1,43 Juta Warga Tiongkok Ikut Tes CPNS, Ini Posisi yang Paling Diincar

Senin, 25 November 2019 - 20:45:44 - Dibaca: 1037 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

BEIJING - Lebih dari 1,43 juta warga Tiongkok bersaing ketat untuk memperebutkan 24.000 posisi pegawai negeri sipil (PNS) yang lowong. Mereka mulai mengikuti tes tulis CPNS pada Minggu (24/11).


Portal berita Chinanews.com menlaporkan, Badan Kepegawaian Tiongkok (SACS) pada Oktober lalu membuat rencana pengangkatan 24.000 PNS untuk mengisi posisi di 86 institusi pemerintahan pusat dan 23 lembaga vertikal

Proses rekrutmen tahun ini merupakan yang pertama kali sejak Undang-Undang Pegawai Negeri Sipil direvisi dan menambah 14.500 lowongan dibandingkan tahun lalu. Para pelamar dari seluruh pelosok daratan Tiongkok harus mengikuti tes tertulis yang berlaku secara nasional.
Sementara untuk pelamar yang membutuhkan keahlian khusus di bidang keuangan, keamanan publik, urusan luar negeri dan lain sebagainya harus mengikuti tes keahlian sesuai bidangnya.

Para pelamar akan dinilai berdasarkan kecakapan umum dalam tes tulis, tes psikologi, dan pengalaman magang.

"Perekrutan tahun ini lebih banyak sehingga jumlah aplikasi lamarannya juga banyak. Seperti halnya banyak posisi yang membutuhkan kemampuan profesional," ujar Li Manqin, konsultan penyelenggara ujian nasional PNS, dikutip portal berita tersebut.
SACS mempersyaratkan integritas politik para pelamar merupakan hal mendasar dalam penilaian.

Mayoritas lowongan untuk kepengurusan Partai Komunis Tiongkok dan lembaga pemerintahan yang levelnya provinsi ke atas juga mengharuskan pengalaman kerja selama dua tahun di tingkat akar rumput masyarakat, tulis People's Daily.
Lebih dari 2.700 lowongan pada bidang pelayanan tingkat dasar hanya untuk para veteran yang berijazah setingkat SMA dan telah berpengalaman minimal lima tahun di bidang pelayanan masyarakat.
Menurut laporan Xinhua, beberapa persyaratan untuk posisi tertentu di daerah terpencil, seperti penilaian hasil tes dan pengalaman kerja, relatif tidak begitu ketat guna mendorong para sarjana berkontribusi pada pembangunan di tengah masyarakat yang berada wilayah tertinggal.

Pada 2018 jumlah pelamar PNS di negara berpenduduk terbanyak itu hanya 920.000 orang, lebih sedikit dibandingkan pada 2017 yang mencapai 1,13 juta orang. (ant/dil/jpnn)

sumber: www.jpnn.com