IASP Baru, BAN-SM Butuh Asesor yang Profesional, Cerdas dan Paham IT

Kamis, 14 November 2019 - 09:20:33 - Dibaca: 2059 kali

Google Plus Stumbleupon


Anggota BAN-SM Pusat, Dr. Muhammad Yusro, MT saat memberikan materi pada kegiatan Validasi Hasil Visitasi serta Verifikasi dan Rekomendasi Hasil Penilaian pada Kamis (14/11).
Anggota BAN-SM Pusat, Dr. Muhammad Yusro, MT saat memberikan materi pada kegiatan Validasi Hasil Visitasi serta Verifikasi dan Rekomendasi Hasil Penilaian pada Kamis (14/11). / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Rencanya mulai tahun 2020, Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM) Pusat mulai memberlakukan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP). Saat ini IASP sedang diuji coba di 4 provinsi yaitu Padang, Yogyakarta, Jawa Barat dan Sulawsi Selatan.

Hal ini dibenarkan Anggota BAN-SM Pusat, Dr. Muhammad Yusro, MT bahwa saat ini IASP terus dimatangkan. Pihaknya menargetkan bahwa IASP akan mulai diberlakukan saat akreditasi sekolah/madrasah tahun 2020 mendatang.

“Setelah rampung baru kita gelar ToT untuk melatih pihak BAN-SM provinsi dan setelah itu baru pembinaan ditingkat kabupaten/kota,’ ujar Yusro saat memberikan materi pada Validasi, Verifikasi dan Rekomendasi Hasil Penilaian BAN-SM Provinsi Jambi Kamis (14/10) kemarin di Hotel Abadi Suite.

Dikatakan Yusro, tantangan cukup besar akan dihadapi Asesor BAN-SM, karena IASP akan bebannya cukup berat, karena Asesor akan mentelaah dokumen, observasi dan wawancara. Tiga komponen penggali data ini yang harus dilakukan asesor.

“Dengan instrumen baru yang sederhana dan mendalam ini, maka diperlukan asesor yang profesional dan harus semakin tangguh dan cerdas, serta memahami IT sepenuhnya,” pinta Yusro.

Makanya setelah kegiatan ini, maka pihak BAN-SM Provinsi Jambi dan KPA kab/kota diharapkan mulai mendata ulang asesor yang ada di kabupaten/kota karena akan diupgrade dengan insrumen IASP yang baru.

“Intrumen kita mengukur kinerja. Ada 4 komponen besar yaitu mutu lulusan, proes pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah yang akan diukur. Keempat komponen itu tidak lepas dari 8 standar pendidikan,” bebernya.

Kedepan akan banyak inovasi yang akan dilakukan pihak BAN-SM dengan pihak terkait. Selama ini akreditasi selama 5 tahun, tetapi progress tiap tahun lepas dan tidak terpantau. Dengan adanyanya integrasi data, maka progress kemajuan sekolah akan terpantau.

“Akreditasi hanya memantau raport mutu yang mereka buat sesuai kondisi riil dilapangan atau tidak mengada-ngada yang hanya diisi beberapa orang. Selama ini potret tidak utuh, karena bila diakreditasi semuanya bagus. Ruang UKS, tempat ibadah dan ruangan lainnya diada-adakan bila ingin diakreditasi. Tetapi ketika melapor data ke Kementerian datanya kurang semua,” jelasnya. (kta)