Semoga Besok Ada Kabar Baik dari Senayan untuk Honorer K2

Minggu, 19 Januari 2020 - 12:41:42 - Dibaca: 1027 kali

Google Plus Stumbleupon


Korwil Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih. Foto: Ricardo/JPNN.com
Korwil Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih. Foto: Ricardo/JPNN.com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Komisi II DPR dijadwalkan akan menggelar rapat kerja (raker) dengan Menpan RB Tjahjo Kumolo, Senin (20/1), membahas revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara), terkait penyelesaian masalah honorer K2.


Ingin menyaksikan langsung raker tersebut, puluhan pimpinan tenaga honorer K2 dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jakarta.

"Pascaaudiensi honorer K2 dengan Komisi II, anggota dewan banyak mendapat masukan. Nah informasi ini yang akan disampaikan kepada MenPAN-RB pada raker besok (20/1)," kata Koordinator Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih kepada JPNN.com, Minggu (19/1).
Untuk mengawal ini, lanjutnya, seluruh pengurus PHK2I pun tidak ingin melewatkan momentum raker 20 Januari. Ada banyak harapan yang digantungkan honorer K2 dalam raker tersebut.

"Mudah-mudahan besok itu ada secercah harapan bagi kami. Semoga pemerintah akan mengambil sikap tegas dalam penyelesaian honorer K2," terangnya.

Nur menambahkan, saat ini 50-an pengurus PHK2I dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, Jambi, Jogjakarta, Jawa Barat, NTB, Medan, Sulawesi Tenggara, Banten, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat sudah berada di Jakarta. Semuanya ingin melihat langsung bagaimana jalannya raker Komisi II dengan MenPAN-RB.
"Saya dan kawan-kawan dari Jatim datang lagi ke Jakarta demi memperjuangkan nasib. Semoga raker besok ada titik terangnya," ucap Korwil PHK2I Jatim Eko Mardiono.

Dari Papua Barat, Richard Hamberi yang sudah lulus PNS pun masih ikut bersama-sama dalam perjuangan honorer K2.

"Puji Tuhan, saya mendapatkan kepala daerah yang bijaksana. Beliau malah meminta saya untuk mendampingi perjuangan kawan-kawan honorer K2 mendapatkan status PNS. Karena dalam seleksi CPNS kemarin, belum semua honorer K2 bisa terakomodir," tandasnya. (esy/jpnn)

sumber: www.jpnn.com