Pembalap Australia Berdarah Ngawi Ini Pengin Harumkan Nama Indonesia di Ajang F1

Selasa, 19 November 2019 - 19:20:44 - Dibaca: 523 kali

Google Plus Stumbleupon


Menpora Zainudin Amali dan Luis William Mahendra Leeds. Foto: Egan/kemenpora.go.id
Menpora Zainudin Amali dan Luis William Mahendra Leeds. Foto: Egan/kemenpora.go.id / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Pembalap berdarah Indonesia-Australia Luis William Mahendra Leeds melakukan audiensi dengan Menpora Zainudin Amali di lantai 10, Kemenpora, Selasa (19/11) siang.


Luis datang bersama ibunya Maria Leeds, warga negara Indonesia berasal dari Ngawi, Jawa Timur, kemudian ada juga Ketua Dewan Pengawas Indonesia Diaspora Network Global Dino Patti Djalal dan Manager Luis, Leeds Stuart Sutcliffe.

Menurut Dino, tujuan Luis mendatangi Kemenpora untuk meminta dukungan dari pemerintah agar dia bisa mewakili Indonesia kalau nanti ia menembus ajang Formula Satu (F1). "Luis punya keinginan besar untuk menjadi WNI, Luis ingin mewakili Indonesia di ajang F1 pada tahun 2021," ucapnya.

Menurutnya, karier Luis di Formula Empat (F4) yang lalu, bukanlah karier yang biasa, tetapi sangat luar biasa. Luis pembalap muda yang naik podium sembilan belas kali dari dua puluh kali bertanding. Dari sembilan belas kali naik podium, ia sembilan kali juara pertama. Tahun depan, ia mulai latihan untuk F2, dia punya keinginan untuk masuk F1 dan membawa nama Indonesia.


"Selama ini Luis bertanding di F4 membawa bendera Australia, tetapi karena ibunya Maria Leeds merupakan warga negara Indonesia, maka Luis ingin menjadi WNI dan ingin mengharumkan nama Indonesia. Masih ada waktu sampai usia 21 tahun, sekarang usia Luis 19 tahun," tambahnya.

Menurut Dino, keinginan Luis ingin jadi WNI sesuai yang diharapkan Presiden Jokowi, yang pengin Diaspora Indonesia bisa berkarya untuk tanah air dan juga lebih banyak tampil dan mempromosikan Indonesia.

"Keinginan presiden jelas, diaspora Indonesia bisa berkarya membawa nama Indonesia sekaligus mempromosikan Indonesia di mata dunia. Dan di sini ada kesempatan emas, karena ada seorang pembalap muda diaspora Indonesia namanya Luis Leeds, usianya 19 tahun berkewarganegaraan ganda (Australia-Indonesia) yang ingin mengharumkan nama Indonesia lewat balap mobil, " ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menpora menyambut baik keinginan Luis ini. Menurutnya, tekad Luis untuk bertanding di bawah bendera Indonesia sangat luar biasa dan ini harus didukung.

"Keinginan Luis untuk membawa bendara Indonesia di ajang balap mobil sangat luar biasa. Kami akan memberikan dukungan kepada Luis. Apa yang dilakukan Luis ini akan mendorong diaspora yang berprestasi di negara lain untuk kembali ke Indonesia untuk mengharumkan nama Indonesia," ujar Menpora yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan Plt. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti.


Kemenpora dan NPC Teken MoU Terkait Pencairan Dana Tahap Dua Pelatnas APG 2020
Pada kesempatan itu, Menpora juga mengapresiasi Dino Patti Djalal yang sudah mengapresiasi kerja Diaspora yang sudah menemukan bakat Luis dan berpotensi mengharumkan nama Indonesia. "Dino luas biasa, karena dia juga salah satu yang bertanggungjawab terhadap diaspora kita yang ada di berbagai negara. Dan ia menemukan bakat Luis. Saya bilang ke Dino, saya akan dukung dan akan memfasilitasi apa yang kita bisa fasilitas. Tekad Luis dalam bertanding begitu kuat, " katanya. (*/jpnn)

sumber: www.jpnn.com