaknya juga berhasil mengakreditasi 18 jenjang SLB se-Provinsi Jambi. Akreditasi SLB itu sudah tertunda akreditasinya sejak 2017 lalu karena ada perubahan instrument, tetapi setelah tertunda 2 tahun baru diakreditasi 2019.

“Ada perbedaan akreditasi SLB tahun 2019, dimana yang diakreditasi itu satuan pendidikan (SP) dan bukan jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB. Tetapi diakreditasi secara keseluruhan satuan pendidikan,” akunya. (kta)