Tim Gabungan Beri Batas Waktu Hingga 15 Desember

Babat Habis Ilegal Drilling

Selasa, 03 Desember 2019 - 09:54:45 - Dibaca: 220 kali

Google Plus Stumbleupon


REZA/JE
DITUTUP: Tim gabungan dari TNI-Polri serta pihak terkait lainnya saat melakukan penutupan sumur-sumur minyak ilegal di Batanghari
REZA/JE DITUTUP: Tim gabungan dari TNI-Polri serta pihak terkait lainnya saat melakukan penutupan sumur-sumur minyak ilegal di Batanghari / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Kepolisian daerah (Polda) Jambi bersama personel gabungan yang terdiri dari TNI dan instansi terkait lainnya pasca melakukan sosialisasi telah menutup puluhan lobang sumur ilegal drilling yang ada di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun.

‘‘Selah melakukan upaya sosialisasi dan penutupan sumur tersebut diharapkan para pelaku ilegal drilling agar tidak melanjutkan kegiatannya yang berada di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun,’‘ kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol, Thein Tabero SH SIK, di Jambi Senin.
Setelah dilakukan sosialisasi selama lima hari yang dimulai pada 26 November sampai 1 Desember 2019, hari ini Senin (2/12) Polda Jambi telah melakukan penindakan terhadap sumur-sumur yang masih melakukan kegiatan ilegal drilling di lokasi tersebut.
Upaya tim gabungan melakukan upaya penegakan hukum yang mana kemarin tim sudah melakukan sosialisasi agar mereka keluar dan buat surat pernyataan dan kemudian para pemodal akan segera akan panggil dan membuat surat pernyataan.
Thien Tabero mengatakan, setelah selesai penegakan hukum terhadap pelaku ilegal drilling yang masih berada di lokasi maka pada 15 Desember nanti akan dilakukan rapat tindak lanjutnya yang kemungkin kita akan di buat posko untuk pintu masuk ke lokasi menghadang para pelaku.
Untuk diketahui Polda Jambi dan tim gabungan telah menutup 80 lubang sumur ilegal drilling di dua kabupaten dari 200 lubang sumur yang dilakukan penertiban.

‘’Artinya setiap hari tim gabungan Satgas Ilegal Drilling diperkirakan bisa menutup kurang lebih 50 sampai 75 lubang sumur minyak ilegal dan nanti akan ditutup sampai tanggal 15 Desember,’’  kata Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero.

Sementara itu, informasi yang diperoleh, sebelum dilakukan penindakan,  dibagi menjadi dua tim. Tim pertama diterjunkan ke Kabupaten Batangahari. Tim ini menyisir Wilayah Kerja Pertamina (WKP), Perusahaan PT. Prakarsa Betung Meruwo Senami Jambi (PBMSJ), Bambu Kuning Kawasan Tanaman Hutan Rakyat (Tahura), Dusun IV Laman Teras Desa Pompa Air dan Desa Bungku Kecamatan  Bajubang.

Sedangkan tim dua berada di Lubuk Napal, Kecamatan Pauh,  Sarolangun.

“Kan sudah dikasih waktu dari 29 Oktober sampai 29 November, tapi tidak dijalankan, jadi harus ditindak,” kata Kombes Pol Thein Tabero.

Terpisah, Kapolda Jambi Pol Drs Muchlis AS.,MH pada saat apel di Polres Batanghari meminta kepada anggota TNI dan Polri menjaga kekompakan dalam melaksanakan tugas terkait ilegal drilling ini.

‘‘Jaga siergitas dan kekompakan dalam melaksanakan tugas,  terutama antara unsur TNI dan Polri serta instansi terkait lainya. Hindari pelanggaran yang dapat memicu terjadinya gesekan dengan masyarakat setempat, serta hindari tindakan-tindakan yang terkesan arogan sehingga menimbulkan rasa tidak simpati. Pemilik modal, pemilik kebun dan pelaku ilegal drilling menjadi sasaran dalam penindakan,’‘  tegas Kapolda Jambi Irjen Pol Mukhlis saat apel berkaitan dengan kesiapan personel yang mengawal penindakan illegal drilling di wilayah hukum Polres Batanghari, di dampingi Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto S.I.K.,SH, Waka Polres Batanghari Kompol H Soekamto SH, dan Para Kabag di jajaran Polres Batanghari.

Putra asli Batanghari ini juga menambahkan aktifkan Posko pengawasan pasca penindakan di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang sebagai upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana illegal drilling.

Satgas Operasi Illegal Drilling ini sendiri terdiri dari Unsur TNI  (Dari Kodim 0415 Baranghari) Unsur Polri dari Polda Jambi, Polres Batanghari dan Polsek Bajubang yang berjumlah kurang lebih 174 Personel, sedangkan Tim Satgas Illegal Drilling dipimpin oleh Wadir Samapta Polda Jambi AKBP Riko Junaldi S.I.K. 

Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto S.I.K.,SH selaku pengendali wilayah dalam struktur Sat Gas Illegal Drilling saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kedatangan Kapolda Jambi untuk mengambil Apel personel yang terlibat dalam Illegal Drilling selain untuk memotifasi Personel sekaligus sebagai bentuk keseriusan Polda Jambi dalam memberantas Kasus Illegal Drilling.  (scn/rza)