UN Dihapus, Indra Tantang Jokowi Tutup Seluruh Bimbel

Selasa, 03 Desember 2019 - 10:42:13 - Dibaca: 1297 kali

Google Plus Stumbleupon


Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mendorong penutupan lembaga bimbel seiring rencana penghapusan Ujian Nasional alias UN. Foto: Mesya/JPNN.com
Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mendorong penutupan lembaga bimbel seiring rencana penghapusan Ujian Nasional alias UN. Foto: Mesya/JPNN.com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA-Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menyarankan Presiden Jokowi mengeluarkan perintah penutupan seluruh bimbingan belajar (bimbel), seiring rencana penghapusan Ujian Nasional alias UN mulai 2021.

Opsi lain, Presiden Jokowi agar mengeluarkan larangan anak-anak ikut bimbel.

"Itu kalau presiden benar-benar serius mau bangun SDM unggul loh ya. Kalau Pak Presiden serius bisa mencontoh Korea Selatan di tahun 80-an saat mereformasi pendidikan dengan menutup seluruh bimbel dan melarang anak ikut bimbel," kata Indra kepada JPNN.com, Selasa (3/12).

Mestinya, kata Indra, anak-anak tidak perlu ikut bimbel kalau guru melaksanakan tugas dengan baik. Dengan keberadaan bimbel, guru justru lebih santai dan tidak menjalankan peran utamanya sebagai tenaga pendidik yang mencerdaskan anak-anak.

"Kalau masih ada bimbel, buat apa dana pendidikan Rp 200 triliun digelontorkan tiap tahun? Coba ditambah sama biaya yang dibayarkan ke bimbel. Ini sama saja buang-buang uang. Guru-guru tidak bekerja maksimal," kritik Indra.

Bila Ujian Nasional alias UN dihapus, lanjutnya, otomatis bimbel tidak diperlukan lagi. Selama ini, bimbel laris karena ada UN. Padahal UN tidak lagi jadi penentu kelulusan dan bukan indikator utama mengukur kualitas pendidikan.

"Banyak kepentingan dari UN terutama dari sisi politik dan finansial. Politik tentunya daerah-daerah yang menggunakan nilai UN untuk membuat ranking sekolah. Finansial adalah mereka-mereka yang mendapatkan keuntungan finansial dari UN, paling banyak pengusaha Bimbel itu," tuturnya.

Para pengusaha bimbel, lanjutnya, akan mati-matian memertahankan agar UN tetap ada. (esy/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com