Dukungan PPP Aura Positif untuk Fasha

Menunggu Kejutan Pilgub Jambi

Senin, 20 Januari 2020 - 09:06:42 - Dibaca: 939 kali

Google Plus Stumbleupon


Citra Darminto
Citra Darminto / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 akan penuh dengan kejutan. Terutama jelang pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, 16 Juni mendatang. 

Berkaca dari manuver kandidat dan petinggi partai politik (Parpol) yang terus meningkat  akhir-akhir ini. Mulai dari lobi-lobi dukungan, hingga pamer kemesraan para kandidat ketika turun menyapa masyarakat di berbagai daerah. 

Misalnya manuver yang dilakukan Al Haris yang memastikan diri menggandeng Abdullah Sani. Keduanya beberapa kali tertangkap kamera menggelar pertemuan dan menghadiri acara di Muaro Jambi, Tebo dan Tanjabbar Barat. 

Tidak cukup sampai di situ, intrik politik kembali terjadi tak kala Ketua DPD Demokrat Jambi menyambangi kediaman anggota DPR RI Hasan Basri Agus (HBA) di Lorong Ibrahim, Kota Jambi. Bahkan pertemuan keduanya yang membahas konstelasi Pilgub itu berlanjut ke Rumah Dinas Bupati Merangin. 

Kala itu Burhanuddin yang dimintai tanggapannya tidak menampik pertemuan itu membahas persoalan Pilgub Jambi. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi ini juga mengaku tengah menghitung-hitung kalkulasi peta pertarungan perebutan BH 1 Provinsi Jambi tersebut.

Terbaru dukungan PPP yang sudah menjadi milik Walikota Jambi Sy Fasha. Dukungan tiga kursi PPP itu setidaknya menjadi modal awal Walikota Jambi dua periode ini untuk masuk gelanggang Pilgub.

 Rencananya awal bulan depan, rekomendasi tertulis dukungan partai besutan Suharso Munoarfa itu akan diserahkan. Itu artinya, Sy Fasha menjadi satu-satunya kandidat yang sudah mendapatkan dukungan secara resmi, diluar partai yang dinaunginya.

Kemudian menuver kandidat petahana Fachrori Umar (FU) yang meggelar pertemuan dengan Cek Endra (CE) di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Dari informasi yang diperoleh, pertemuan itu untuk menggodok duet FU-CE. Hanya saja, CE yang merupakan Bupati Sarolangun tidak melunak dan memilih tetap menginginkan posisi nomor satu.

Tidak ketinggalan H. Bakri yang mengaku tengah membidik tokoh Jambi wilayah Barat. Meskipun belum mengambil keputusan, Bakri mengaku jika keinginannya itu atas dorongan dan masukan banyak pihak.

Pengamat politik Citra Darminto mengatakan, manuver kandidat adalah hal yang biasa dalam kontestasi politik. Semua itu dilakukan untuk mencari ruang agar bisa begerak lebih leluasa.

“Misalnya manuver Al Haris yang merangkul Abdullah Sani karena berharap bisa mendapatkan dukungan PDI Perjuangan. Begitu juga dengan Demokrat. Jadi ini hal yang biasa,” ujarnya.

Begitu juga dengan Sy Fasha, dukungan PPP tentu membawa aura positif untuk menguatkan barisan di tingkat bawah. Namun dukungan itu tentu bukan segalanya, karena PPP hanya memiliki 3 kursi di DPRD Provinsi Jambi.

“Artinya Fasha harus tetap bergerak. Meskipun dukungan PPP membuat dirinya memiliki poin lebih dari kandidat lainnya,” ucapnya.

Namun kejutan akan terjadi bila beberapa dari 5 partai besar yakni PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, Golkar dan PAN sudah menentukan pilihannya. Karena dukungan itu membuat orang menghitung siapa kandidat yang akan bertarung di Pilgub 2020. “Disini kejuatanya. Karena akan terlihat berapa pasangan kandidat yang akan bertarung,” sebutnya.

Setelah dukungan partai, kata Citra, posisi calon Wakil juga tidak kalah ditunggu-tunggu. Apalagi para kandidat yang bertarung mayoritas merupakan kepala daerah.  “Misalnya, Fachrori selaku petahana berpasangan dengan siapa. Begitu juga dengan Sy Fasha, Cek Endra maupun Al Haris,” terangnya.

Sementara itu, Dori Efendi menilai dukungan PPP kepada Sy Fasha merupakan strategi politik yang sangat jitu. Hal ini secara positif menunjukkan bahwa Walikota Jambi ini memang serius dalam pertarungan Pilgub 2020.

"Selain itu, PPP merupakan partai yang dikenal dengan basis Nahdiyyin yang memang berkaitan erat. Ditambah lagi PPP memang memiliki loyalis yang kuat di Jambi," katanya.

Pengamat politik Jambi ini juga menyebutkan, dengan adanya  dukungan PPP membuat Fasha secara perlahan merebut dukungan dari partai-partai tengah yang memiliki kursi minimal di DPRD Provinsi Jambi. Hal ini bisa mempengaruhi partai tengah yang lain untuk juga ikut bergabung dan mendukung Fasha.

"Ini akan membuka perlahan peta politik jambi. Karena selama ini, partai besar yang meraih kursi banyak belum menunjukkan sedikitpun arah dukungan kepada Fasha. Meskipun begitu, hal ini tetap menjadi keuntungan bagi Fasha," tukasnya. (aiz)