Hasil Akreditasi Tahun 2019

Hanya 8,7 Persen Sekolah/Madrasah di Jambi Terakreditasi A , 12 TT

Selasa, 19 November 2019 - 11:27:05 - Dibaca: 528 kali

Google Plus Stumbleupon


Ketua BAN-SM Provinsi Jambi didampingi Sekjen BAN-SM menyerahkan hasil Validasi dan Verifikasi 652 S/M di Jambi kepada Anggota BAN-SM Pusat, Dr. Muhammad Yusro, MT untuk diplenokan di Jakarta
Ketua BAN-SM Provinsi Jambi didampingi Sekjen BAN-SM menyerahkan hasil Validasi dan Verifikasi 652 S/M di Jambi kepada Anggota BAN-SM Pusat, Dr. Muhammad Yusro, MT untuk diplenokan di Jakarta / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) Provinsi sudah merampungkan kegiatan Validasi Hasil Visitasi serta Verifikasi dan Rekomendasi Hasil Penilaian terhadap 652 S/M se-Provinsi Jambi yang divisitasi melalui APBN 2019.

Dari hasil akreditasi terhadap 652 S/M tersebut, hanya 57 S/M (8,7%) yang terakreditasi A, 302 S/M (46,3%) yang terakreditasi B, 281 S/M (43,%) yang terakrditasi C dan 12 S/M (1,8%) yang tidak terakreditasi (TT). Sementara itu pleno penetapan 652 S/M tersebut dilaksanakan di BAN-SM Pusat.

Anggota BAN-SM Provinsi Jambi, Dr. Muhammad Yusro, MT mengatakan, kalau saya lihat dari komposisi dari S/M yang terakreditasi tahun 2019 ini trend tidak berbeda jauh dari tahun 2018 lalu.

“Hasilnya masih didominasi peringkat B kurang lebih 46 persen dan peringkat C sebesar 43 persen serta peringkat A hanya 8,7 persen,” ujar Yusro saat ditemui usai verifikasi di Abadi Suite kemarin.

Dirinya melihat bahwa hasil ini menjadi PR besar bagi pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama serta pemegang kebijakan tentang potret sekolah/madrasah dan potret mutu yang dilakukan BAN-SM Provinsi Jambi sebagai penjamin mutu ekstrenal.

“PR ini  memang banyak, sesungguhnya pekerjaan rumah yang berat untuk Provinsi Jambi, dalam hal ini Disdik untuk bersinergi dalam rangka perbaikan institusi Disdik maupun Kemenag yang kaitan dengan bagaimana mendorong semua jenjang untuk memperbaiki diri dan memiliki prestasi serta meningkatkan kualitas lulusan,” bebernya.

Diakuinya bahwa secara nasional ada 3 standar yang tergolong nilainya sangat rendah yaitu Tendik, Sarpras dan SKL. Tetapi untuk di Provinsi Jambi standar yang sangat rendah yaitu Tendik dan Sarpras.

“Khusus Tendik mungkin menjadi masukan  dari BAN-SM Provinsi Jambi kepada pihak terkiat, untuk misalnya dibanyak guru yang tidak tersertifikasi. Selain itu bagaimana pemerintah daerah bekerjasama dengan instansi terkait untuk bagaimana caranya memberikan pelatihan professional guru dan tenaga kependidikan. Saya berharap Disdik memperbanyak Diklat dan mendorong guru menggiatkan MGMP untuk mempercaya profesionalitas guru,” harapnya.

Pada Standar Sarpras diakui Yusro juga ada PR bagi Pemrov Jambi dan kabupaten/kota untuk lebih memperhatikan kulitas Sarpras sekolah dan madrasah.

“Jangan sampai terjadi seperti di Jawa Timur (sekolah ambruk,red), ketika sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan lost control yang mengakibatkan korban jiawa. Mudah-mudahan di Jambi ada pemantauan kualitas Sarpras, termasuk kuatintasnya juga perlu diperhatikan,” harapnya.

Sementara itu Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Muhd. Saleh, SPd, MPd mengatakan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan tahapan akreditasi 652 S/M se-Provinsi Jambi. Mulai dari visitasi, validasi, verifikasi hingga pleno yang mulai tahun ini digelar di BAN-SM Pusat.

“Kita sudah mendapatkan info bahwa 652 S/M di Jambi sudah diplenokan pada Senin, 18 November 2019. Hasilnya sama seperti yang kita bahas di Jambi ada 57 S/M yang terakreditasi A, 302 S/M yang terakreditasi B dan 281 S/M terakrditasi C serta 12 S/M tidak terakreditasi (TT),” beber Saleh kemarin.

Dirinya berharap hasil dari akreditasi tahun 2019 ini akan menjadi acuan bagi stakeholder yang ada di Provinsi Jambi. Mulai dari LPMP Jambi, Disdik Provinsi Jambi dan kabupaten/kota serta Kanwil Kemeneg dan Kan Kemenag kab/kota se-Provinsi Jambi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Provinsi Jambi ke depannya.

“Hasil akreditasi tahun 2019 akan kita serahkan kepada stakeholder untuk menjadi pedoman dalam meningkatkan kulitas. Karena kita merupakan salah satu lembaga independent yang menilai S/M tentang pemenuhan SNP dari eksternal,” tuturnya. (kta)