272 Tenaga Honorer Dipecat

Minggu, 19 Januari 2020 - 12:49:26 - Dibaca: 1214 kali

Google Plus Stumbleupon


Anggota Dewan Pengawas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Muhammadi. Foto: ANTARA/HO
Anggota Dewan Pengawas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Muhammadi. Foto: ANTARA/HO / Jambi Ekspres Online

ACEH BARAT - Ratusan tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, terkena PHK alias dipecat.


Anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Muhammadi menegaskan, pemecatan yang dilakukan pada awal Januari 2020 itu untuk menyelamatkan operasional rumah sakit.

“Apabila manajemen tidak memberhentikan sementara 272 honorer (tenaga harian lepas) ini, maka akan berimbas pada kondisi keuangan rumah sakit. Pasti akan terjadi masalah besar ke depan,” kata Muhammadi, Sabtu (18/1).
Diketahui, 272 tenaga harian lepas dari kalangan bidan, perawat, dan paramedis lainnya yang dipecat, melakukan aksi protes. Mereka sampai saat ini belum mau menerima kebijakan tersebut karena merasa tidak bersalah.

Muhammadi mengatakan, pemberhentian sementara ratusan paramedis tersebut dikarenakan saat ini manajemen rumah sakit tidak bisa membiayai banyaknya petugas medis, karena kondisi keuangan yang terbatas.

Kondisi tersebut terjadi setelah rumah sakit tersebut mengalami penurunan tipe kelas layanan dari tipe B menjadi ke tipe C.


Dampaknya, biaya pelayanan dan jasa yang selama ini dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga ikut turun, sehingga hal ini menyebabkan berkurangnya pendapatan rumah sakit.

“Kalau ratusan tenaga honorer ini tidak diberhentikan sementara, maka nanti ketika manajemen rumah sakit tidak mampu membayarkan upah, jerih payah, pasti akan bermasalah lagi,” kata Muhammadi menambahkan.
Apabila nantinya tipe rumah sakit milik daerah ini kembali naik menjadi tipe B, maka manajemen rumah sakit pasti akan merekrut kembali paramedis sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Jadi, tolong masalah pemberhentian ratusan honorer ini tidak dipolitisasi. Karena ini menyangkut dengan keuangan rumah sakit. Rumah sakit harus diselamatkan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” kata dia. (antara/jpnn)

sumber: www.jpnn.com