Respons Petinggi Honorer K2 Terkait Pernyataan Jokowi

Jumat, 13 Desember 2019 - 07:24:16 - Dibaca: 3313 kali

Google Plus Stumbleupon


Nur Baitih. Dok. JPNN.com
Nur Baitih. Dok. JPNN.com / Jambi Ekspres Online

 JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuka kemungkinan kewenangan urusan guru ditarik kembali ke pemerintah pusat direspons baik oleh Korwil Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta, Nur Baitih.

"Wacana yang menarik. Bukan soal anggaran tetapi kebijakan. Kalau ini terealisasi Pak Presiden mantap," kata Nur kepada jpnn.com, Kamis (12/12).

Nur barharap wacana ini akan menjadi awal sekaligus pembuka jalan bagi pemerintah untuk membenahi tata kelola guru. Termasuk mengakhiri penantian guru honorer K2 untuk segera diangat menjadi PNS.

Dia juga menilai pernyataan Jokowi tersebut menunjukkan bahwa mantan gubernur DKI Jakarta itu sebenarnya juga ingin agar para guru menjadi perhatian pusat.

Oleh karena itu, Nur berharap perhatian Kepala Negara nantinya juga bisa diberikan kepada guru honorer K2 yang telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun.

"Semoga bukan hanya guru PNS, tapi guru honorer juga diperhatikan. Kalau Pak Jokowi mau menarik kebijakan guru ke pusat, tentu nantinya beliau paham jumlah guru di setiap sekolah dan tahu guru PNS-nya berapa, guru honorernya berapa," ucap Nur.

Bila rencana urusan guru ditarik ke pusat terlaksana, tambah Nur, dia meyakini Persiden Jokowi juga akan punya kebijakan khusus buat guru honorer. Sebab tugas dan tanggung jawabnya sama antara guru PNS dan honorer.(fat/jpnn)

sumber: www.jpnn.com