Untuk Mengurangi Beban Jembatan Batanghari I

Pembangunan Jembatan Batanghari 3 Sangat Mendesak

Senin, 02 Desember 2019 - 09:30:14 - Dibaca: 394 kali

Google Plus Stumbleupon


M RIDWAN/JE
PENGENCANGAN BAUT: Petugas sedang melakukan pengencangan baut jembatan Aur Duri di Kota Jambi kemarin (1/12). Perlu duplikat jembatan baru agar beban jembatan ini berkurang
M RIDWAN/JE PENGENCANGAN BAUT: Petugas sedang melakukan pengencangan baut jembatan Aur Duri di Kota Jambi kemarin (1/12). Perlu duplikat jembatan baru agar beban jembatan ini berkurang / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Beban jembatan Aur Duri atau Batanghari I yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan jalan Lintas Timur Sumatera dinilai memang sudah sangat layak dikurangi.

Pasalnya, menurut keterangan anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Jambi H Bakri, jembatan itu sudah sangat padat dan vital, karena menjadi salah satu akses utama ke luar Provinsi Jambi.

‘’Jembatan itu dibangun tahun 1989. Saat pembangunan jembatan itu, tidak diperhitungkan bakal dilewati oleh kendaraan-kendaraan bertonase besar dan seramai seperti saat ini, karena dulu hanya dilintas oleh mobil-mobil kecil. Ini di luar perkiraan sebelumnya,’’ ujar H Bakri.

Usai meninjau jembatan tersebut bersama pihak terkait dari Kementerian PU yakni dari Balai Jalan Nasional, Bakri mengatakan, ditemukan keretakan-keretakan di badan jembatan serta baut-baut yang sudah mulai kendor, sehingga langsung dilakukan perbaikan hingga kemarin (1/12).

‘’Perbaikan terus dilakukan oleh kementeria melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi. Untuk saat ini, masih aman dilewati,’’ sebutnya.

Saat meninjau kondisi jembatan, sebutnya, dirinya sudah menyampaikan kepada pihak kementerian agar segera membangun duplikat jembatan Aur Duri ini sehingga beban jembatan ini berkurang.

‘”Alhamdulillah, mereka cukup merespon usulan kita, dengan akan dibangunnya jembatan Batanghari III, tentu dengan harapan, beban yang ada di jembatan Batanghari I ini bisa jauh berkurang,’’ sebutnya.

Lantas, apakah duplikat jembatan ini akan dibangun bergandengan dengan jembatan yang ada saat ini? Bakri menyebutkan, sebenarnya bisa saja dibangun bergandengan. Namun demikian, menurutnya, diusulkan dibangun di tempat yang berbeda agar ada pertumbuhan ekonomi baru.
‘’Selain itu, juga bisa mengurangi kemacetan di Kota Jambi jika duplikat jembatan dibangun di tempat yang lain, bukan hanya sisi ekonominya saja,’’ jelasnya.

Selama di DPR RI, katanya, dirinya terus mengusulkan dan mendorong agar duplikat jembatan ini segera dibangun. ‘’Usulan kita didengar oleh kementerian, dalam waktu dekat akan ada pembicaraan terkait pembangunan jembatan Batanghari III,’’ pungkasnya.

Kepala BPJN IV Jambi Bosar H Pasaribu saat dikonfirmasi mengatakan mbahwa jembatan yang menghubungkan Kota Jambi dengan wilayah seberang tersebut memang mengalami kerusakan. Namun belum mengkhawatirkan atau tidak mengakibatkan kerobohan jembatan.

Untuk tindakan perbaikan, kata dia,  pihaknya terus melakukan pengencangan baut-baut yang sebelumnya ditemukan longgar.

"Harapan kita kalau sudah dikencangkan lebih kuat. Terus kita sudah alihkan lalu lintas dari Jembatan itu ke arah buluran, sudah lancar, jadi antrian sedikit berkurang. Tahun ini itu yang kita lakukan dan cukup bermanfaat," sampainya.

Namun untuk, mengembalikan kondisi jembatan seperti baru lagi, Bosar mengaku akan dilakukan perbaikan pada tahun depan. "Kan itu pondasinya ada kropos (Korosi) itu sudah diperiksa, dan akan dilakukan perbaikan," ujarnya.

Diumur yang baru berkisar 30 tahunan, menurut Bosar korosi pada tiang pancang jembatan tersebut terbilang cepat. Sebab diproyeksikan jembatan tersebut mampu bertahan hingga 50 tahun. Hal itu bisa jadi disebabkan air Sungai Batanghari yang tercemar limbah.

"Ini mungkin pengaruh limbah air sungai Batanghari yang mempercepat terjadinya korosi pada baja tiang pancang jembatan, itukan mempercepat," sebutnya.

Untuk perbaikan tiang pancang tersebut akan dipasangkan pipa Hard Dencity polyethyelene (HDPE). "Kita akan lapisi, tapi masih dihitung-hitung berapa anggaranya," ungkapnya.

Ditanya mengenai rencana pembangunan duplikasi Jembatan, dikatakanya sedang dipertimbangkan dan saat ini masih dalam proses study kelayakan. Untuk lokasi bisa saja ditempat lain tidak bersebelahan dengan jembatan Batang Hari I bahkan bisa saja di lokasi lain menjadi Jembatan Batang III. "Lokasi banyak alternatif, tapi ini masih panjang, karena masih study kelayakan. Yang ada dulu kita rapikan," pungkasnya.

Sebelumnya kabar ini beredar di media sosial dan pesan instan masyarakat Jambi. Berisikan hasil dari pengujian jembatan Batanghari 1 ini. Yang menyebutkan Jembatan berada dalam kondisi rusak pada bangunan atas seperti baut longgar dan lantai retak atau bocor terutama pada bentang empat. Kemuidan disebutkan bangunan bawah jembatan yaitu pondasi TP Bajamengalami keropos yang cukup parah.

Lalu terdapat pula hasil pengamatan kondisi lalu lintas sangat padat terutama pada jam sibuk yang mengakibatkan antrian panjang di jembatan.  Yang oleh karena kemacetan ini dapat mengakibatkan percepatan kerusakan jembatan. Hal ini juga disebutkan berpotensi membahayakan jembatan dan penggunannya jika terjadi keruntuhan jembatan.  (aba)